Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 43


__ADS_3

"Ahhhhh sakit." Teriak Calvin yang bangun secara tiba-tiba sambil memegang kepala nya.


Sontak Nila sangat terkejut dan langsung menghampiri Calvin. "Sayang, ada apa kamu kenapa." Tanya Nila sambil mengusap kepala Calvin.


"Sakit, ahhhhh." Calvin benar-benar merasakan rasa sakit yang luar biasa di kepala nya, rasa sakit itu membuat pandangan nya kabur dan tidak bisa melihat wajah Nila dengan jelas.


"Sakit hiks hiks hiks." Calvin menangis sambil memeluk Nila.


Tak lama Vino kembali masuk ke dalam kamar itu dengan membawa dokter. Dokter yang melihat Calvin kesakitan langsung menangani nya. "Kenapa bisa seperti ini, apa dia terbentur." Tanya Dokter.


"Ini salah ku, aku memukul nya." Jawab Vino.


"Apa kau tau jika yang kau lakukan itu sangat bahaya, dia bisa tiada seketika. Kepala nya belum benar-benar pulih." Ucap Dokter.


Perlahan Calvin mulai tenang karena sudah di suntik beberapa obat ke dalam tubuh nya.


"Sakit sayang, kepala ku sakit." Ucap Calvin.


"Aku disini, kamu tidak akan sakit lagi." Nila mengusap air mata Calvin.


"Kau tau, karena tindakan ceroboh mu membuat proses penyembuhan Calvin semakin lama, dan dia harus minum obat lagi mulai hari ini." Ucap Dokter.


Vino sangat merasa bersalah pada Calvin, ia mendekati Calvin dan meminta maaf pada nya.


"Maaf Calvin, maafkan ayah." Ucap Vino.


"Tidak papa." Kata Calvin.


"Kau memaafkan ayah mu." Tanya Vino.


Calvin menganggukkan kepala nya, walaupun Vino yang membuat kepala nya sangat sakit ntah kenapa ia tidak marah pada Vino.

__ADS_1


"Ayah." Ucap Calvin.


"Ada apa." Tanya Vino.


"Tidak ada, terasa aneh." Jawab Calvin.


"Istirahat lah, selesai masalah kalian berdua, tidak ada kata pisah di antara kalian." Ucap Vino dan pergi meninggalkan kamar itu.


"Maafkan aku." Nila menangis sambil mencium tangan Calvin.


Ia merasa sangat bersalah pada suami nya, karena diri nya ayah nya memukul Calvin yang membuat nya seperti ini.


"Aku bodoh, aku terlalu kekanak-kanakan, aku tidak bisa mengerti diri mu. Aku bukan istri yang baik." Ucap Nila.


"Kenapa kamu mau pisah dengan ku, kamu tidak ingin membantu ku mengingat semua nya, kamu sangat marah pada ku." Tanya Calvin.


"Tidak, aku tidak ingin berpisah dengan mu, mungkin karena hormon ibu hamil membuat perasaan ku sangat sensitif, aku sangat mencintaimu." Jawab Nila.


"Apa masih sakit." Tanya Nila.


"Tidak sayang, jangan khawatir kan aku. Aku sudah tidak papa." Jawab Calvin.


"Mana mungkin aku bisa tidak khawatir pada ku, ayah ku memukul mu, apa kamu dendam pada nya?"


"Bukan nya ayah mu adalah ayah ku juga, aku tidak akan dendam, jika aku di posisi ayah mu aku juga akan melakukan hal yang sama. Mana mungkin seorang ayah tidak marah jika anak nya menangis karena seorang pria. Aku keterlaluan aku yang membuat nya malah aku yang menuduh mu yang tidak-tidak." Ucap Calvin.


"Itu wajar, kamu lupa ingatan, jadi kamu tidak ingat kalau kamu yang membuat nya." Kata Nila.


"Bagaimana apa aku jago di ranjang, apa aku seorang yang perkasa." Tanya Calvin.


"Sayang, jangan membahas hal ranjang itu memalukan." Jawab Nila.

__ADS_1


"Bagaimana sayang jawab aku." Rengek Calvin.


"Kamu sangat perkasa." Nila menyembunyikan wajahnya di depan dada bidang karena malu.


Dengan cepat Calvin membalik tubuh Nila, dan ia mulai merangkak naik ke atas nya.


"Sayang boleh aku menikmati tubuh mu." Tanya Calvin.


"Ha, kita akan melakukan nya. Tapi aku sedang hamil."


"Tidak, hanya ingin mencium nya, memainkan nya. Aku juga belum sanggup untuk melakukan nya." Kata Calvin.


Nila tersenyum pada Calvin, ia sadar jika Calvin laki-laki normal yang perlu pelampiasan hasrat nya.


"Jangan ciuman ya, aku mual." Kata Nila.


"Berarti aku boleh mencium ini." Tanya Calvin sambil membuka satu persatu kancing atas baju Nila.


"Boleh." Jawab Nila.


"Wow daebak, besar sekali. Kamu suka warna pink." Tanya Calvin saat melihat kaca mata Nila yang berwarna pink.


Nila tidak menjawab pertanyaan Calvin, ia sangat malu saat Calvin ingin melepas kaca mata nya, ini pertama kali nya Calvin melihat bedanya setelah beberapa bulan lama nya.


"Sayang, ahhh." Calvin langsung melahap semua nya, seperti bayi yang sedang kehausan.


Nila mengigit bibir nya saat Calvin bermain di benda nya, rasa nya benar-benar luar biasa dan jujur ia sangat merindukan rasa ini.


Calvin paham Nila ingin memegang kepala nya karena Nila hanya meremas seprai. Perlahan tangan nya menaikan tangan Nila ke atas kepala nya.


"Tidak papa, asal jangan terlalu kuat." Ucap Calvin.

__ADS_1


__ADS_2