Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 71


__ADS_3

"Alka kenapa milik orang luar negeri lebih besar." Tanya Calvin.


"Syukuri saja apa yang kau punya, yang penting istri muda merasa puas. Calvin kenapa kau mengajak ku menonton film dewasa, aku sedang sakit bagaimana jika aku menginginkan nya." Ucap Calvin.


"Hahaha itu derita mu, Alka aku tidak suka dengan wanita yang kau tabrak itu."


"Kenapa kau tidak suka." Tanya Alka.


"Dia seperti wanita penggoda, kau jangan dekat-dekat dengan nya." Jawab Calvin.


"Semua wanita kau katakan wanita penggoda, kau sangat setia dengan istri mu sampai semua wanita salah di mata mu."


"Kenapa aku tidak punya mantan karena aku tidak suka dengan wanita penggoda seperti itu. Kenapa mantan mu banyak karena kau terlalu mudah di goda wanita, aku peringatan pada mu jangan sampai kau sakiti Amanda, dia sudah aku anggap seperti kakak ku sendiri."


"Kenapa kau jadi mengancam ku, adik tidak boleh seperti itu pada abang nya, aku tidak akan menyakiti Amanda." Alka mengusap rambut Calvin..


"Aku percaya dengan mu, tapi jangan kau rusak kepercayaan ku." Ucap Calvin.


"Iya iya iya cerewet, kau sudah cengeng, cerewet lagi. Adik ku satu ini memang berbeda." Ucap Alka.


"Aku pergi dulu, kau tonton sampai habis itu film, jangan sampai ayah tau aku mempunyai film dewasa." Calvin pergi meninggalkan Alka.


"Sayang." Panggil Calvin saat melihat Nila sedang berbicara dengan Tiara.


Calvin mendekati Nila dan langsung memeluk Nila di depan Tiara. "Sayang aku ingin." Ucap Calvin.


"Sayang, lepas jangan begini malu." Kata Nila.

__ADS_1


"Aku tidak malu, ayo." Calvin menarik Nila pergi dari situ.


"Sayang jangan dekat-dekat dengan nya aku tidak suka." Ucap Calvin.


"Kenapa sayang, seperti nya dia orang baik." Kata Nila.


"Itu menurut mu, bukan menurut ku. Dia bukan orang yang baik, lihat lah aku akan mendepak nya dari rumah ini." Ucap Calvin.


"Sayang dia lupa ingatan, kamu jangan jahat pada nya."


"Aku tidak jahat aku hanya berjaga-jaga, jika dia wanita yang tidak baik bagaimana." Ucap Calvin.


"Telepon rumah bunyi tumben sekali." Ucap Nila.


Nila berjalan mendekati telepon itu dan langsung mengangkat nya.


"Apa." Nila menjatuhkan telepon itu seketika.


"Ayah kecelakaan." Nila langsung berlari menuju kamar bunda nya.


Semua orang terkejut saat mendengar Vino kecelakaan, semua orang langsung ke rumah sakit termasuk Alka yang memaksa ikut.


Mereka semua dengan tegang menunggu di depan ruang UGD, semua diam kecuali Calvin yang sudah sedari tadi menangis, ia sangat takut terjadi apa-apa pada ayah nya.


"Sudah papah baik baik saja." Alka mengusap rambut Calvin agar Calvin tenang dan berhenti menangis.


Citra sangat takut jika kaki Vino bermasalah kembali, karena dulu Vino pernah mengalami kecelakaan helikopter yang menyebabkan kaki nya lumpuh. Dokter sudah memberi peringatan pada Vino agar menjaga kaki nya dengan baik.

__ADS_1


"Sudah sayang, Suami mu sudah menangis kamu juga jangan menangis." Ucap Citra.


Mereka semua bernafas lega karena Vino hanya mengalami luka kecil, ia pingsan karena syok dan kepala nya terkena benturan yang cukup keras.


"Apa kaki suami saya bermasalah lagi dok." Tanya Citra.


"Tidak, kaki suami anda tidak terluka sedikit pun." Jawab Dokter.


"Aska ini aneh, kenapa setiap orang yang keluar dari Moonly grup mengalami kecelakaan. Apa mereka pikir jika Calvin juga berada bersama Vino, karena mereka tau jika Alka sedang sakit." Ucap Andy.


"Iya aku juga bingung, apa maksud dari semau ini, aku tidak tau." Kata Aska.


Sore hari nya di rumah sakit hanya tinggal Calvin, Alka Nila dan juga Citra yang masih setia menunggu Vino sadar, yang lainnya sudah pada pulang dan lebih memilih menunggu di rumah.


"Sayang kamu sudah sadar." Ucap Citra.


"Ah kepala ku pusing." Vino memegang kepala nya.


"Ayah sudah sadar hiks hiks hiks." Calvin kembali menangis saat melihat Vino sudah sadar.


"Hey hey kenapa kau menangis, aku baik baik saja." Ucap Vino.


"Kau terluka seperti ini tapi kata mu baik-baik saja, bagaimana bisa begini yah, kau mau meninggalkan ku."


"Sudah berhenti menangis." Vino menarik Calvin dan memeluk menantu nya yang cengeng itu.


"Kenapa orang polos dan baik seperti mu, banyak yang menginginkan nyawa mu hilang." Batin Vino.

__ADS_1


udah lanjut ya mampir jangan lupa



__ADS_2