Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 175


__ADS_3

Hari ini Nathan benar-benar sudah tidak sabar bertemu dengan Jennie, ia masih belum tau jika Jennie sudah di gantikan oleh seseorang yang tak lain adalah Noya sepupu dari Jennie yang kebetulan kerja di perusahaan yang sama dengan Jennie.


Noya datang ke rumah keluarga Vins dengan pakaian yang sangat tertutup, baju dan rok panjang menutupi lengkuk tubuh Noya.


"Siapa kau," tanya Marvin.


"Aku Noya tuan, saya di pengganti dari kakak sepupu saya Jennie," jawab Noya.


"Ayo saya antar ke ruangan nya Nathan, di sana kamu akan melati Nathan sampai ia bisa berjalan, dia sudah bisa menggerakkan kakak nya," ucap Marvin.


"Baik tuan," kata Noya.


"Panggil saja Marvin, jika dengan Nathan nanti kau bisa menanyakan nya."


Dari perkataan yang Marvin ucapkan, Noya dapat menyimpulkan bagaimana sikap orang yang bernama Nathan itu.


"Nathan," ucap Marvin.


"Kenapa kau yang datang, aku menunggu Jennie," kata Nathan.


"Ini pengganti Jennie, nama nya Noya. Kau bisa bertanya kenapa Jennie pergi meninggalkan mu, mungkin karena otak mu terlalu mesum," ucap Marvin dan pergi meninggalkan Nathan dan Noya di ruangan itu.

__ADS_1


"Kau siapa, kenapa kau menggantikan Jennie," tanya Nathan.


"Perkenalkan tuan nama saya Noya, saya pengganti dari kakak sepupu saya Jennie. Sudah dalam persetujuan dari tuan Vino," jawab Noya.


"Kau tidak mempunyai bodi, milik mu kecil, ahh bagaimana mungkin aku bisa berjalan karena mu," Ucap Nathan.


"Maaf tuan, yang membuat anda berjalan bukan karena itu, tapi karena usaha dan pelatihan yang saya berikan," kata Noya.


"Diam, aku tidak kau kau latih, aku mau Jennie," teriak Nathan.


"Tapi ini sudah menjadi tugas saya tuan, saya harus melakukan nya."


"Aku bilang tidak ya tidak," bentak Nathan.


"Jadi bagaimana tuan," tanya Noya.


"Kau tuli aku mau Jennie bukan kau."


"Nathan jaga nada bicara mu," bentak Vino.


Vino tau hal ini akan terjadi, oleh sebab itu ketika ia tau jika pengganti Jennie datang, Vino langsung buru-buru menemui Nathan dan Noya.

__ADS_1


"Ayah kenapa kau mau menerima nya, aku tidak mau dia tidak ada bodi," ucap Nathan.


"Lancang kau Nathan, pembicaraan mu benar-benar tidak mencerminkan kau berasal dari keluarga Vins," kata Vino.


"Ayah, aku akan mengadu pada kakek," rengek Nathan.


"Mengadu lah, kau langsung aku nikahkan dengan nya, kau berani pada ku. Kau pikir karena aku sayang pada mu kau kau seenaknya," ucap Vino.


Nathan langsung terdiam seketika, ia merasa lebih baik latihan dengan Noya dari pada menikah dengan gadis itu.


"Ahhh sakit," ucap Rebecca.


"Kau kira kau jadi ratu di rumah ini, kau cuci piring dan mencuci baju," bentak Dinda.


"Aku sedang hamil, kau gila," ucap Rebecca.


"Aku tidak peduli cepat," Dinda menarik Rebecca secara kasar dan membawa nya ke dapur.


"Ahh kau binatang sakit," ucap Rebecca.


"Lakukan sekarang juga, sebelum mas ari pulang ke rumah." Dinda pergi meninggalkan Rebecca.

__ADS_1


Rebecca merasa seperti di penjara, setiap malam sampai pagi ia harus melayani nafsu gila suaminya, dan sekarang ia harus melakukan sesuatu yang tidak pernah ia kerjakan sebelum nya.


"Ahh milik ku masih perih, aku hamil anak nya, tapi dua malah menyiksa ku," ucap Rebecca.


__ADS_2