
Setelah selesai makan, Nila kembali masuk ke dalam kamar suaminya, ia tidak bisa lama-lama pergi jauh dari suami nya.
"Sayang bangun lah, aku merindukan." Ucap Nila.
Nila memejamkan mata nya sambil mencium tangan Calvin, ia sangat berharap Calvin sadar dan dapat berbicara dengan nya.
"Sayang." Calvin mengusap rambut Nila.
"Sayang, kamu bangun." Nila menangis sambil memeluk Calvin.
"Sudah, jangan menangis itu membuat ku sakit." Ucap Calvin.
"Jangan seperti ini, aku takut. Cepat lah sembuh."
"Aku janji akan sembuh, tapi singkirkan alat ini, alat ini membuat ku sangat sakit." Kata Calvin.
"Tidak, ini akan menyembuhkan mu." Ucap Nila.
"Jika aku pergi selama nya, bagaimana dengan mu, apa kamu akan mencari pengganti ku." Tanya Calvin.
"Tidak, kamu tidak akan pergi, kamu akan tetap bersama ku, kamu cinta pertama dan terakhir ku. Aku tidak akan bisa mencintai orang lain selain diri mu." Ucap Nila.
"Sebenar lagi pasti aku akan jelek, merepotkan mu, pindah kan saja aku dari sini, aku tidak ingin merepotkan mu sayang." Kata Calvin.
"Sampai kapan pun, aku tidak akan meninggalkan mu, dan kamu tidak pernah merepotkan ku. Aku senang dapat menikah dengan mu." Nila semakin tidak bisa menahan tangisan nya.
"Sudah-sudah jangan menangis, temani aku jangan kemana-mana." Ucap Calvin.
__ADS_1
"Aku mengantuk." Calvin memeluk Nila dan kembali tertidur.
Sebenarnya Nila masih belum puas berbicara dengan Calvin, tapi apa boleh buat kondisi Calvin tidak memungkinkan, baru saja dia bangun Calvin kembali tertidur dengan sendiri nya.
"Apa itu benar dad, ini benar-benar sangat membingungkan, apa yang harus kita lakukan." Tanya Vino.
"Tenang lah dulu, serahkan semua pada daddy mu." Jawab Stiven.
Beberapa hari telah berlalu, Calvin belum sadar dari tidur panjang nya. Wajah nya malah semakin memucat padahal setiap hari dokter datang memberikan nya obat.
"Kondisi Calvin semakin memburuk, saya takut Calvin benar-benar akan pergi dalam waktu yang cepat." Ucap Dokter.
"Tidak, ini tidak akan terjadi suami ku tidak akan pergi, hiks hiks hiks, tidak." Teriak Nila.
Amanda memeluk Nila dengan erat, mereka semua ikut menangis melihat kondisi Calvin. Nathan yang tau dengan kondisi Calvin langsung kembali ke indonesia.
"Nila." Panggil Nathan.
"Kak." Nila memeluk Nathan.
"Kamu kuat, kakak ada di sini." Ucap Nathan.
Setelah puas memeluk adik nya, Nathan melihat kondisi Calvin yang menurut nya sangat menyedihkan. Ia tidak menyangka wajah Ceria Calvin berubah menjadi pucat seperti itu.
"Kau kuat Calvin, aku tau kau pasti bisa melawati ini semua." Ucap Nathan yang berusaha tidak meneteskan air mata nya.
"Bagaimana dengan menantu mu vin." Tanya Andy.
__ADS_1
"Belum ada perkembangan malahan semakin memburuk." Jawab Vino.
"Aku kasihan dengan anak mu, ia pasti sangat terpukul dengan musibah ini." Ucap Andy.
"Apalagi aku, hati ku terasa sakit saat melihat diri nya yang terus menangis tanpa henti." Kata Vino.
"Brengsek, kalian pikir, kalian bisa melakukan hal buruk pada anak ku, dia sedang berada di keluarga yang aman dan selalu melindungi nya." Teriak Amel.
"Kau kira kamu bodoh, apa kau mau melihat anak mu." Pria itu menunjukkan video Calvin yang terlihat menyedihkan.
"Kau apakan anak ku, kau pikir dengan melenyapkan nya perusahaan ku akan jatuh ke tangan mu."
"Aku akan menghancurkan ingatan anak mu, dan mengendalikan nya. Tinggal menunggu obat yang ku berikan bereaksi dan ingatan anak mu akan hancur seluruh nya." Ucap laki-laki itu.
"Kalian benar-benar manusia kotor Herman, aku yakin Calvin dapat melewati ini semua, dia tidak lemah." Kata Amel.
"Kita lihat saja, seberapa kuat amak mu." Ucap Herman.
"Kudeta, berati dugaan ku benar." Kata Stiven.
"Iya Stiv, Marvel grup sudah kehilangan separuh saham nya." Ucap Iqbaal.
"Kumpul yang lainnya, kita akan membantu mereka, aku akan menghubungi Vino."
Stiven langsung menghubungi Vino, ia melarang siapa pun kecuali Nila masuk ke dalam kamar Calvin sampai batas waktu yang tidak di tentukan. Stiven juga mengirimkan dokter kepercayaan nya untuk menangani Calvin, karena ia yakin dokter yang menangani Calvin selama ini bukan menyembuhkan Calvin tapi malah membuat Calvin semakin sakit.
"Bagaimana bisa seperti ini dad." Tanya Vino.
__ADS_1
"Jangan banyak tanya, semua akan kami selesai kan, kau urus saja menantu mu, dia aset marvel grup." Jawab Stiven.