
Setelah berciuman cukup lama mereka berdua saling menatap. Alana memeluk Calvin karena malu melihat tatapan Calvin yang begitu dalam pada nya.
"Hey kenapa dengan mu." Tanya Calvin.
"Aku malu, kenapa kamu menatap ku seperti itu."
"Kamu sangat cantik dan bibir mu terasa sangat manis, apa tidak ada yang pernah menyentuh nya." Tanya Calvin.
"Tentu ada, diri mu yang menyentuh nya." Jawab Nila.
"Apakah itu benar, aku sangat beruntung memiliki istri seperti mu, terimakasih Nila." Ucap Calvin.
"Jangan pernah sakit lagi, tetaplah bersama ku aku sangat mencintaimu." Ucap Nila.
Calvin hanya tersenyum pada Nila, ia merasa Nila sangat mencintai nya, sedangkan diri nya belum tau tentang perasaan nya pada Nila, ia sangat yakin jika diri nya dulu juga sangat mencintai Nila.
"Apa yang kita lakukan setelah ini." Tanya Calvin.
"Kita tidak ada kegiatan penting, sarapan pagi, kembali ke kamar, rebahan, makan siang, kembali ke kamar, Olahraga, mandi, makan malam dan biasanya kamu minta..
"Minta apa, jatah." Tanya Calvin.
"Hehehe tidak kok, selama kita menikah baru 3 kali melakukan nya." Jawab Nila.
"Wah, masih sangat fresh dong, boleh aku meminta nya." Tanya Calvin.
"Hmmm, anu..
"Aku hanya bercanda Nila, jangan takut jika kita tidak khilaf kita tidak akan melakukan nya sampai ingatan ku kembali." Ucap Calvin.
"Tunggu dulu, yang kamu katakan tadi kegiatan ku, aku benar-benar sangat pemalas." Kata Calvin.
__ADS_1
"Hehehe kamu hanya sedikit pemalas saja, kita bisa keluar, kita bisa ke Vins grup, moonly grup tempat kak Alka, dan Wijaya grup."
"Kamu sangat kaya Nila, Bisa-bisa nya aku menikah dengan orang sekaya kamu."
"Kak, kamu lebih kaya dari ku." Batin Nila.
Sementara itu seluruh penghuni di rumah ini sedang berada di ruang makan untuk melakukan sarapan pagi. Tidak ada yang berbicara karena sedang fokus dengan pikiran mereka masing-masing, terutama Vino yang sedang mendapat kan tugas berat dari daddy nya.
"Dimana Calvin dan Nila." Tanya Alka.
"Mungkin mereka sedang bercocok tanam." Kata Andy.
"Kau Andy pagi-pagi sudah membahas hal itu, betapa menyakiti nya untuk ku karena sudah hampir 5 hari aku tidak mendapat kan jatah." Ujar Aska.
"Kenapa sama dengan ku Aska, aku juga. Kita satu nasib." Ucap Andy.
"Sudah jangan membahas hal seperti itu di meja makan, langsung praktek kan saja." Ujar Vino.
Mereka bertiga tertawa bersama, sisi kocak mereka benar-benar tidak pernah luntur termakan usia.
"Pagi." Saut mereka semua.
"Kau menyentuh nya." Bisik Alka.
"Tidak Alka, aku hanya mencium bibir nya apa tidak boleh juga."
"Kalau colek-colek sedikit boleh lah." Bisik Alka.
"Aku mau udang itu Nila." Ucap Calvin.
"Tidak kamu alergi makanan laut." Kata Nila.
__ADS_1
"Serius, kamu tau sedangkan aku tidak."
"Kau lupa ingatan bodoh, bagaimana kau bisa tau." Ujar Alka.
"Jika Calvin tidak lupa ingatan dia masih sangat marah di katakan Alka bodoh." Batin Amanda.
"Pagi semua." Nathan ikut bergabung.
"Nathan, jadi kapan kau kembali ke Korea sana." Tanya Alka.
"Maybe Lusa." Jawab Nathan.
"Bagaimana kabar parah saudara kalian di sana." Tanya Vino.
"Mereka benar-benar sangat baik, Oh iya paman Evans meminta tambahan Uang saku." Kata Nathan.
"Untuk apa dia meminta nya, uang yang selama ini aku kirim sangat cukup, apa dia terlalu bebas di sana." Ucap Andy.
Setelah sarapan pagi selesai seperti agenda biasanya Nila dan Calvin kembali masuk ke dalam kamar. Tiba-tiba Calvin mendorong Nila ke atas ranjang sampai mereka berdua jatuh secara bersama.
"Kak aku kenyang." Ucap Nila.
"Kata Alka jika hanya mencolek mu boleh." Kata Calvin yang ingin menyentuh benda milik Nila.
"Awwwww." Calvin memegang kepala nya yang kembali terasa pusing.
"Kak kenapa, ada yang sakit lagi." Tanya Nila.
"Cukup pusing." Calvin mulai mengingat sesuatu hal lagi."
"Kak." Nila memeluk Calvin karena sangat takut.
__ADS_1
Calvin mengingat pernikahan nya dengan Nila, walaupun belum mengingat nya secara jelas tapi ia bisa yakin jika wanita yang bersama nya itu adalah Nila.
"Kamu benar-benar istri ku." Calvin membalas pelukan Nila.