
"Kevin." Andy dan yang lainnya langsung berlari menghampiri Kevin.
"Kami sangat merindukan mu bodoh, kenapa kau tidak pernah datang untuk menemui kami." Ucap Aska.
"Apa kabar diri mu kev." Tanya Jamal.
"Aku juga sangat merindukan kalian semua, aku sangat baik sekali." Ucap Kevin sambil memeluk satu-persatu teman-teman nya.
"Dimana anak dan istri mu." Tanya Andy.
"Istri ku tidak datang, kemungkinan besar Chery, Leo, Evans dan Rey akan berangkat bersama." Jawab Kevin.
"Bagaimana dengan anak-anak kamu di sana, apa mereka baik-baik saja, kau merawat mereka dengan baik kan." Tanya Aska.
"Rey anak mu ka, dia seperti diri mu playboy, banyak wanita di sana menjadi korban ghosting nya." Jawab Kevin.
"Bagaimana dengan anak ku kev, dia sangat sulit aku hubungi." Tanya Andy.
"Evans, dia sangat pintar dan seperti nya dia tidak dekat dengan siapapun." Jawab Kevin.
"Aku ku bagaimana Leo." Tanya Jamal.
"Leo sering bersama Chery karena mereka satu fakultas yang sama, dia baik-baik saja dan dia cukup pintar." Jawab Kevin.
"Kalian benar-benar menitipkan anak kalian pada Kevin." Ucap Vino.
"Bukan hanya aku, di sana juga ada Vira, Mark dan teman-temannya yang lainnya, jadi aku tidak terlalu sulit memantau anak-anak kalian." Ucap Kevin.
"Paman." Nila berlari memeluk Kevin.
__ADS_1
"Wah keponakan paman sudah sangat dewasa, kamu sedang hamil Nila." Tanya Kevin.
"Hehehe iya paman." Jawab Nila.
"Apa dia Calvin suami mu." Tanya Kevin.
"Paman masih mengingat ku, aku yang paman bantu saat aku sakit."
"Iya aku mengingat mu, kau nakal ya sudah membuat keponakan paman hamil." Ucap Kevin.
"Kalian tidak ingin bermain seperti dulu." Tanya Aska.
"Kau ingat janji mu Vino, jika Kevin datang kita akan mengadakan pesta." Ucap Andy.
"Tapi sebelum itu, satu dua tiga." Vino dan yang lainnya langsung menarik Kevin keluar dari rumah menuju kolam renang.
"Hey apa yang kalian lakukan, kita sudah tidak muda lagi." Ucap Kevin.
"Kalian curang, turun atau kalian aku paksa untuk turun." Kata Kevin.
"Maaf aku tidak bisa terkena air dingin." Ucap Vino.
"Tidak ada alasan." Andy mendorong mereka semua sampai mereka semua masuk ke dalam kolam renang.
"Kau Andy turun atau kami akan menyiksa mu malam ini." Teriak Vino.
"Iya iya aku turun, minggir raja berang ingin lompat."
Mereka semua bersenang-senang berama di dalam kolam renang itu, momen yang tidak pernah terjadi selama belasan tahun.
__ADS_1
"Mereka seperti anak kecil." Ucap Marvin.
"Mereka memang begitu, bunda sangat senang akhirnya mereka bisa berkumpul dan tertawa bersama lagi." Kata Citra.
"Bunda di mama tante Vira, aku sangat ingin bernyanyi dengan nya." Tanya Nila.
"Tante sedang sibuk sayang, jika ada waktu pasti tante Vira akan datang." Jawab Citra.
Malam hari nya rumah ini di penuhi canda dan tawa siapa lagi jika bikan grup lawak Vino, Kevin, Andy dan Jamal. Jika sudah bertemu tidak ada keheningan di antara mereka, diam saja bisa membuat mereka tertawa.
"Aku tidak melihat Nathan." Ucap Kevin sambil mengatur nafas nya karena ia terlalu lelah tertawa.
"Nathan sedang sakit, kau lihat lah dia, aku dan yang lain nya akan membuat pesta kecil-kecilan untuk kita." Kata Vino.
Saat sedang berjalan menuju kamar Nathan, Kevin berpapasan dengan Stiven, ia masih sangat merasa tidak enak pada Stiven karena kelakuan di masa lalu nya.
"Papah." Ucap Kevin.
"Apa kabar diri mu." Tanya Stiven.
"Baik pah, bagaimana dengan papah dan mamah."
"Kami selalu baik, mau bertemu dan Nathan." Tanya Stiven.
"Iya pah, tapi sebelum itu aku ingin...
"Aku sudah memaafkan mu, percuma dendam untuk masalah ini, itu akan memperburuk semua nya, aku yakin Vira juga sudah bahagia dengan kehidupan nya." Ucap Stiven.
"Terimakasih pah." Kevin mendekati Stiven dan memeluk nya.
__ADS_1
"Tidak masalah, jaga cucu dan anak ku dengan baik." Ucap Stiven.
"Iya pah, aku akan menjaga mereka dengan sangat baik." Kata Kevin.