Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 40


__ADS_3

"Calvin." Panggil Amanda.


Calvin membalik badan nya dan melihat ke arah Amanda. "Ada apa, aku di larang dekat-dekat dengan mu." Ucap Calvin.


"Alka yang melarang mu." Tanya Amanda.


"Iya, sudah jika aku banyak berbicara dengan ku, aku bisa mendapatkan masalah." Calvin pergi meninggalkan Amanda.


Amanda berjalan mendekati Nila dan membisikkan suatu hal pada nya. "Seperti aku dulu mendekati nya." Tanya Nila.


"Iya, perlakukan dia dengan lembut, jika kamu tidak bisa membuat ingatan nya kembali, kamu bisa membuat nya jatuh cinta lagi pada mu."


"Terimakasih kak, aku akan berusaha membuat nya jatuh cinta lagi pada ku." Ucap Nila.


Nila mencari keberadaan Calvin di luar Rumah, ia melihat Calvin sedang bermain air di kolam renang.


"Calvin." Panggil Nila.


"Kau." Calvin menoleh ke arah Nila.


"Kenapa dengan mu, ada yang kamu pikirkan." Tanya Nila sambil ikut duduk di samping Calvin.


"Aku sedang sangat bingung, aku tidak tau siapa aku, jati diri ku dan untuk apa aku di keluarga ini." Jawab Calvin.


"Kamu Calvin suami ku dan untuk apa kamu hidup untuk menemani hari-hari ku, dulu sebelum kamu melupakan semua nya, kamu tidak seperti sekarang. Dulu Calvin sangat aktif banyak bicara, dan sangat romantis pada ku."


"Apa benar, dulu aku seperti itu." Tanya Calvin.


"Buat apa aku berbohong, kamu memang berubah tapi aku yakin kamu dapat seperti Calvin yang dulu lagi." Jawab Nila.

__ADS_1


"Jika kamu istri ku, kenapa Alka melarang ku menyentuh mu."


"Mungkin kak Alka ingin yang terbaik untuk aku dan diri mu. Kamu bisa membayangkan tidak jika kamu menyentuh ku, aku akan melayani seseorang yang tidak mengenal ku, itu sangat menyakitkan bagi seorang wanita. Mereka akan bahagia jika melayani seseorang yang saling mencintai." Ucap Nila.


"Jika kamu benar-benar istri ku, akan akan sangat bahagia, kamu cantik, baik dan bersikap sangat dewasa." Calvin menyadarkan kepala nya di atas pundak Nila.


Hari semakin larut, dan tanpa sadar Nila tertidur di samping tubuh suami nya. Calvin yang menyadari itu langsung menggendong Nila masuk ke dalam kamar. Mereka berdua pun tertidur sambil berpelukan.


Pagi hari telah tiba, Nila lebih dahulu bangun dari Calvin, ia melihat wajah Calvin yang selama ini sangat ia rindu kan dan mulai sekarang diri nya bisa menatap wajah itu dengan puas lagi.



"Sangat tampan." Ucap Nila.


Nila bangkit dari atas kasur dan langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya. "Berarti tadi malam dia menggendong ku masuk ke dalam kamar." Batin Nila.


"Calvin bangun sudah siang." Nila membangun kan Calvin.


"Iya sebentar." Calvin duduk di atas kasur dengan wajah khas bangun tidur nya.


"Cup." Satu ciuman mendarat di pipi Calvin, Nila tidak tahan dengan wajah gemas Calvin saat bangun tidur.


"Nila." Pupil mata Calvin membuat sempurna saat mendapatkan ciuman itu.


"Wajah kamu sayang menggemaskan." Kata Nila.


"Aku boleh mencium mu." Tanya Calvin.


"Apa yang aku dapat kan saat kamu mencium ku."

__ADS_1


"Kamu mendapat kan bibir ku." Kata Calvin.


"Kalau begitu mandi lah dulu, aku ingin mendapatkan bibir yang wangi dan bersih." Ucap Nila.


"Tidak, aku tidak mau mandi pasti sangat dingin."


"Kamu masih sama seperti dulu, sangat sulit mandi pagi, kalau begitu cuci muka dan sikat gigi saja dulu." Ucap Nila.


Di bantu Nila Calvin masuk ke dalam kamar mandi. Selain mencuci muka dan sikat gigi, Nila juga mencuci rambut Calvin dengan air hangat.


Setelah selesai Calvin duduk di atas sifa dengan Nila yang berdiri mengering kan rambut nya.


"Apa aku dulu manja seperti ini." Tanya Calvin.


"Kamu sangat manja, semua keperluan mu aku yang mengurus nya." Jawab Nila.


"Aww sakit." Ucap Calvin.


Nila melihat apa yang membuat Calvin kesakitan. "Ada bekas luka, apa ini bekas luka pengobatan mu." Tanya Nila.


"Aku tidak tau, saat aku bangun kepala ku sangat berat dan aku merasa sangat haus. Aku tidak mengingat apapun." Jawab Calvin.


"Sudah tidak papa, yang terpenting kamu kembali pada ku." Ucap Nila.


"Kata setelah aku mandi aku boleh mencium mu."


Calvin menarik Nila duduk di atas pangkuan nya. Nila menaikan tangan nya ke atas pundak Calvin dan Calvin mulai mendekati bibir Nila.


Mata mereka berdua terpejam secara bersama saat bibir mereka berdua saling menyentuh.

__ADS_1


__ADS_2