
Setelah Chika pergi dari meja makan itu, Calvin langsung berjalan mendekati meja makan itu, ternyata sudah ada 3 piring yang tersedia di atas meja.
Calvin yakin Rebecca sudah mencampurkan dua obat yang berbeda di antara piring nya dan piring Nila. "Rasakan ular, kau akan memakan apa yang kau campur kan di makanan ku dan Nila." ucap Calvin.
Calvin kembali menyabotase rencana yang Rebecca buat, ntah kenapa Calvin sangat yakin Rebecca akan menuai apa yang telah ia taburkan.
"Sayang, ayo kamu cepat mandi," ucap Calvin.
"Kamu kenapa terlihat sayang senang sayang," tanya Nila.
"Tidak papa sayang, aku selalu senang berada di dekat mu," jawab Calvin.
"Aku tidak mandi sayang, kita kan tidak membawa baju ganti," ucap Nila.
"Ya sudah kita cucu muka dan sikat gigi saja," kata Calvin.
Setelah selesai mereka berdua langsung turun ke ruang makan, di sana sudah ada Rebecca yang duduk dengan anggun di meja makan.
"Selamat pagi kak, aku sudah membuatkan makanan untuk kalian, silahkan di makan," ucap Rebecca dengan senyuman yang sangat manis.
"Pagi juga Rebecca, kau memang adik yang sangat baik, nanti aku akan memberikan mu uang sebagai ucapan terimakasih ku," kata Calvin.
__ADS_1
"Wah kakak memang yang terbaik," ucap Rebecca.
Mereka bertiga makan dengan sangat lahap, menurut Calvin nasi goreng buatan Rebecca cukup enak. Ia makan sambil tersenyum bahagia.
Begitu juga dengan Rebecca, ia sudah tidak sabar menunggu Nila keluar masuk kamar mandi dan Calvin meminta nya untuk memuaskan nafsu nya, ia memberikan dua obat yang berbeda antara Calvin dan Nila.
Dan sekarang ke dua obat itu malah masuk ke dalam perut nya sendiri, Calvin sudah tidak sabar melihat Rebecca yang begitu tersiksa.
"Sayang aku ke kamar mandi dulu, aku juga sudah siap," ucap Nila yang Rebecca pikir obat yang ia berikan sudah bereaksi.
Setelah Nila pergi Rebecca merasa ada yang aneh di tubuh nya, suhu tubuh nya tiba-tiba meningkatkan dan perut nya mulai terasa tidak nyaman.
Calvin mengeluarkan dompet nya dan mengambil beberapa lembar uang seratus ribuan.
"Ini untuk mu, dan ongkos jika kau perlu ke rumah sakit." Calvin memberikan uang itu pada Rebecca dan pergi meninggalkan Rebecca yang masih belum paham dengan ucapan yang di katakan Calvin.
"Ah sakit sekali kenapa ini." Rebecca mengambil uang itu dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.
"Akhhhhh," teriak Rebecca.
Tubuh nya semakin memanas, begitu juga dengan perut nya yang sangat sakit, dua rasa tenang berbeda ini benar-benar menyiksa diri nya.
__ADS_1
"Aku di jebak oleh nya," ucap Rebecca.
Rebecca membuka semua pakaian nya, dalam posisi yang masih duduk di atas toilet ia harus bisa juga memuaskan hawa nafsu nya sendiri. Belum lagu perut nya yang sangat sakit seperti terlilit.
"Sayang kita pulang nanti saja ya, sambil menunggu ayah dan Piter. Untuk pakaian kamu aku sudah meminta orang rumah untuk mengantar nya," ucap Calvin.
"Rebecca sangat baik sayang, kenapa kamu sangat membenci nya," tanya Calvin.
"Baik di mata mu bukan berarti baik juga di mata orang lain, jangan melihat Rebecca begitu saja, kamu tidak tau yang sebenarnya sayang," ucap Calvin.
Sementara itu di rumah orang yang melatih Nathan berjalan sudah datang. Vino yakin dengan orang yang tepat Nathan pasti akan cepat bisa berjalan kembali.
"Seperti kau dulu vin," ucap Kevin.
"Iya dia benar-benar mewarisi semua nya," kata Vino.
"Paman Kevin aku ingin bertanya pada mu," ujar Marvin.
"Iya ada apa," tanya Kevin.
"Kenapa paman menyumpahi aku menjadi hiper," tanya Marvin.
__ADS_1