Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 90


__ADS_3

Terikat janji...


Mereka pun kembali ke kamar masing-masing, stiven mempunyai tujuan utama yang selama ini ia ingin-ingin kan...


"Sayang..." ucap stiven dengan manja...


"Kenapa mas..." ucap bella dan duduk di atas sofa sambil memakan cemilan...


"Mau..." ucap stiven dan duduk di samping bella...


"Mau apa, ini..." ucap bella sambil memberkan cemilan yang berada di tangannya...


"Mau itu..." ucap stiven...


"Apa si mas, yang jelas dong ngomong nya..." ucap bella dan pergi meninggalkan stiven...


"Mau kemana..." ucap stiven...


"Mandi, gerah..." ucap bella...


"Jangan dulu..." ucap stiven...


"Loh ko jangan si mas, gerah ni..." ucap bella yang sebenarnya tau maksud dari stiven, dia hanya bermaksud mengerjai suami nya itu...


Stiven berjalan ke arah bella dan membenamkan kepalah nya di leher bella...


"Aku ingin tubuh mu..." bisik stiven dengan suara serak nya...


"Aku lagi datang bulan mas..." ucap bella...


"Kamu serius..." ucap stiven dengan nada yang lemas...


"Tidak sayang..." ucap bella dan mendorong tubuh stiven ke atas kasur...


"Kamu nakal sayang..." ucap stiven dan memulai semua nya secara perlahan...


Dan begitulah, stiven meluapkan semua keinginan nya yang selama ini ia pendam, stiven memulai nya dengen perlahan agar tidak menyakiti anak nya yang berada di dalam perut bella...


Malam hari telah tiba seluruh keluarga berkumpul di ruang makan untuk melaksanakan makan malam, dan kegiatan ini adalah kegiatan yang sangat di benci aldy karena ia harus melihat kemesraan orang lain yang tidak bisa ia rasakan...


"Panas..." ucap aldy dengan sedikit keras...


"Kamu panas al, tapi dingin begini..." ucap yasmin...


"Ntah bun, aldy gerah sekali..." ucap aldy...


Stiven bangkit dari duduk nya dan berjalan mendekati aldy, ia mengambil minumam yang di minum aldy dan memeriksa nya dengan telitih...


"Ada apa dengan mu..." ucap aldy...


"Iya ada apa stive..." ucap indah...


"Tidak, aku hanya memeriksa minuman mu..." ucap stiven dengan polos nya...


"Kenapa harus kau periksa..." ucap aldy...


"Aku hanya memastikan di minuman mu ada obat tidak, karena tiba-tiba kau merasah gerah..." ucap stiven dengan masi memeriksa minuman milik aldy...


"Bella, udah berapa lama suami mu tidak kamu kasi jatah..." ucap aldy kesal dengan kelakuan aneh stiven...


"Ka aldy..." ucap bella dengan nada yang sedikit meninggi...


"Baru tadi..." ucap stiven dan meletakan kembali minuman milik aldy...


"Drama baru..." ucap iqbaal yang semangat menyaksikan drama ini...


"Iya ka, keluarga yang penuh drama..." ucap viona...


"Kenapa kau jadi bodoh begini..." ucap aldy...


"Cetak... siapa yang bodoh..." ucap stiven menyentil kening aldy...


"Jelas-jelas kau, siapa lagi..." ucap aldy...


"Hey aldy moonlay apa kau lupa aku selalu satu langka di atas mu..." ucap stiven...


"Hey stiven vins, kau lupa aku selalu berhasil mengejar mu dan bahkan lebih dari mu..." ucap aldy...


"Stop...." ucap yasmin dan indah bersama...


"Apa kalian tidak bisa menghentikan drama ini..." ucap indah...


"Apa kalian tidak bisa akur dalam sehari saja..." ucap yasmin...


"Aldy kembali duduk di tempat mu..." ucap yasmin...


"Iya bun..." ucap aldy dan kembali duduk di tempat nya...


"Cih, dasar anak bunda..." ucap stiven...


"Stive, kau juga cepat duduk..." ucap indah...

__ADS_1


"Iya mah..." ucap stiven dan kembali duduk di tempat nya...


Mereka pun melanjutkan kegitan makan malam mereka setelah menyaksikan drama yang tak perna habis nya...


Pagi hari telah tiba, bella dan stiven sedang bersiap-siap untuk pergi kerumah sakit karena ia mendapatkan telfon dari ariska bahwa kakek nya segera operasi...


"Sudah mas..." ucap bella...


"Sudah sayang..." ucap stiven...


"Kita ke kamar ka aldy dulu, ariska meminta ka aldy juga untuk datang..." ucap bella...


Mereka pun keluar dari kamar dan langsung menuju kamar aldy...


"Ka..." ucap bella...


"Dia masi tertidur..." ucap stiven...


"Apa kita masuk aja..." ucap bella...


"Seperti nya begitu, pintu kamar nya tidak di kunci..." ucap stiven...


Mereka pun masuk kedalam kamar aldy, bella dan stiven melihat pakian yang berserakan di lantai kamar aldy....


"Keluar..." ucap stiven yang baru teringat kebiasaan buruk aldy...


"Kenapa mas..." ucap bella bingung...


"Keluar dulu, aku baru ingat kebiasaan buruk kakak mu..." ucap stiven...


Bella yang merasa tidak beres langsung keluar kamar aldy dan menuju ruang keluarga untuk menunggu stiven dan juga aldy...


"Ni anak, kebiasaan nya enggak hilang-hilang dari dulu..." ucap stiven...


"Woy bangun..." teriak stiven di telinga aldy dan menarik selimut yang menyelimuti tubuh aldy...


"Apa, kenapa..." ucap aldy yang terbangun dari tidur nya...


"Dasar aneh, tidur tanpa mengenakan pakain sehelai pun..." ucap stiven menatap aldy dengan tatapan jijik...


"Kenapa kau ganggu tidur ku..." ucap aldy dan menarik selimut nya kembali...


"Hey bodoh, hilang kan kebiasaan jelek mu, untung istri ku tidak melihat ini semua..." ucap stiven...


"Terserah ku, kanapa kau ikut campur urusan ku..." ucap aldy...


"Sudah lah, cepat mandi bella sudah menunggu kita..." ucap stiven...


"Emang mau kemana..." ucap aldy...


"Kau dan bella saja yang pergi, aku malas..." ucap aldy...


"Cepat mandi, aku tunggu di sini..." ucap stiven dan berjalan menuju sofa....


"Adik ipar aneh..." ucap aldy dan langsung menuju ke kamar mandi...


"Mimpi apa aku mempunyai kakak ipar seperti dia..." ucap stiven...


Setelah aldy siap bersiap mereka pun keluar dari kamar dan menuju ke ruang keluarga...


"Lama sekali si..." ucap bella...


"Tanya kakak mu..." ucap stiven...


"Sudah lah, menanyakan hal yang tidak penting pada nya akan memperlambat waktu..." ucap bella...


Mereka pun langsung menuju rumah sakit tempat kakek ariska di rawat, sesampai nya di rumah sakit itu mereka langsung masuk dan menuju ruang operasi...


"Ariska..." ucap bella...


"Bella..." ucap ariska dan langsung memeluk bella...


"Di mana kakek..." ucap bella...


"Kakek sedang menjalani berbagai macam tes, sebelum operasi..." ucap ariska...


"Ka aldy, beri semangat dong buat ariska..." ucap bella...


"Lah yang operasi kan kekek nya bukan dia..." ucap aldy dengan polos nya...


"Hey, laki-laki tidak peka, maksud dari adik mu itu, beri dia perhatian lebih..." ucap stiven...


"Emang harus ya..." ucap aldy...


"Terserah..." ucap stiven...


"Aku takut bell, operasi kakek tidak berjalan dengan lancar..." ucap ariska...


"Kamu jangan takut ris, kamu harus yakin..." ucap bella...


"Tapi bell..." ucap ariska...

__ADS_1


"Hey gadis ceroboh, kau harus yakin kakek mu bisa melewati ini semua, yang operasi siapa yang putus asa siapa..." ucap aldy...


"Terimakasih ka, atas dukungan nya..." ucap ariska dengan tersenyum semanis mungkin...


"Jangan tersenyum seperti itu, sangat tidak pantas di wajah mu..." ucap aldy...


"Jadi aku harus bagaimana..." ucap ariska...


"Terserah mu, itu bukan urusan ku..." ucap aldy...


"Itu kakek..." ucap bella...


"Bagaimana dok, apa bisa dilakukan sekarang..." ucap ariska...


"Bisa, kita bisa melakukan operasi itu sekarang juga..." ucap dokter...


"Kek, semoga operasi kakek berjalan dengan lancar ya, dan kita bisa berkumpul seperti dulu lagi..." ucap ariska...


"Iya ris, kakek harap begitu..." ucap kakek...


"Kek ini bella, semoga kakek lekas sembuh..." ucap bella...


"Terimakasih nak, terimakasih telah membiayai operasi kakek..." ucap kakek...


"Iya kek, ini semua demi kesembuhan kakek..." ucap bella...


"Nak aldy, kemarih la..." ucap kakek...


"Iyah kek..." ucap aldy...


"Kakek harap kamu menepati semua janji yang telah kamu ucappkan..." ucap kakek sambil mengenggap tangan aldy...


"Pasti kek..." ucap aldy...


"Kakek pasti bisa..." ucap ariska sambil menahan kesedihan nya...


Tak lama kakek memasuki ruang operasi untuk menjalankan operasi pengangkatan kanker hati...


Mereka dengan setia menunggu di depan ruang operasi, tampak sedari tadi ariska mondar-mandir tidak menentu...


"Ris, duduk dulu..." ucap bella menarik tangan ariska untuk duduk...


"Ini minum dulu..." ucap bella...


"Makasi bell..." ucap bella...


"Kamu harus tenang ris..." ucap bella yang melihat kegelisahan ariska...


"Aku takut bell, perasaan ku tidak enak..." ucap ariska...


"Itu hanya perasaan mu semata ris..." ucap bella...


3 Jam berlalu tampak lampu ruang operasi telah mati...


"Kenapa lampu nya mati, bukan nya operasi memerlukan waktu 5 jam..." ucap arsika yang mulai panik...


"Tenang ris, mungkin operasi nya berjalan Lebih cepat..." ucap bella...


Tak lama dokter keluar dari ruang operasi, mereka pun langsung mendekati dokter tersebut untuk menanyakan apa yang telah terjadi...


"Bagiamana dok..." ucap ariska dengan menahan tangis nya saat melihat ekspresi dokter tersebut...


Dokter tersebut masi terdiam, ia bingung harus memulai nya dari mana...


"Hey bodoh, cepat katakan bagaimana..." ucap aldy yang mulai kesal...


"Maaf, kami sudah berusaha semaksimal mungkin..." ucap dokter...


"Maksudnya dok..." ucap ariska yang sudah tidak bisa menahan tangis nya...


"Kakek anda sudah berada di tempat terindah..." ucap dokter...


Ariska yang mendengar itu langsung tersungkur di lantai, badan terasa lemas tidak berdaya...


"Kakek..." ucap ariska di selah-selah tangisan nya...


"Ris..." ucap bella dan langsung memeluk ariska...


"Kakek bell, kakek..." ucap ariska...


"Iya ris, kakek sudah tenang..." ucap bella yang ikut menagis di pelukan ariska....


Stiven dan aldy juga tidak kuasa membendung air mata mereka, terutama aldy yang terikat janji dengan kakek...


"Kau bohong kan, kau pasti bohong kan, katakan kau bohong..." ucap aldy sambil menarik baju dokter tersebut....


"Tenang al, tenang..." ucap stiven yang berusaha menengkan stiven...


"Dokter bodoh, kalian bodoh..." teriak aldy yang tak terimah kenyataan ini...


Segitu dulu hehehe....

__ADS_1


Yang nanyain thor ko lama banget up nya, ko pelit banget up nya, ko nanggung banget up nya...


Hanya satu jawaban author, author anak sekolah yang sudah pasti di sibukan dengan daring dan tugas yang sangat menumpuk, kalau author ada waktu luang pasti author up lebih...


__ADS_2