
Terasa aneh.
Saat ingin memakan makanannya vino melihat calista yang sedang memperhatikan nya dari jauh. Sesuai rencana yang sudah ia atur vino langsung memulai aksi nya. Vino membawa piring nya dan duduk di samping citra, ia mengambil sendok dari tangan citra dan menyuapi citra dengan penuh kasi sayang.
Citra menatap vino dengan tatapan aneh, ia heran dengan prilaku vino yang berubah 180 derat. Vino memberi kode ke citra agar menuruti semua kemauan nya dan citra hanya bisa pasrah dengan apa yang vino lakukan.
Calista yang melihat itu terasa panas seketika, ia tidak menyangka jika vino bisa mendapatkan pengganti nya secepat itu. Ia langsung meninggal kan tempat itu dengan suasana hati yang panas.
Vino yang menyadari calista sudah meninggal tempat itu langsung menghentikan aksi nya, ia meletakkan kembali sendok yang di pegang nya di piring citra.
"Kenapa berhenti." tanya citra yang sebenar nya senang di perilakukan spesial oleh vino.
"Tidak ada, mood ku tiba-tiba hilang." ucap vino.
"Kamu harus tanggung jawab." ujar citra.
"Maksud nya." tanya vino.
"Lakukan sampai makanan yang berada di piring ku habis." ucap citra
"Tidak aku tidak mau, kamu bisa memakan nya sendiri." ucap vino.
"Yasudah aku akan melaporkan pada papah tentang prilaku mu yang semena-mena di kantor kamarin." ancam citra sambil mengambil sendok nya kembali.
"Iya iya akan ku lakukan." ucap vino mengambil sendok dari tangan citra.
Setelah selesai makan siang, vino membawa citra kembali ke vins grup. Citra sedikit bingung karena seharus nya mereka pergi ke hotel bukan kembali ke vins grup.
"Kenapa kita putar arah." tanya citra.
"Maksud nya." tanya balik vino yang tidak mengerti maksud dari citra.
"Bukannya kita harus pergi ke hotel." ujar citra.
"Jadi kamu berharap kita pergi ke hotel beneran." tanya vino.
__ADS_1
"Jadi bukannya kita harus membuat cucu untuk papah." ucap citra.
Vino menaikan satu alis nya, ia tidak menyangka jika ucapan nya tadi di anggap serius oleh citra.
"Apa kamu bersedia melakukan itu." tanya vino dengan serius.
"Sebenar nya aku ragu, jika pernikahan kita berujung perceraian lebih baik kita tidak melakukan nya." jawab citra.
"Jadi kamu berharap kita benar-benar bercerai." tanya vino.
"Aku tidak pernah sedikit pun menginginkan perceraian di antara kita, walapaun pernikahan kita berawal dari kesalahan. Tapi kamu sendiri yang memberikan waktu 90 hari untuk ku agar bisa masuk kadalam hati mu, sekarang apa aku sudah masuk kedalam hati mu?. " ucap citra.
Vino mati kikuk ketika mendapatkan pertanyaan itu, jujur dia masi belum tau
apakah citra sudah masuk kedalaman hati nya apa belum. Yang ia rasakan sekarang hanya rasa nyaman ketika bersama nya. Apa itu juga termasuk cinta?.
"Kamu tidak perlu takut untuk menjawab tidak, aku mengerti membuka hati untuk orang baru itu sulit. Cinta datang bukan karena paksaan tapi ketulusan." ujar citra sambil tersenyum kearah vino.
"Tapi ntah mengapa vin kau terlalu mudah masuk kedalam hati ku." batin citra.
"Aku tau aku setampan itu, tidak perlu menatap ku seperti itu." ujar vino dengan santainya.
Citra langsung membuang wajah nya kesembarang arah. "Emang tidak boleh menatap wajah suami sendiri." ucap citra.
"Bukan tidak boleh, aku takut kamu jatuh hati pada ku." ujar vino.
"Anda terlalu sombong tuan." ucap citra.
Sesampainya di vins grup mereka langsung menuju kurungan mereka berdua, tanpa memperdulikan tatapan aneh dari para karyawan yang melihat kedekatan vino dan citra.
"Seperti nya kita bisa pulang cepat." ucap vino.
"Aku berharap agar bisa lebih lama disini." ujar citra.
"Kenapa." tanya vino.
__ADS_1
"Ntalah, pekerjaan di sini membuat ku lupa akan masalah ku." jawab cita.
Sementara itu di kediaman rumah citra dulu sedang kedatangan tamu yang membuat orang tua citra ketakutan, siapa lagi kalau bukan ardian mafia yang ingin di menikah dengan citra.
"Dasar bodoh." ucap adrian dengan nada yang tinggi.
"Maaf tuan, kami fikir dia tidak akan bertindak sejauh itu." ucap bimo.
"Aku beri waktu kalian satu minggu untuk menemukan nya jika kalian masih tidak menemukan nya jangan harap hidup mu akan bahagia." ucap adrian dan pergi meninggalkan rumah itu.
Orang tua citra langsung berfikir keras agar dapat menemukan citra, mereka sudah mencari citra tetapi citra seperti orang yang tertelan bumi yang sangat sulit sekali di cari.
Tugas citra dan vino telah selesai mereka berdua hanya tinggal santai-santai menunggu waktu pulang. Terlihat citra fokus dengan hp baru nya, ia memasukan semua akun sosmed nya ke dalam hp baru nya itu.
"Ternyata mereka mencari ku" batin citra.
"Citra." panggil vino.
"Iya ada apa." ucap citra sambil menghadap kearah vino.
"Tidak ada aku hanya ingin memanggil nama mu" ujar vino sambil mengaruk-garuk rambut nya.
"Aneh." ujar citra dan kembali fokus dengan hp nya.
"Ada apa dengan ku, kenapa semua terasa begitu aneh." batin vino.
"Kita pulang." ucap vino berdiri dari kursi nya.
"Ayo." ucap citra.
Mereka berdua pun meninggal kan vins grup dan langsung menuju kerumah, saat berada di depan rumah citra melihat andy yang sedang melambaikan tangan nya.
"Itu ka andy." ucap citra.
"Jangan bertemu dengan nya aku tidak suka." ucap vino.
__ADS_1