
"Siapa nama mu." Tanya Vino.
"Nama saya, aww." Ucap wanita itu dan langsung merasakan pusing di kepala nya saat berusaha mengingat nama nya.
"Apa dia hilang ingatan." Tanya Andy.
"Maybe, seperti Calvin dulu." Jawab Vino.
"Siapa nama saya, dimana saya." Ucap wanita itu yang terlihat kebingungan.
"Bagaimana, apa yang harus kita jawab." Kata Aska.
"Kami tidak tau nama mu, kamu tertabrak mobil anak ku." Ucap Vino.
"Tertabrak, awwww." Kepala wanita itu kembali pusing.
"Jika mau kamu bisa tinggal di sini, sampai ingatan mu kembali." Ucap Vino.
"Tidak, saya tidak bisa tinggal di tempat orang yang tidak saya kenal."
"Bekerja saja di sini." Ujar Aska.
"Apa kamu mau, kamu bisa membantu pelayan dia sini." Tanya Vino.
"Iya saya mau tuan, terimakasih."
Untuk sementara waktu nama kamu Tiara." Ucap Vino.
"Tiara, terimakasih tuan." Ucap Tiara.
Setelah itu Vino, Andy dan Aska memilih pergi dari kamar Tiara untuk membiarkan Tiara istirahat. Hari ini cukup melelahkan dan mereka juga harus beristirahat.
__ADS_1
"Sayang." Rengek Calvin.
"Apa lagi sayang, aku lelah." Ucap Nila.
"Kenapa kamu hamil tidak seperti Amanda yang manja pada Alka, malah aku yang manja pada mu."
"Jika aku manja kamu manja, itu tidak baik. Aku harus bisa bersikap dewasa dari mu, seperti tadi saat kamu mendengar kabar jika kak Alka kecelakaan kamu langsung menangis jika aku juga menangis siapa yang akan menenangkan kita."
"Baiklah aku akan bersikap dewasa dari ku, aku janji." Ucap Calvin.
"Aku tidak yakin, tapi yang penting kamu sudah mau berusaha, baiklah." Kata Nila.
"Terimakasih sayang." Ucap Calvin.
Keesokan pagi nya, Calvin dan Alka tidak boleh masuk ke dalam kantor terlebih dulu setelah kejadian yang menimpa Alka kemarin. Dan pengamanan rumah mereka di jaga sangat ketat.
"Aw, maaf." Ucap Tiara yang tidak sengaja menabrak Calvin.
"Calvin, kenapa kau galak sekali." Ujar Vino.
"Galak aku tidak galak yah, aku hanya tegas pada wanita. Ayah tau jika kita berbuat baik pada wanita yang tidak kita kenal mereka pasti akan memanfaatkan kebaikan kita, di situ lah timbul bumbu-bumbu pelakor." Ucap Calvin.
Calvin memang sangat anti dengan yang nama nya, wanita. Apalagi saat ini ia sudah menikah dan harus menjaga jarak pada wanita mana pun.
"Sudah pikiran mu terlalu jauh, ayo ikut ayah." Vino menarik Calvin.
"Awas sampai kau berurusan dengan ku lagi." Ancam Calvin.
Vino menarik Calvin agar tidak menimbulkan masalah, ia tidak habis pikir kenapa Calvin bisa seanti itu dengan seorang wanita.
"Ayah aku tidak suka dengan nya, dia seperti wanita penggoda." Ucap Calvin.
__ADS_1
"Calvin jaga bicara mu, jika dia dengan dan tersungging eh maksudnya tersinggung bagaimana."
"Jika dia tersinggung berarti dia benar-benar wanita penggoda." Ucap Calvin.
"Hadeh, sudah jangan kau pikir kan jika tidka suka jangan dekat-dekat dengan nya, apa kau sudah melihat Alka." Tanya Vino.
"Sudah yah, dia baik-baik saja." Jawab Calvin.
"Aku dengar kau menangis kemarin."
"Dari mana ayah tau." Tanya Calvin.
"Apa yang tidak ku tau, kenapa kau menangis."
"Aku hanya takut terjadi apa-apa pada Alka, dia kawan ku satu-satunya." Ucap Calvin.
"Tidak akan terjadi apa-apa pada nya, sudah sekarang kau lihat dia ajak di berbicara pasti dia sangat suntuk karena hanya bisa di dalam kamar saja." Kata Vino.
"Iya yah, oh iya siapa yang melakukan ini pada Alka, apa ada orang yang tidak suka dengan nya." Tanya Calvin.
"Ayah juga tidak tau, banyak kemungkinan dari kejadian ini dan ayah sedang menyelidiki nya." Jawab Vino.
"Hati-hati yah, jangan sampai terjadi apa-apa, kau ayah ku satu-satunya tidak ada ayah seperti mu lagi di dunia ini." Ucap Calvin.
Calvin berjalan masuk ke dalam kamar Alka, ia membawa laptop dan flashdisk karena ia ingin mengajak Alka menonton.
"Calvin, dari mana saja kau. Aku sangat suntuk." Ucap Alka.
"Hahaha kau merindukan ku." Tanya Calvin.
"Tidak buat apa aku merindukan mu, kau membawa laptop untuk apa."
__ADS_1
"Alka aku baru punya Film dewasa terbaru, ayo kita nobar bersama." Ucap Calvin.