Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 200


__ADS_3

Beberapa hari setelah Sisil berada di Indonesia, ia masih melaporkan apa yang terjadi di rumah keluarga Vins pada Abraham, tidak ada laporan yang penting karena keluarga Vins masih sangat tertutup pada nya.


Hari ini adalah hari pernikahan nya dengan Calvin. Saat ini merasa cukup gugup karena berarti diri nya akan menjadi milik Calvin seutuhnya dan siap menjadi ibu dari anak-anak Calvin nanti, dalam beberapa hari ini Calvin juga sudah tidak menyentuh diri nya walaupun mereka berdua tidur dalam satu kamar yang sama.


"Kamu kenapa sayang," tanya Calvin.


"Aku gugup Calvin, aku belum siap untuk menikah," jawab Sisil.


"Kenapa begitu, aku saja baik-baik saja walaupun ini pernikahan ke dua ku," kata Calvin.


"Kamu baik-baik saja karena ini ke dua kali nya, sedangkan aku pertama kali nya," ucap Sisil.


"Tenang sayang, nanti malam akan malam pertama kita, kamu akan merasakan Calvin Junior lagi sayang," kata Calvin dengan senyum kemesuman nya.


Semua saksi telah berkata sah, Calvin dan Sisil telah resmi menikah. Calvin sangat tampak senang menikah dengan Sisil yang ia anggap Nila.


Di New York, Vino dan Marvin sedang merencanakan penyerangan ke rumah yang di yakini tempat tuan nya Sisil berada. Mereka sudah memantau rumah itu selama beberapa hari ini dan hari ini adalah waktu yang tepat untuk menyerang mereka.

__ADS_1


"Pas yah, rumah itu sangat sepi aku yakin tuan itu ada di dalam, karena menurut informasi dari anak buah kita, tidak ada tanda-tanda bos mereka yang keluar hanya penjaga rumah ini saja yang keluar," ucap Marvin.


"Iya Marvin, gunakan kemampuan mu, kau sudah belajar bukan," kata Vino.


"Pasti yah, akan ku babat habis mereka semua," ucap Marvin penuh percaya diri.


Pasukan Vino mengepung rumah itu agar tidak ada lagi yang kabur dari rumah itu. Pertama-tama mereka berdua mengirim seseorang untuk masuk ke dalam saja untuk melihat situasi di dalam. Ketika semua nya sudah aman mereka berdua langsung bergerak maju ke depan.


Abraham masih santai-satai menikmati uang 35 m yang Calvin berikan. Anak buah nya ia suruh pulang ke rumah karena ia pikir tidak ada lagi musuh yang mengancam nya.


"Dor dor dor." Terdengar suara tembakkan di luar sana.


"Aakkkhhh," teriak Abraham.


"Kau," ucap Abraham saat melihat Vino dan Marvin.


"Kau Abraham," kata Vino.

__ADS_1


"Papah, kau masih hidup."


"Kalian, kalian tidak ada kapok nya mengusik ku," ucap Abraham yang saat ini di penuhi dengan Amarah.


"Hahaha kau yang tidak ada kapoknya mengusik keluarga ku Abraham," ucap Vino.


"Ayah aku rasa Sisil benar-benar Nila, dia orang yang sangat licik yah," kata Marvin.


"Iya Marvin kau benar, aku rasa pun begitu."


"Sekarang kau jelas kan pada ku, kenapa Nila kau ubah menjadi Sisil," bentak Vino.


"Aku tidak tau maksud mu," kata Abraham.


"Tidak tau kata mu uang 35 m itu, milik Calvin dan kata mu kau tidak tau, dasar Gila."


"Dor," satu tembakan kembali melesat menembus kaki Abraham.

__ADS_1


"Ahhkkk kau gila," teriak Abraham.


__ADS_2