
"Apa kau masih memiliki perasaan pada istri ku." Tanya Alka.
"Memiliki nya atau tidak itu bukan urusan mu." Jawab Calvin.
"Hey bodoh, dia istri ku sudah pasti itu menjadi urusan ku, kenapa kau tidak melupakan nya dia sedang mengandung anak ku, berhenti memiliki perasaan pada nya."
"Kau berani memerintah ku, kau tau orang tua mu saja takut dengan ku, dengar Alka aku tidak akan merebutnya istri mu, aku sudah memiliki seorang istri. Perasaan itu datang dengan sendirinya dan akan pergi dengan sendirinya juga, jadi kau tak perlu khawatir." Ucap Calvin.
"Bagus lah, jika kau sadar jika Amanda hanya menjadi milik ku." Kata Alka.
"Iya dia milik mu, aku juga sudah memiliki pengganti nya, dia lebih baik dan lebih pengertian dari istri mu, jadi sekarang berhenti memusuhi ku, kita sudah tidak ada alasan lagi untuk bertengkar dan saling bermusuhan." Ujar Calvin.
"Baiklah, karena aku lebih tuan dari mu, jadi aku yang akan memulai nya, Calvin aku minta maaf jika memiliki kesalahan pada mu..
"Cih, apa ini sudah lebaran sehingga kau meminta maaf pada ku." Potong Calvin.
"Kau yang selalu membuat ku marah, aku belum selesai berbicara." Ucap Alka.
"Ya ya ya ya, aku memaafkan mu, dan aku juga meminta maaf pada mu." Kata Calvin.
"Jadi sekarang kita berteman." Tanya Alka.
"Bukan teman bodoh, kita saudara." Jawab Calvin sampai menjulurkan tangan nya.
"Ya ya ya terserah mu." Alka menerima tangan Calvin.
Mereka berdua merebahkan diri mereka ke atas pasir dan kembali terdiam sambil memandangi bintang-bintang yang sangat indah. Tanpa sadar Calvin tertidur di atas pasir, Alka yang menyadari nya memberikan jaket nya ke atas tubuh Calvin.
"Sayang." Amanda duduk di samping Alka.
"Ada apa, dari mana saja kamu." Tanya Alka.
"Aku dan Nila membuat sesuatu, sebentar lagi dia akan datang. Oh iya dimana jaket mu apa kamu tidak kedinginan."
"Ku berikan ke si bodoh itu, dia mudah sekali tidur." Ucap Alka.
__ADS_1
Tak lama Nila datang kembali dengan membawa piring yang berisi kan makanan.
"Kak." Nila menggoyang kan tubuh Calvin.
Calvin yang tersadar langsung terbangun dari tidurnya. Ia melihat ke arah Nila dan meletakkan kepala nya ke atas tubuh Nila.
"Kenapa tidur." Tanya Nila.
"Angin membuat ku mengantuk." Jawab Calvin.
"Jaket mu." Calvin memberikan kembali jaket Alka.
"Terimakasih." Ucap Alka.
"Sudah jangan menyindir ku, terimakasih tuan Alka." Kata Calvin.
"Sayang kalau dingin begini, enak nya...
Amanda menutup mulut Alka. "Ssttt ada pengantin baru jangan memancing nya." Bisik Amanda.
"Pergi lah." Ucap Calvin.
Calvin membuka satu persatu kancing baju Nila, ia ingin melahap benda milik Nila. Sontak Nila menahan nya.
"Kak di kamar." Ucap Nila.
"Baiklah." Calvin juga ikut membawa Nila masuk ke dalam Vila.
Saat ingin memulai nya kepala Calvin tiba-tiba terasa sangat sakit, bahkan diri nya sampai jatuh ke atas tubuh Nila.
"Kenapa kak." Tanya Nila.
"Tidak papa, hanya sedikit pusing." Calvin memutuskan untuk tidur dengan tangan yang masih berada di dada Nila.
Pagi hari telah tiba, mereka semua terbangun dan sedang sarapan pagi menggunakan roti dan susu hangat.
__ADS_1
"Kenapa dengan mu Cal, wajah mu pucat sekali." Tanya Alka.
"Kenapa dengan suami ku Nilai? "
"Aku juga tidak tau kak, dari tadi malam ia mengeluh kan rasa sakit di kepala nya." Ujar Nila.
"Aaaww sakit sekali." Ucap Calvin.
"Kak, kita pulang sekarang ya, kak Alka ayo bantu suami ku, kita ke rumah sakit." Kata Nila.
"Tidak Nila, aku hanya perlu istirahat." Ucap Calvin sambil berusaha berjalan menuju kamar.
"Akan ku susul." Alka berjalan masuk ke dalam kamar Calvin.
Calvin sedang berbaring di atas ranjang, dengan memegang kepala nya yang semakin terasa pusing.
"Ada apa dengan Cal, kau sering sakit kepala." Tanya Alka.
"Aku juga tidak tau, ini sangat menyakitkan." Jawab Calvin.
"Dulu, ketika aku aku lelah dan pusing dalam pekerjaan, aku bermain solo." Ucap Alka.
"Bermain solo bagaimana." Tanya Calvin.
"Kau terlalu polos." Jawab Alka sambil memberikan Kode menggunakan tangan nya.
"Oh itu aku tidak pernah melakukan nya, tapi teman teman ku di Amsterdam pernah melakukan nya." Ucap Calvin.
"Lakukan lah, mana tau kepala mu tidak pusing lagi." Kata Alka.
"Baiklah." Ucap Calvin.
"Tunggu, aku keluar dulu." Alka berlari keluar dari kamar Calvin.
"Nila bantu suami mu, masuk lah ke dalam kamar." Ucap Alka.
__ADS_1