Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 74


__ADS_3

"Tidak Alka, aku ingin pergi, buat apa aku di sini, kau dengar tadi dia bukan ayah ku, aku tidak membutuhkan ayah seperti diri nya." Ucap Calvin kali ini Calvin sama sekali tidak menangis.


"Kau tetap berada di sini, istri mu sedang hamil dan kau mau pindah kemana." Tanya Alka.


"Aku mempunyai rumah Alka, bahkan lebih besar dari rumah ini, dia pikir dia orang terkaya di negeri ini." Jawab Calvin.


"Ayo sayang ikut dengan ku, kamu harus ikut suami mu kemana pun dia pergi." Kata Calvin.


"Tapi sayang, aku tidak bisa pergi, kita di sini saja ya." Ucap Nila.


"Sayang ikut dengan ku ya, kamu akan bahagia percaya pada ku sayang."


"Hey hey, kau ingin meninggalkan abang mu ini, mana mungkin aku bisa hidup tanpa keusilan dan tangisan mu, tidak kau tidak boleh pergi. Aku selalu percaya dengan mu."


"Kau percaya dengan ku, aku tidak melakukan apa-apa pada nya." Tanya Calvin.


"Aku percaya Calvin, aku percaya diri mu, kita buktikan pada papah jika kau tidak bersalah." Jawab Alka.


"Terimakasih Alka, aku beruntung memiliki abang seperti mu hiks hiks hiks." Calvin menangis di dalam pelukan Alka.


Perkataan Vino tadi benar-benar sangat menusuk hati nya. "Aku tau aku tidak memiliki ayah, tapi kenapa dia berkata seperti itu."


"Kau tidak perlu mempunyai ayah, ada aku yang bisa menjadi abang dan ayah mu, kau tenang saja." Ucap Alka.


"Aku tidak mau berbicara dengan nya, aku sangat membenci nya." Ucap Calvin.

__ADS_1


"Iya kau tenang saja, aku orang terdepan yang membela mu."


"Mas apa maksud mu, kau marah pada Calvin tanpa tau yang sebenarnya." Ucap Citra.


"Sayang sudah, aku sedang sangat pusing. Nanti aku yang menyelesaikan ini semua." Kata Vino.


Keesokan harinya hubungan Vino dan Calvin masih belum membaik, dari sore kemarin kedua nya tidak ada makan malam bersama, Vino makan di kamar nya dan begitu juga dengan Calvin.


Pagi ini mereka berdua bertemu di ruang makan untuk sarapan pagi. Tidak ada yang saling menyapa hanya diam dan larut dalam pikiran mereka masing-masing.


"Alka nanti ikut dengan ku." Ucap Vino.


"Aku ingin pergi bersama Calvin." Kata Alka.


"Kau tidak mau pergi dengan papah mu." Tanya Vino.


"Alka, lancang sekali kau." Bentak Vino.


"Diam, apa kalian tidak bisa bertindak dewasa, kami sedang makan jika kalian ingin bertengkar keluar dari ruangan ini." Ucap Andy dengan nada yang tinggi.


"Ayo Calvin, aku sudah kenyang." Ucap Alka.


"Mau kemana sayang." Tanya Amanda.


"Ingin mencari bukti jika adik ku tidak bersalah." Jawab Alka dan pergi meninggalkan ruangan itu.

__ADS_1


"Alka terimakasih." Ucap Calvin.


"Untuk apa." Tanya Alka.


"Membela ku dan memilih ku." Jawab Calvin.


"Calvin aku membela dan memilih mu karena aku yakin kau tidak bersalah. Kita harus membuktikan jika kau tidak bersalah."


"Apa rumah ini ada CCTV-nya." Tanya Calvin.


"Ada, kita lihat CCTV saja, ayo." Jawab Alka.


Mereka berdua langsung menuju ruangan CCTV-nya dan langsung mencari rekaman kemarin di depan kamar Tiara.


"Bagaimana bisa tidak ada." Ucap Alka.


"Aku yakin dia telah menghapus nya." Kata Calvin.


"Alka buka CCTV-nya yang mengarah keruangan ini." Ucap Calvin.


"Semua rekaman sudah di hapus bagaimana bisa, seperti nya dia bukan orang sembarangan Calvin, kita harus lebih berhati-hati." Kata Alka.


"Aku sudah curiga dari dia datang, bagaimana bisa luka nya ringan tapi bisa hilang ingatan itu terlalu di buat-buat."


"Tenang Calvin kita pasti bisa membongkar semua nya." Kata Alka.

__ADS_1


"Iya Alka aku juga yakin itu, aku ingin membuktikan pada nya jika aku tidak bersalah dan dia akan menyesal membela wanita itu." Ucap Calvin.


"Hahahaha bagus, buat mereka berdua semakin bertengkar, jangan sampai mereka berdua berbaikan lagi, itu akan membuat ku mudah untuk menghabisi mereka berdua. Stiven bersiap lah." Ucap Abraham.


__ADS_2