Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 138 S2


__ADS_3

Malam yang dingin telah berakhir, kini malam itu telah berganti menjadi pagi yang indah. Perlahan citra membuka mata nya ia merasakan ada tangan yang sedang menimpah perut nya.


"Tampan." ucap citra saat melihat wajah vino yang masi terlelap dengan tidurnya.


Citra menatap wajah vino cukup lama, ia masi tidak menyangka bisa bertemu bahkan menikah dengan sang model idola nya.


"Sayang wajah dan sikap nya sangat bertolak belakang." ucap citra dan bangkit dari kasur nya untuk membantu ibu mertua nya membuat kan sarapan pagi.


Di dalam dapur sudah ada stiven yang tenga membantau bella memasak.


"Pagi." ucap citra.


"Pagi sayang." jawab bella.


"Sayang kan sudah ada menantu, aku masuk kedalam kamar lagi ya." ucap stiven.


"Tidak ada, kamu harus menyelesaikan hukuman mu terlebih dahulu baru boleh masuk kedalam kamar." ujat bella.


"Hmmm baiklah." ucap stiven dan kembali melanjutkan pekerjaan nya.


Citra yang melihat momen itu hanya bisa tertawa di dalam hati nya, ternyata tuan stiven yang terkenal dingin dan kejam takut dengan istri nya.


Setelah menyelesaikan tugas nya stiven kembali masuk kedalam kamar untuk bersiap pergi kekantor, sebelum itu ia ingin bertanya sesuatu terlebih dahulu pada citra.


"Citra, kamu kulia jurusan apa." tanya stiven.


"Bisnis pah." jawab citra.


"Apa kamu bisa membantu papah mertua mu ini." ucap stiven.


"Membantu apa pah." tanya citra.


Stiven menjelaskan semua yang harus di lakukan citra, awal nya citra menolak apa yang di minta stiven tetapi setelah memikirkan nya lagi ia bersedia membantu papah mertua nya itu.


"Mungkin ini dapat mempermudah ku untuk lebih dekat dengannya." batin citra.


Seluruh keluarga sudah berkumpul di ruang makan untuk melaksanakan sarapan pagi, vino sedikit bingung saat melihat citra yang menggunakan pakaian formal, sebenar nya ia ingin bertanya tetapi rasa gengsi di dalam diri nya membuat nya mengurung kan rasa penasaran itu.


"Mulai sekarang citra menjadi sekretaris pribadi mu." ujar stiven.


"Uhukuhukuhuk." vino terdesak roti saat mendengar ucappan dari stiven.


Dengan sigap citra mengambil kan vino air meneral dan vino pun meminum nya sampai habis.


"Biasa saja napa vin." ujar bella.

__ADS_1


"Apa dia tidak merepotkan ku nanti nya." ucap vino.


"Dia siapa, ingat vin yang kamu Panggil dengan kata dia itu istri sah mu." ujar bella.


"Sudahlah terserah kalian berdua." ucap vino dan pergi meninggalkan ruang makan.


"Ka aku ikut." teriak citra berlari menyusul vino.


"Apa kamu bisa menyetir mobil." tanya vino.


"Bisa, ada apa ka." tanya balik citra.


"Kamu yang membawa mobil nya." ucap vino langsung masuk mobil.


"Baiklah ini tidak buruk." batin citra.


Citra langsung membawa mobil menuju vins grup, sesekali ia melirik kearah vino yang tenga memejamkan mata nya.


"Apa ketampanan ku lebih penting dari jalan raya." ujar vino dengan masi memejam kan Mata nya.


"Maaf." ucap citra.


Sesampainya di vins grup citra dan vino langsung keluar dari mobil, ternyata sudah ada calista yang sedang menunggu nya. Caliata sedikit heran melihat vino keluar mobil dengan wanita lain.


Vino yang menyadari kedatangan calista langsung memegang tangan citra dengan erat, ia juga memberi kode ke citra agar menuruti semua kemauan nya.


"Vin siapa perempuan ini." tanya calista.


"Apa itu penting untuk mu." tanya balik vino.


"Penting sangat penting, karena kamu pacar ku." jawan calista.


"Mantan pacar." ucap vino dengan nada yang sangat menekan.


"Apa selerah mu menurun drastis." tanya calsita.


"Maksud mu." tanya balik vino.


"Kau dekat dengan pegawai kantor mu yang level nya jauh di bawah ku." ucap calista.


"Apa level di tentukan dari pekerjaan, menurut saya level anda jauh di bawah saya. Betapa tidak malu nya anda mengaku menjadi pacar orang lain sedangkan orang itu sudah mencampakan anda." ujar citra.


"Ayo ka kita masuk." ucap citra menarik tangan vino untuk masuk kedalam vins grup.


Vino sedikit kaget melihat apa yang dilakukan citra tetapi ia sangat puas saat melihat wajah calista yang berubah seketika.

__ADS_1


"Maaf." ucap citra dan melepaskan tangan vino.


"Hmmm." jawab vino.


Mereka berdua langsung naik kelantai paling atas, sebelum masuk kedalam ruangan nya vino di minta stiven untuk menunggu nya di dalam ruangan nya.


"Wow mewah sekali." ucap citra saat masuk kedalam ruangan stiven.


"Berikan nomor hp mu." ucap vino.


"Aku tidak mempunyai hp." ujar citra.


"Apa, kamu hidup di zaman apa." ucap vino.


"Hp ku hilang." ujar citra berbohong, sebenarnya hp nya di tinggal di rumah orang tua nya.


Vino kembali diam, ia fokus dengan hp milik nya sedangkan citra berkeliling di dalam ruangan stiven yang menurut nya sangatlah mewah.


Tak lama yang mereka tunggu datang, stiven langsung duduk di kursi kebesaran nya sedangkan citra dan vino berdiri di hadapannya.


"Vin mulai sekarang tugas kamu daddy tambah karena sebentar lagi usai kamu genap 24 tahun dan kamu langsung daddy angkat sebagai ceo vins grup.


"Apa secepat itu dad." tanya vino.


"Lebih cepat lebih baik vin." jawab stiven.


"Baiklah aku ikut gimana baik nya." ucap vino.


"Semua pergerakan kamu istri kamu yang mengawasi, ia juga akan membantu mu menyelesaikan tugas yang ku beri, ingat vin jika kamu berbuat yang tidak-tidak istri mu akan langsung melaporkan nya pada daddy." ucap stiven.


"Baik dad." ujar vino.


Vino dan citra pergi meninggalkan ruangan stiven dan langsung menuju kedalam ruangan nya yang sudah mengalami sedikit perubahan. Sudah ada meja dan tempat duduk untuk citra sedangkan di meja vino sudah menumpuk berkas yang ia harus kerjakan.


Vino memberiakan citra berkas-berkas yang tidak terlalu sulit untuk ia kerjakan, dan citra dengan semangat mengerjakan itu. Tanpa vino ketahui citra kulia di bidang bisnis di eropa yang membuat kemampuan nya tidak usah di rugukan lagi. Ia dengan mudah mengerjakan tugas yang di berikan vino.


Setelah beberapa jam berlalu citra kembali ke meja vino untuk meminta tugas yang lainnya karena tugas yang tadi sudah selesai.


"Kenapa cepat sekali, apa kau serius dengan pekerjaan mu." ucap vino.


"Aku sangat serius, sekarang kamu bisa periksa hasil pekerjaan ku." ucap citra sambil memberikan berkas yang ia kerjakan tadi.


Vino membuka dan mengamati berkas itu, ia sangat terkejut kerena citra melakukan pekerjaan nya dengan baik tanpa kesalahan sedikit pun.


"Buat kan aku kopi terlebih dahulu." perintah vino.

__ADS_1


__ADS_2