
Calvin hanya bisa tersenyum saat melihat betapa bahagianya Nila, wajahnya dihujani ribuan ciuman dari bibir manis Nila.
"Sayang sudah." Ucap Calvin.
"Aku sangat senang, sayang." Kata Nila yang masih memeluk Calvin dengan erat.
"Aku juga sangat senang, apalagi aku mengingat semua nya. Oh iya perlakuan ayah mu pada ku sangat berbeda, ayah mu sangat menyayangi ku saat ini, aku seperti anak kandung nya."
"Aku juga sempat berpikir seperti itu, seperti nya dia sangat merasa bersalah karena pemukulan kepala mu saat itu."
"Malahan aku bersyukur di pukul oleh ayah mu, meskipun sakit luar biasa tapi dengan itu kamu tidak marah pada ku, dan tidak menuntut cerai dari ku." Ucap Calvin.
"Maaf, aku salah, jika aku tidak kekanak-kanakan pasti kami tidak akan kena pukul."
"Sudah sayang, jangan di bahas lagi. Sekarang kita mulai semua nya dari awal lagi, dan kita harus menjaga bayi kita dengan sangat baik." Kata Calvin.
"Itu pasti, bayi ini adalah anugerah untuk kita berdua." Ucap Nila.
Calvin mulai bertingkah seperti Calvin yang dulu, tengil dan tidak dapat menerima perintah dari siapapun. Kali ini ia ingin sekali menyentil Alka yang selama ini selalu memerintah nya.
Calvin melewati Alka begitu saja tanpa menegurnya, ia sengaja melakukan itu untuk mengetahui bagaimana ekspresi wajah Alka nanti.
"Calvin, kau mau kemana." Tanya Alka.
"Minum, aku ingin membuat jus juga untuk istri ku." Jawab Calvin.
"Aku juga ingin jus, bisa kau buatkan untuk ku."
"Ha, kau memerintah ku, Alka apa kau lupa aku tidak menerima perintah dari siapapun." Kata Calvin.
Alka menaikan satu alis nya, ia masih belum sadar jika Calvin sudah kembali seperti dulu. "Ada apa dengan mu, selama ini kau tidak pernah membantah ku." Ucap Alka.
__ADS_1
"Itu dulu saat aku sakit Alka, terimakasih telah merawat ku dengan baik, meskipun kau menyebabkan kau sangat baik dan abang ipar yang sempurna." Kata Calvin.
"Jadi kau sudah sembuh, kau sudah mengingat semua nya." Tanya Alka sambil mendekati Calvin.
"Iya Alka, aku sudah mengingat semua nya." Jawab Calvin.
"Akhirnya." Alka langsung memeluk Calvin.
"Aku sangat berterimakasih pada mu, terimakasih untuk semua nya, aku janji akan membalas semua kebaikan mu pada ku." Kata Calvin.
"Jangan pikirkan itu, kau hanya perlu tidak sakit lagi. Walaupun Calvin yang sakit lebih menyenangkan dari pada Calvin yang tidak sakit." Ucap Alka.
"Hahaha, kau sudah puas memerintah ku, baiklah ini terakhir kali nya aku menuruti perintah mu, dan ingat Calvin tidak menerima perintah dari siapapun, mungkin kecuali ayah." Kata Calvin.
Calvin benar-benar membuatkan jus untuk Nila dan juga Alka, karena sudah ada alat yang sangat mudah digunakan Calvin sama sekali tidak kesulitan walaupun ia baru pertama kali memakai alat itu.
"Sedang apa cal." Tanya Amanda.
"Owww untuk istri mu."
"Iya dan untuk suami mu juga." Kata Calvin.
"Untuk Alka aku saja yang membuat nya, kau buat saja untuk istri mu."
"Sudah siap Amanda, aku pergi dulu, oh iya kamu beres kan semua ini ya." Ucap Calvin.
"Apa dia benar-benar Calvin." Batin Amanda.
"Big bos, ini jus untuk mu, jus buah pepaya." Ucap Calvin.
"Buah pepaya kau jus." Tanya Alka.
__ADS_1
"Hahaha tidak kau lihat warna nya, ada buah pepaya berwarna merah mudah."
"Terimakasih pelayan ku. Oh iya ayah mencari mu." Ucap Alka.
"Ayah siapa." Tanya Calvin.
"Ayah Vino." Jawab Alka.
"Kau memanggil ayah juga, tidak bisa." Ucap Calvin.
"Hey yang menantu di keluarga ini bukan hanya kau, tapi aku juga jadi bebas aku ingin memanggil ayah mertua ku apa." Ucap Alka.
"Tidak boleh, panggilan itu hanya untuk ku, kau bisa memanggil nya paman atau papah." Calvin pergi meninggalkan Alka untuk mengantarkan jus untuk istri nya.
Setelah memberikan jus itu, Calvin masuk ke dalam ruang kerja Vino, ini pertama kali nya Calvin masuk ke dalam ruangan yang sangat besar dan rapi itu.
"Kau sudah datang." Tanya Vino.
"Yah, ini ruang kerja mu, kenapa besar dan mewah sekali."
"Karena ini tempat dimana aku banyak menghabiskan waktu, jadi aku harus membuat nya senyaman mungkin."
"Ada apa ayah memanggil ku, untuk membicarakan tentang marvel grup." Tanya Calvin.
"Kau tau marvel grup."
"Jelas tau yah, aku berasal dari sana. Mommy ku sudah meninggal dan pasti marvel grup sedang kosong."
"Calvin, kau sudah mengingat semua nya." Tanya Vino.
"Sudah yah, aku sudah mengingat semua ingatan ku, tapi seperti nya." Jawab Calvin.
__ADS_1