
Mereka tampak sangat bersemangat mengelilingi kota di sore hari, bella mengajak stiven dan yang lainnya mampir ka taman kota, tanpa mereka sadari ada seseorang yang sedang mengikuti mereka sedari tadi...
"Wah sejuk sekali udara nya..." ucap ariska...
"Lihat danau itu, aku jadi ingin berenang di situ..." ucap bella...
"Kamu yakin sayang..." ucap stiven...
"Tidak aku becanda, aku tak bisa berenang..." ucap bella...
"Aku penasaran dengan apa yang mereka makan..." ucap aldy sambil melihat anak kecil yang sedang memakan sesuatu...
"Itu kerak telur, apa kau mau ka..." ucap bella...
"Apa rasa nya enak..." ucap aldy...
"Iya aku juga tidak perna memakan makanan itu..." ucap stiven...
"Dari pada penasaran ayo kita cari penjual nya..." ucap ariska...
Mereka pun mencari penjual kerak telur itu, dan tak lama mereka menemukan penjual yang sudah tua...
"Kek kerak telur nya dua ya..." ucap bella...
"Kenapa dua kita kan berempat..." ucap aldy...
"Agar romantis..." ucap bella...
Tak lama kerak telur itu jadi, saat ingin membayar nya kakek itu berkata...
"Cinta kalian begitu besar, jika kalian tidak bisa bersartu di dunia, percayalah ada tempat yang lebih baik dari dunia ini..." ucap kakek itu...
"Maksud kakek..." ucap stiven...
"Tidak nak, terimakasih..." ucap kakek dan mengambil uang itu...
Mereka pun menuju tempat duduk yang berada di taman itu sambil memakan kerak telur yang mereka beli tadi...
"Ternyata rasa nya enak..." ucap aldy...
__ADS_1
"Iya kenapa aku baru tau ada makanan seenak ini..." ucap stiven...
"Selama ini kalian hidup dimana si, makanan dari negara sendiri tidak tau..." ucap ariska...
"Ris seperti nya mereka bukan berasal dari dunia, tapi dari luar angkasa..." ucap bella...
"Iya bell, lihat la mereka alien uang sangat tampan..." ucap ariska...
"Enak saja alien..." ucap aldy kesal...
"Kami hanya tidak ada waktu untuk mencari makanan seperti ini..." ucap stiven...
"Habis ini kita kemana..." ucap stiven...
"Pulang saja, sudah mau gelap..." ucap bella...
Orang yang mengikuti mereka sedari tadi berada di balik pohon dengan memegang senjata. dan mengarahkan senjata itu kearah bella...
Stiven yang menyadari ada seseorang di balik pohon yang sedang mengarah senjata ke bella berniat untuk menarik bella tapi sudah terlambat senjatah itu sudak di tembakan...
"Dor..dor...dor..." beberapa peluruh lepas...
"Bella..." teriak stiven dan memeluk bella agar peluruh itu tidak mengenai bella...
Di perjalan menuju rumah sakit ariska dan aldy tidak berhenti-hanti nya menangis, mereka terus menerus memanggil nama bella dan stiven. Sedangkan keluarga yang lainnya yang di kabari aldy langsung panik dan menujuh rumah sakit...
Sesampai nya di rumah sakit bella dan stiven langsung di larikan ke ugd, bella terpaksa langsung di operasi untuk menyelamatkan nyawa bayi nya...
Seluruh keluarga berada di depan ugd menunggu kabar dari dokter, semua tampak menangis histeris karena kejadian ini sama sekali tidak terduga...
"Bella al.. bella..." ucap yamsin...
Aldy tidak bisa berbicara hati nya begitu hancur melihat dua orang terdekat nya dalam keadaan yang tidak baik, apalagi dia menyaksikan kejadian itu...
Aldy membentur kan tangan nya ke tembok rumah sakit, dengan begitu ia berharap rasa sakit di hati nya bisa berkurang tetapi tidak rasa itu semakin sakit sampai ia jatuh tersungkur di lantai...
"Ka..." ucap ariska memeluk aldy dengar erat...
"Aku bodoh, aa..ku tidak bergunah..." ucap aldy....
__ADS_1
Semua orang kacau tidak ada yang berhenti menangis, mereka berada di depan ruangan ugd sampai beberapa jam untuk menunggu kabar dari dokter....
Tak lama dokter keluar dari ruang ugd dengan raut wajah yang tidak bisa di artikan...
"Bagaimana dok..." ucap iqbaal yang mewakili mereka semua karena iqbaal lah yang masi sanggup berdiri dan berbicara...
"Kedua bayi dapat di selamat kan, tetapi ibu dan ayah mereka kehilangan banyak dara yang membuat mereka berdua koma..." ucap dokter...
"Lalu bagaimana dok..." ucap iqbaal...
"Sebentar lagi pasien akan di pindahkan ke ruang rawat inap..." ucap dokter...
"Letakan mereka dalam satu ruangan yang sama..." ucap iqbaal...
"Baiklah, akan kami lakukan..." ucap dokter...
Stiven dan bella berada di dalam ruangan yang sama, kedua nya terlihat sangat pucat dengan berbagai macam alat medis di tubuh mereka berdua...
Bayi mereka berdua juga di letakan dalam ruangan yang sama, bayi tampan dan cantik yang memeperlihatkan ekpresi sedih seakan mereka tau keadaan orang tua mereka berdua...
"Bell, bangun bell..." ucap aldy yang berada di depan samping bella...
"Stive kenapa kau selemah ini, aku benci dengan orang yang lemah, ku mohon bangun stive..." ucap aldy dan kembali terjatuh di lantai...
Seluruh tubuh nya begitu lemas, tidak ada tenaga untuk hanya sekedar ia bisa berdiri, tak hanya aldy semua orang yang berada di tempat itu tidak ada yang mampu untuk berbicara tangisan mereka la yang bisa menggambarkan suasana mereka masing-masing...
Tak lama devan dan dini masuk kedalam ruangan itu, mereka berdua juga tidak bisa berkata apa-apa, ini kedua kali nya devan melihat stiven seperti ini, kali ini tidak ada yang bisa memberi rasa kuat dan tegar karena orang itu juga dalam kondisi yang sama...
"Aku dimana..." ucap bella yang sedang berada di dalam ruangan yang begitu gelap sangat gelap.
Samar-samar terdengar suara tangisan bayi, bella mengikuti arah tangisan itu, betapa senang nya ia saat melihat dua orang bayi lucu yang sangat mirip dengan nya dan stiven...
"Bukan nya mereka berdua mirip dengan kita..." ucap stiven yang datang dari arah belakang bella...
"Iya sayang, mereka sangat mirip dengan kita..." ucap bella...
Saat bella ingin menyentuh bayi itu, aldy datang dan menggendong bayi itu lalu pergi dari hadapan bella, ntah mengapa bella sama sekali tidak bisa menghentikan itu...
"Ka bayi ku..." ucap bella...
__ADS_1
"Ikut dengan ku..." ucap stiven dan menarik tangan bella...
Segitu dulu ya...