Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 183


__ADS_3

"Ayah tolong aku yah," ucap Nathan yang sudah banjir air mata.


"Nat, tenang nat ada aku di sini, jangan takut nat," kata Marvin yang berusaha menenangkan adik nya.


"Nathan, kau selalu berkata kasar pada ku kan, sekarang kau akan menerima semua nya Nathan."


"Aku salah menilai mu, pakaian mu tertutup tapi kelakuan mu seperti dajal, ayah ku akan membunuhmu Noya," ucap Nathan.


"Cih kau kira aku takut," kata Noya sambil mendekati Nathan, saat ini hanya menggunakan celana pendek karena pakaian nya sudah di lepaskan oleh Noya sebelum diri nya di bawa ke tempat ini.


"Jangan kau apa-apakan adik ku Bajingan. Wanita kotor," teriak Marvin.


"Kau mau apa," tanya Nathan.


Nathan mulai panik saat tangan Noya mulai menyentuh kulit nya, ntah apa yang di pikir kan Noya sampai nekat melakukan hal itu.


"Kau ternyata nafsuan ya, liat adik mu sudah bangun."

__ADS_1


"Aku tidak mau melakukan nya nya dengan mu, kau wanita busuk, aku tidak mau," bentak Nathan.


"Marvin tolong aku, Marvin aku tidak mau Marvin," ucap Nathan.


"Jangan lakukan apapun pada nya, kau boleh melakukan hal apapun pada ku, tolong aku mohon," ucap Marvin.


"Oh iya kau mau menjadi pahlawan kesiangan nya, aku tau masalah hidup mu, bukan nya kau merasa selalu di sisihkan oleh orang tua mu, kau merasa tidak pernah di perhatian oleh orang tua mu, kau merasa orang tua mu hanya sayang pada Nathan," kata Noya.


Noya mata-mata yang sangat cerdas ia memang di tugas kan memperhatikan Nathan dan Marvin.


"Kau merasa begitu Marvin, aku adik mu dan kau cemburu pada ku, kau merasa seperti itu pada ku," ucap Nathan.


"Jangan bohong, kau selalu membohongi perasaan mu," ucap Noya.


"Kenapa Marvin, kenapa kau berpikir seperti itu pada orang tua kita. Apa orang tua angkat mu benar-benar memberikan pengaruh buruk pada mu."


"Nathan Iya aku merasa seperti itu, aku merasa ayah jauh lebih sayang pada mu. Hal itu memang fakta Nathan, jangan salahkan orang tua angkat ku, mereka memang buruk tapi mereka tidak pernah pilih kasih pada ku," ucap Marvin.

__ADS_1


"Wah ini sangat menarik, aku semakin suka. Jika bos tau aku yakin mereka juga akan suka dengan kehancuran keluarga Vins." Noya tertawa dengan puas.


"Kau tau Nathan, apa yang ayah katakan saat kau hilang. Aku yang tidak tau apa-apa atas kehilangan mu, di salah kan oleh ayah. Aku di minta mencari mu dengan bentakan, dan aku tidak di perbolehkan pulang jika tidak menemukan mu, semua yang terjadi pada mu adalah kesalahan ku. Apa aku salah merasakan jika ayah jauh lebih sayang pada mu."


"Marvin," ucap Nathan.


"Bawa aku terserah kau mau berbuat apa pada ku, jangan sakiti diri nya atau aku yang akan terus di salahkan oleh ayah ku sendiri," kata Marvin.


"Baik lah jika itu mau mu, tapi tidak semudah itu aku membiarkan nya." Noya mendekati Nathan dan memberikan sesetan di tubuh Nathan berbentuk silang.


"Ahhhkkkk," teriak Nathan.


"Kau gila, jangan lakukan apapun pada nya."


"Diam setelah ini kau juga akan mengalami hal yang sama." ucap Noya.


"Jaga dia, aku ingin bersenang-senang dulu dengan pria ku ini," kata Noya.

__ADS_1


"Maaf sayang, ini demi Nathan, aku akan tetap berusaha untuk tidak mengkhianati mu," batin Marvin.


__ADS_2