Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Part Bonus 5


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu. Hubungan Nathan dan Fiyya sudah sangat dekat. Bahkan Nathan sudah berniat untuk menembak Fiyya sebagai pacar nya.


Di tempat lain. Vino masih fokus dengan masalah perusahaan Calvin, hal itu membuat nya sedikit lengah dengan perusahaan nya sendiri. Sampai tiba Vino mendapatkan panggilan dari perusahaan.


"Apa!! bagaimana bisa?" Vino benar-benar kebingungan kenapa ada saja yang menyerang perusahaan nya.


"Nathan, Calvin." Vino mematikan sambungan telepon itu.


Nathan dan Calvin sama sama sedang keluar. Nathan izin ke perusahaan untuk bertemu dengan teman nya, sedangkan Calvin juga pergi ke perusahaan untuk melihat perkembangan Marvel grup yang sedang di bangun.


"Ada apa Vino," tanya Stiven.


"Ada hacker yang menyerang perusahaan kita dad, dan Nathan serta Calvin sedang ada di luar sana. Aku sangat takut terjadi apa apa pada mereka berdua," jawab Vino.


"Kita cari mereka," ucap Stiven.


Nathan membawa mobil nya ke sebuah tempat, Nathan berbohong ingin ke perusahaan pada daddy nya sebenarnya ia ingin bertemu dengan Fiyya di sebuah tempat yang cukup jauh dari perkotaan.


"Dimana dia, kenapa sangat membingungkan sekali," kata Nathan.


"Sayang." Fiyya melambaikan tangan nya.

__ADS_1


Nathan menghentikan mobilnya. Ia langsung turun dari dalam mobil dan memeluk Fiyya. Tak lama kepala Nathan terasa sangat pusing dan Nathan tiba-tiba jatuh pingsan. Pakaian yang Fiyya kenakan sudah di beri obat tidur. Nathan tepat mencium pundak Fiyya yang menjadi tempat tersebar nya obat tidur.


"Hahaha satu orang sudah tertangkap." Fiyya meminta anak buah nya membawa Nathan pergi dari sana.


Berbeda dengan Nathan, Calvin benar-benar ke perusahaan. Tetapi tiba tiba saat sedang di tempat sepi ban mobil nya pecah karena tembakan dari seseorang. Calvin langsung oleng dan menabrak pembatas jalan.


"Ahkkkk." Teriak Calvin. Untung saja Calvin sedang tidak mengebut, tidak ada luka yang berarti pada diri nya.


Saat keluar dari mobil Calvin sudah di todong pistol dari beberapa penjuru, hal ini membuat Calvin tidak bisa bergerak kemana-mana.


"Ikut kami." Mereka langsung membawa Calvin pergi dari tempat itu.


Calvin dan Nathan di bawa ke tempat yang saman, sebuah gedung kosong yang sudah terbengkalai.


Tak lama Nathan membuka mata nya, ia benar-benar terkejut dengan dirinya yang sudah terikat, apalagi melihat Fiyya dan seseorang yang ia kenal di samping nya.


"Calvin," ucap Nathan.


"Nat, kau sudah bangun."


"Lepaskan aku," teriak Nathan.

__ADS_1


"Untuk apa melepaskan mu," kata Jhon sambil mendekati mereka berdua.


"Paman," ucap Nathan.


"Hay Nathan senang bertemu dengan mu kembali."


"Apa yang paman lakukan, Fiyya? kamu juga bergabung," kata Nathan.


"Maaf Nathan, aku memang memiliki perasaan lebih pada mu tetapi aku tidak bisa melepas tugas dari ayah ku."


"Hahaha aku senang semuanya sudah berkumpul. Calvin terimakasih untuk semuanya, karena mu aku tau Nathan," ucap Jhon.


"Karena aku?"


"Hahaha, kau lupa diri mu sangat terkenal di kalangan pebisnis, siapa yang tidak tau pewaris utama Marvel grup. Nathan sangat di jaga ketat oleh Vins grup aku tidak tau jika dia pewaris utama Vins grup. Tapi karena kedekatan mu dengan Nathan aku jadi tau siapa Nathan."


"Cih, aku terlalu terkena masalah jika dekat dengan mu Calvin. Berhenti dekat dekat dengan ku," ucap Nathan.


"Fiyya aku benar-benar kecewa padamu, kau hanya memanfaatkan kebaikan ku pada mu."


"Maaf Nathan, tapi aku juga lebih suka pada Calvin dia jauh lebih baik dari mu."

__ADS_1


"Dan kau sumber masalah." Nathan memberikan tatapan tajam pada Calvin. Jhon sengaja mengadu domba mereka berdua. Jika ada perang Dingin antara dia pewaris perusahaan besar pasti akan sangat mengasikkan.


__ADS_2