Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 16


__ADS_3

"Aaahhhh sakit." Teriak Alka.


Amanda merasa tidak tega pada Alka, untuk membuka pakaian dalam nya saja Alka tidak bisa, tubuh Alka terasa sangat sakit semua, ia yakin ayah dan papah nya memberikan hukuman yang sangat berat pada Alka.


"Boleh aku bantu." Tanya Amanda.


"Kamu mau membantu ku."


"Iya." Amanda mendekati Alka dan mulai membantu nya, rasa benci nya pada Alka tidak bisa membuat diri nya tega membiarkan Alka tersiksa seperti itu. Walaupun saat mengingat perlakuan Alka pada nya masih terasa sangat sakit.


Alka hanya memakai celana pendek saja, karena Amanda ingin mengobati luka dan lebam di tubuh Alka.


"Awww sakit, perih." Ucap Alka dengan suara yang sangat lirih, karena diri nya benar-benar sudah kehabisan tenaga. Kejadian di gudang penyiksaan kemarin membuat diri nya sadar akan kesalahan nya. Ia sangat menyesal melakukan hal buruk pada Amanda.


Bayangan Vino dan Aska yang sangat marah pada nya terus memenuhi otak nya, pukulan, pecutan, tendangan semua mengenai tubuh nya. Air mata nya juga sudah habis saat memohon ampun pada kedua orang tua Amanda, tapi mereka berdua masih tidak mengampuni diri nya sampai diri nya jatuh pingsan.


"Separah ini." Batin Amanda yang merasa sangat tidak tega pada Alka.


Setelah mengobati luka Alka, Amanda mengambil makan untuk nya, ia tahu betul jika Alka belum makan apapun dari kemarin.


"Makan lah." Ucap Amanda sambil memberikan sepiring nasi pada Alka.


"Terimakasih." Alka mengambil piring itu.


Alka sangat kesulitan sekedar untuk mengarahkan sendok ke mulut nya. Amanda mengambil piring dan sendok itu dan mulai menyuapi Alka makan.


"Kita sudah menikah." Ucap Alka.


"Aku tau itu." Jawab Amanda dengan nada yang sedikit jutek.


Alka kembali diam ia merasa belum saat nya untuk berbicara pada Amanda. Setelah Alka selesai makan Amanda menaikkan selimut ke atas tubuh Alka agar Alka beristirahat. "Tidur lah, tubuh mu perlu istirahat."

__ADS_1


"Terimakasih untuk semua nya." Ucap Alka.


Amanda hanya tersenyum dan pergi meninggalkan Alka karena harus ke dapur meletakkan kembali piring bekas Alka makan tadi.


"Dad, Nila masih terlalu kecil, usia nya masih 18 tahun, mana mungkin dia mau menikah." Ucap Vino.


"Vino, daddy juga berpikir seperti itu, tapi ini yang meminta nya keluarga Marvel langsung, mereka sudah memperhatikan nila sejak kecil. Daddy tidak bisa menolak perjodohan ini. Daddy sudah tau siapa calon suami nila, dia orang yang baik." Jelas Stiven.


Nila yang di panggil Vino datang mendekati ayah dan kakek nya.


"Ada apa yah." Tanya Nila.


"Nila, kami akan segera menikah." Jawab Vino.


"Menikah, dengan siapa yah, Nila tidak mau." Ucap Nila.


"Nila, dengar kan ayah ini demi kebaikan kita semua. Kamu harus mau yah, mereka sendiri yang memilihmu berarti mereka menganggap mu istimewa." Vino mengusap rambut Nila.


"Terimakasih, sayang." Ucap Vino.


Sementara itu Alka yang baru saja tertidur beberapa jam yang lalu, mulai merasa tubuh nya semakin sakit, bahkan saat tertidur ia mulai berbicara sendiri.


"Sakit, ahhh sakit." Ucap Alka yang masih memejamkan mata nya.


Amanda yang masih menonton drama Favorit nya menyadari hal itu, ia berjalan mendekati Alka untuk memeriksa keadaan Alka.


"Alka bangun, kamu kenapa." Amanda menggoyang kan tubuh Alka.


Alka masih tidak bangun juga, Amanda malah merasakan tubuh Alka sangat terasa panas sekali. Amanda yang panik langsung berlari ke bawa.


"Ayah, bunda." Teriak Amanda.

__ADS_1


"Ada apa Amanda, kenapa kau berteriak seperti itu." Tanya Vino.


"Alka yah, tubuh nya panas sekali, dan dia terus berbicara sakit." Jawab Amanda


"Vino, ini salah mu, kau terlalu menyiksa nya." Ujar Andy.


"Kenapa salah ku, bukan nya dia pantas mendapat ini." Kata Vino.


"Sudah kenapa kalian bertengkar, panggil dokter." Ucap Stiven.


Alka melalui beberapa kali pemeriksaan, dia demam tinggi karena efek rasa sakit yang sangat luar biasa di tubuh nya, dan akan berlangsung sampai luka dan lebam di tubuh nya tidak begitu sakit lagi, baru lah demam nya akan turun dengan sendirinya.


"Amanda membantu Alka meminum obat penurun demam, melihat Alka seperti itu membuat nya sangat tidak tega.


"Jangan pergi, temani aku." Ucap Alka dengan menggenggam tangan Amanda dengan erat.


"Baiklah aku akan menemani mu, sekarang kamu tidur." Amanda ikut berbaring di samping tubuh Alka.


"Mommy kenapa aku harus menikah dengan wanita yang tidak ku kenal." Calvin memeluk mommy nya dengan erat.


"Sayang, kamu satu-satu nya keturunan keluarga Marvel, kamu harus mendapatkan wanita yang sesuai dengan derajat mu." Ucap Amel mommy Calvin.


"Bunda, kan masih ada kakak, biarkan dia menikah dulu baru aku." Kata Calvin.


"Kakak dan adik mu kan bukan anak kandung mommy sayang."


Calvin teringat pada Amanda yang membuat hati nya terasa sangat sakit. Sampai-sampai ia menangis di dalam pelukan mommy nya.


"Sayang, kamu mau menikah, kenapa kamu menangis." Tanya Amel.


"Orang yang aku suka telah pergi mom, hati ku sangat hancur." Jawab Calvin.

__ADS_1


.


__ADS_2