
Aku juga mau...
Ia sampai lupa kalau ia harus menghalau angsa agar tidak menyosor nya dan naas nya angsa tersebut terbang dan menyosor kepalah nya hingga ia terjatuh...
"Aduh.. kepalah ku..." ucap iqbaal...
"Hahahah, rasain kamu bal..." ucap stiven sambil tertawa...
Dan sangking asik nya tertawa stiven sampai lupa berpegangan dan akhirnya dia terjatuh menimpah iqbaal...
"Aaaa.. aduh...." ucap stiven yang terjatuh kebawah...
"Tu.. tuan bisa kah anda menyinkir dari atas tubuh ku rasa nya begitu sakit..." ucap iqbaal...
"Untung ada kamu bal, di bawah jadi tidak begitu sakit..." ucap stiven sambil berdiri...
"Anda untung saya buntung tuan..." ucap iqbaal...
"Aku bukan boneka mu yang bisa kau suruh-suruh dengan seenak mau mu..." suara hp iqbaal berbunyi...
"Iya nona..." ucap iqbaal...
"Kalian dimana, lama sekali dan kenapa hp tuan mu tidak bisa di telfon..." ucap bella...
"Kami segera pulang nona..." ucap iqbaal dan langsung memutuskan sambungan telfon...
"Siapa bal..." ucap stiven...
"Nona bella tuan, dia meminta kita cepat pulang dan apa hp tuan mati..." ucap iqbaal...
"Iya bal, sepertinya habis batrai..." ucap stiven...
"Pantas nona telfon ke saya..." ucap iqbaal...
"Sudahlah sebaik nya kita lekas pulang..." ucap stiven...
"Tuan apa kita tidak berterimakasih dengan ibu itu..." ucap iqbaal...
"Tidak perlu, dia sedang memberikan jatah pada suami nya..." ucap stiven...
"Maksud nya tuan..." ucap iqbaal...
"Sebaiknya kau cepat menikah agar mengerti..." ucap stiven dan langsung pergi menuju mobil...
Setelah menemukan buah yang mereka cari, mereka bergegas pulang kerumah karena bella sudah menunggu, sesampainya di rumah stiven dan iqbaal langsung menuju kamar...
"Sayang, aku pulang..." ucap stiven...
"Wah, mana buah nya aku udah tidak sabar memakannya..." ucap bella...
"Ini nona..." ucap iqbaal dan memberikan buah tersebut...
"Jidat kamu kenapa frend, ko benjol begitu..." ucap bella...
"Di sosor angsa nona..." ucap iqbaal...
"Sebaik nya kamu cepat menika agar angsa tersebut tidak menyosor mu..." ucap bella sambil tertawa...
__ADS_1
"Selalu aja nika yang di bahas..." batin iqbaal...
Bella mengupas semua kulit kedondong tersebut, dan memotong nya menjadi beberapa bagian kecil agar mudah untuk dimakan...
Setelah selesai, bella memakannya dengan lahap, stiven dan iqbaal yang melihat bella makan dengan lahap, merasa ingin mencicipi buah tersebut...
"Sayang apa aku boleh minta..." ucap stiven...
"Tentu, ini sangat banyak..." ucap bella...
Stiven pun mengambil buah tersebut dan ikut memakan nya...
"Ternyata buah nya enak..." ucap stiven...
"Apa saya boleh mencoba nya..." ucap iqbaal...
"Ambilah kalau kamu mau..." ucap bella...
Iqbaal pun mengambil buah tersebut dan memakannnya betepa terkejut nya dia dengan rasa buah tersebut...
"Asam... nona tuan kenapa rasa nya begitu asam..." ucap iqbaal...
"Tapi enak..." ucap stiven yang masi asik memakan buah tersebut...
"Tuan nona, seperti nya kalian sedang nyidam..." ucap iqbaal...
"Nyidam, apa kamu hamil sayang..." ucap stiven...
"Tidak mungkin, aku hanya kepengen makan buah ini, dan kamu kenapa ikut makan buah ini... ucap stiven...
"Aku juga tidak tau, semua yang kamu lakukan atau kamu makan pasti aku ingin memakan nya atau melakukan nya..." ucap stiven...
"Sebaiknya kita panggil dokter rendy untuk memeriksa nya..." ucap iqbaal...
"Seperti nya kamu benar bal, panggil dia suruh dia datang..." ucap stiven...
"Baik tuan..." ucap iqbaal...
Dan tiba-tiba perut stiven terasa sangat mual lagi ia pun berlari ke kamar mandi untuk memunta kan isi perut nya, bella yang mendengar stiven munta, perut nya terasa mual dan ia ikut berlari kekamar mandi untuk memuntakan isi perut nya...
"Kalian memang jodoh..." ucap iqbaal...
Setelah selesai stiven dan bella keluar dari kamar mandi dengan keadaan yang lemas...
"Kenapa dengan perut ku..." ucap stiven...
"Perut ku juga aneh..." ucap bella...
"Sebaik nya saya panggil kan nyonya indah tuan..." ucap iqbaal...
"Tidak perlu, pasti mereka akan hebo..." ucap stiven...
"Sayang kenapa aku pengen makan telur mata sapi ya..." ucap stiven...
"Aku juga sangat menginginkan nya..." ucap bella...
"Bal, suruh pelayan membuat kan telur mata sapi, jangan lupa beri kecap dan bawang goreng..." ucap stiven...
__ADS_1
"Baik tuan, saya permisi..." ucap iqbaal...
Setelah iqbaal pergi, stiven dan bella memutuskan untuk berbaring di atas kasur...
"Sayang sepertinya tubuh kita sedang merespon hal yang sama..." ucap stiven...
"Iya mas, aku pun berfikir seperti itu..." ucap bella...
"Apa yang di bilang iqbaal benar, kamu sedang hamil..." ucap stiven...
"Aku juga tidak tau mas..." ucap bella...
"Aahh... ini membingungkan..." ucap stiven...
"Mas, kata nia papah sedang sakit, apa kita perlu menjenguk nya..." ucap bella...
"Kamu percaya dengannya, kamu tau yang menjebak mu itu tadi, saudara tiri mu sendiri..." ucap stiven...
"Maksud nya mas..." ucap bella...
"Sudahlah lupakkan, kamu tenang saja aku sudah menyuruh orang untuk membereskan wanita ular itu..." ucap stiven...
"Terserah kamu mas, aku nurut..." ucap bella...
Sementara itu iqbaal sedang menunggu pelayan membuat telur mata sapi, ia juga menghubungi dokter rendy untuk datang memeriksa tuannya...
"Kamu sedang apa bal, bukannya ini masi jam kantor..." ucap wijaya yang datang dari arah belakang...
"Saya sedang menunggu telur mata sapi tuan, untuk nona bella dan tuan stiven tuan..." ucap iqbaal...
"Loh.. kan masi banyak makanan lainnya, ko mereka minta telur mata sapi..." ucap wijaya...
"Saya juga tidak tau tuan, sepertinya mereka sedang dalam keadaan yang kurang sehat..." ucap iqbaal...
"Kamu sudah menghubungi dokter rendy..." ucap wijaya...
"Sudah tuan, dia sedang bersiap untuk kemari..." ucap iqbaal...
Tak lama telur mata sapi sudah siap, sesuai dengan pesanan stiven lengkap dengan bawang goreng dan kecap, iqbaal langsung membawa makanan tersebut ke kamar stiven...
"Permisi tuan..." ucap iqbaal...
"Masuk bal..." ucap stiven...
"Wah.. harum sekali..." ucap bella...
"Ini tuan makanan nya, dan dokter rendy segara menuju kesini..." ucap iqbaal...
"Mas..." ucap bella...
"Sayang..." ucap stiven...
"Aku ingin makan sepiring bersama mu..." ucap stiven dan bella kompak...
"Wah, seperti nya kalian sudah memiliki ikatan batin yang kuat..." ucap iqbaal...
Stiven dan bella pun makan dengan lahap nya, sesuai yang mereka inginkan mereka, makan satu piring berdua, dan iqbaal hanya bisa melihat keromantisan mereka...
__ADS_1
Terimakasih sudah mampir like comen dan vote...