
"Hahaha kau hebat Marvin." Ucap Nathan.
"Sudah aku katakan aku hebat dalam urusan wanita, kau saja yang terlalu kaku." Marvin membanggakan diri nya.
"Pacar mu cantik Nat, membuat ku bernafsu." Ucap Marvin sambil memandangi foto Lisa.
"Plak." Satu tamparan kecil mendarat di wajah Marvin.
"Pria satu ini memang gila, kau mau wanita aku bantu untuk mencari nya."
"Tapi hanya untuk aku tiduri, tidak papa kan." Tanya Marvin.
"Marvin sadar lah itu tidak bagus untuk mu, kau bisa terkena penyakit kelamin kau mau." Jawab Nathan.
"Nathan yang terkena penyakit aku bukan kau, jadi kenapa kau yang repot."
"Jika kau masih kekeh mencari wanita untuk di tiduri, aku akan melaporkan hal ini pada bunda dan ayah." Ancam Nathan.
"Nathan aku baik pada mu karena aku menganggap mu adik ku, tapi stop ikut campur dalam urusan pribadi ku." Ucap Marvin.
"Aku bukan ikut campur tapi aku peduli dengan mu, jangan sampai orang yang peduli dengan mu pergi satu persatu karena keegoisan mu." Kata Nathan.
"Untuk kali ini aku tidak bisa Nathan, kau tidak ada di posisi ku, aku hampir gila Nathan."
"Aku lebih setuju melihat mu gila dari pada kau merusak wanita lain demi kepuasan nafsu mu." Nathan pergi meninggalkan Marvin.
Nathan berjalan keluar dari kamar, Ntah kenapa perasaan nya sangat kesal pada Marvin. Padahal beberapa menit lalu ia sudah merasa jika Marvin memang kakak yang baik untuk nya.
"Terserah aku tidak mau peduli dengan mu lagi, kau mati bukan salah ku itu urusan mu." Ucap Nathan.
__ADS_1
"Sayang bagaimana apa kamu mendapatkan informasi jika tentang anak-anak kita." Tanya Citra.
"Kata mereka satu anak kita memang meningal sayang, tapi aku tidak percaya Marvin saja bisa merasakan sembunyikan dari kita." Jawab Vino.
"Sudah lah, jika memang anak kita hidup semua mereka pasti akan bertemu dengan kita, seperti Marvin." Ucap Citra.
"Sayang tadi aku melihat Nathan dan Marvin seperti nya sudah baikan, mereka terlihat sangat dekat untuk sesaat walaupun tadi sedikit ada pertengkaran." Kata Vino.
"Mereka pasti akan akur, tadi juga bersama ku mereka bertengkar. Ntah apa yang mereka berdua perebutkan."
"Mereka memperebutkan kasih sayang kita, padahal kita sama-sama menyayangi mereka berdua." Kata Vino.
Marvin berjalan keluar dari kamar nya, ia ingin minta maaf pada Nathan yang seperti nya marah pada nya.
"Siapa dia cantik sekali, aku baru saja jika ada wanita secantik dia di rumah ini, perutnya ah dia sudah hamil." Ucap Marvin.
Otak Marvin yang isi nya hany se*s langsung berjalan mendekati wanita itu.
"Siapa nama mu." Tanya Marvin.
"Wulan tuan." Ucapnya sambil menunduk.
"Ikut dengan ku dan diam jangan banyak bicara, jika kau menolak ku akan ku hancurkan keluarga dan pekerjaan mu saat ini." Ancam Marvin.
Wulan benar-benar takut dengan Marvin, selama bekerja di keluarga Vins, ia tidak pernah mendapatkan perlakuan seperti ini.
Marvin membawa Wulan ke salah satu kamar, karena memang sudah terbawa nafsu sejak lama Marvin langsung menyerang Wulan. Tidak peduli dengan Wulan yang menangis sejadi jadi nya.
Vino berjalan mencari Marvin, karena ia ingin memperkenalkan Marvin di perusahaan. "Suara tangisan apa itu." Ucap Vino.
__ADS_1
Marvin benar-benar ceroboh, ia tidak mengunci pintu kamar itu, itu sebabnya suara mereka terdengar keluar.
"Marvin." Vino menarik Marvin dengan kasar.
Marvin sangat terkejut dengan ke datangan Vino, Ia sampai tidak sempat kembali memakai baju nya kembali.
"Wulan pergi, pakai baju mu, nanti aku yang berbicara dengan mu langsung." Ucap Vino.
"Bruk." Vino memukul tubuh Marvin.
"Ayah ah sakit, ampun yah." Ucap Marvin.
"Kau benar-benar membuat ku kecewa, kenapa kau seperti ini." Bentak Vino yang masih memukul tubuh Marvin.
"Ayah, yah sudah." Nathan berlari memisahkan Marvin dan Vino.
"Ayah sudah." Nathan menghalangi Vino agar tidak memukul Marvin kembali.
"Ayah ini bukan kesalahan Marvin seutuhnya, didikan orang tua nya dulu yang membuat nya seperti ini." Ucap Nathan.
"Ada apa dengan mu Marvin." Vino memeluk Marvin.
"Maaf yah, aku sangat mengecewakan mu."
"Kau hiper kan, katakan pada ayah kau hiper." Tanya Vino.
"Aku tidak tau yah." Jawab Marvin.
"Menikah lah." Ucap Vino.
__ADS_1