
"Mau itu." Ucap Calvin.
"Ini, tidak ini untuk anak kita nanti." Kata Nila.
"Sayang buka." Rengek Calvin.
"Tidak mau, kenapa kamu tidak nangis saja, buat apa minta jatah."
"Sayang." Calvin menarik Nila dan memeluk nya.
"Calvin, ingat kamu sudah mau menjadi daddy jangan seperti ini, nanti anak kita lahir bagaimana. Usia ku masih 18 tahun, dan aku harus mengurus dua bayi."
"Sayang aku tidak peduli, daddy dan anak itu harus saling berbagi. Anak ku juga akan mengerti." Ucap Calvin.
"Sekarang kamu mandi, nanti saja soal jatah menjatah. Setelah mandi kita makan malam bersama." Kata Nila yang merasa harus tegas pada suami manja nya.
"Baiklah." Calvin berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah makan malam Alka dan Calvin di panggil Vino ke dalam ruangan kerja nya.Calvin sudah dapat menebak jika Vino pasti marah karena pertengkaran mereka di kantor tadi.
"Apa kabar yah." Ucap Calvin yang sengaja ingin basa-basi.
Vino memberikan tatapan tajam pada Calvin yang membuat Calvin sulit menelan air liur nya, Calvin mendekati Alka dan ingin sembunyi di balik tubuh Alka.
"Tetap di tempat." Ucap Vino dengan sangat tegas.
"Siap yah." Calvin langsung berdiri di tempat semula.
"Ada apa pah memanggil kami berdua." Tanya Alka.
Vino mendekati kedua menantu nya dan langsung menjewer mereka berdua. "Sudah aku bilang jangan bertengkar di tempat kerja, kenapa kalian bertengkar."
"Aduh aahh maaf yah."
__ADS_1
"Pah sakit, kami sudah baikan." Ucap Alka.
"Kenapa kalian bertengkar." Tanya Vino sambil melepaskan tangan nya dari kuping Calvin dan Alka.
"Tidak ada yah, kami hanya salah, bukan begitu Alka. Aku tidak mungkin berbuat tidak sopan pada kakak ku, dia lebih tua dari ku." Jawab Calvin.
"Cih dasar penjilat." Batin Alka.
"Apa itu benar Alka, anak manja ini sopan pada mu." Tanya Vino.
"Ya ya ya, sedikit sopan pada ku, kalau lagi ada mau nya saja." Jawab Alka.
"Kau jangan aku sudah sangat sopan pada mu, kita sudah berjanji untuk tidak bertengkar. Kalau begitu aku tidak mau bekerja lagi di kantor mu."
"Eh benar sekali pah, Calvin sangat sopan dia rajin sekali. Aku tadi hanya bercanda." Ucap Alka.
"Kalian berdua semakin membuat ku pusing." Vino memijat dahi nya.
Vino, Calvin dan Alka berjalan menuju ruang keluarga yang terdapat banyak sekali orang, dari Aska sampai Andy ada di sana karena mereka sedang nobar bersama.
"Film horor." Ucap Andy yang langsung menutup mata nya.
"Sayang kenapa Film horor." Calvin langsung memeluk Nila karena takut sekali dengan nama nya hantu.
"Sttt jangan berisik kita sedang berkumpul bersama." Ucap Nila.
"Cih dia sudah punya istri tapi bisa-bisa nya di cium dengan wanita lain." Kata Alka.
"Bukan nya kau juga kemarin di cium mantan mu." Ucap Calvin tanpa rasa bersalah sama sekali.
"Apa maksud mu Calvin." Tanya Amanda.
"Calvin, mulut mu." Ucap Alka dengan nada bicara yang sangat marah.
__ADS_1
"Sayang, apa yang di maksud dengan Calvin tadi." Amanda langsung mendorong Alka sampai terjengkang.
"Sayang ti.. tidak seperti yang kamu pikirkan." Ucap Alka.
"Alka, apa benar yang di katakan Calvin." Bentak Vino.
Meskipun dia sangat sayang dengan menantu nya, tapi jika sudah berurusan dengan anak nya, Vino. pasti sangat cepat terpancing emosi.
"Alka." Bentak Aska.
"Aku memang benar di cium wanita tapi."
"Plak." Amanda menampar Alka dan langsung berlari masuk ke dalam kamar nya.
"Sayang, tunggu aku, aku bisa jelaskan semua nya." Ucap Alka yang ingin berlari mengejar Amanda, tapi tubuh nya di tahan Aska dan kembali di dorong sampai terjatuh di lantai.
"Alka, kau mengecewakan ku lagi." Vino bangkit dari atas sofa.
Calvin sangat merasa bersalah pada Alka, mulut nya benar-benar tidak bisa di kontrol. "Sayang bagaimana itu bisa terjadi kamu juga tidak di cium kan." Tangan Nila.
"Tidak sayang kamu tenang saja." Jawab Calvin.
"Vino tahan, kau jangan asal marah pada adik ku." Andy berusaha menenangkan Vino.
"Alka." Vino ingin memukul Alka tapi Calvin menghalangi nya dan malah terkena wajah Calvin.
Calvin terpental jauh ke lantai karena pukulan dari Vino.
"Calvin." Teriak mereka semua.
Ayo jangan lupa mampir, ayo mampir kalau tidak author ngambek.
__ADS_1