Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 34


__ADS_3

New normal...


"Aaauuuaa..." bella menguap terbangun dari tidurnya...


"Kamu sudah bangun sayang..." ucap stiven yang sedari tadi memandangi wajah bella...


"Tumben kamu bangun pagi..." ucap bella...


"Aku hanya ingin memandangi wajah istri ku saat bangun tidur, ternyata dia sangat lucu..." ucap stiven...


"Kamu menggoda ku..." ucap bella sambil mencubit hidup stiven...


"Kenapa kamu sering mencubit hidung ku..." ucap stiven sambil mengelus hidung milik nya....


"Karena hidung mu sangat lucu, sudah aku ingin mandi..." ucap bella....


"Mau kemana sayang, apa kamu tidak kasihan dengan ku, aku tidur tanpa mengenakan sehelai benang pun, aku sangat kedinginan..." ucap stiven sambil memeluk bella dengan erat...


"Itu kan hukuman untuk mu, salah siapa kamu kalah dari ku..." ucap bella...


"Aku bukan kalah, aku hanya mengalah sayang..." ucap stiven...


"Sudah lepaskan pelukkan mu, aku mau mandi..." ucap bella....


"Mandi.. apa kita akan mandi bersama..." ucap stiven...


"Tidak, aku tidak mau..." ucap bella...


"Kenapa.. bukanya akan mempersingkat waktu..." ucap stiven...


"Itu akan memerlukan waktu yang lama, aku yakin kamu sudah memikirkan hal gila..." ucap bella...


"Kamu sangat pintar sayang, bagaimana kamu bisa tau, padahal aku tidak memberitau mu..." ucap stiven...


"Sudahlah, aku mau mandi, lepaskan aku..." ucap bella...


"Cium..." ucap stiven...


"Kamu ingin aku cium, katakan dimana aku harus mencium mu..." ucap bella...


"Terserah kamu dimana pun aku terima..." ucap stiven...


Bella mendekati dada stiven, stiven yang melihat bella mendekati dada nya tersenyum manis, bella mencium dada bidang stiven diakhir cium mannya ia menggit dada stiven hingga meninggalkan bekas kemerahan...


"Aaauuuu..." apa yang kamu lakukan..." ucap stiven...


"Itu bunus sayang..." ucap bella sambil berlari menuju kamar mandi...


"Kamu nakal sayang..." teriak stiven...


"Seperti nya aku sudah tergila-gila dengan mu sayang..." ucap stiven sambil tersenyum...


15 menit berlalu bella keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk yang melilit di tubuh nya...


"Sayang kamu berniat menggoda ku..." ucap stiven...


"Tentu tidak mas, apa kamu ingin aku benar-benar menggoda mu..." ucap bella...


"Lakukan la kalau kamu bisa..." ucap stiven...


"Baiklah akan ku lakukan, tapi jangan salahkan aku jika kamu berakhir di kamar mandi..." ucap bella...

__ADS_1


Bella mulai mendekati stiven, ia membuka hansuk yang melilit di tubuh nya dengan perlahan, stiven yang melihat sontak junior nya bangun dari tidur nya...


"Cukup sayang, jangan siksa aku..." teriak stiven sambil berlari kekamar mandi...


Bella yang melihat kelukuan suami nya, hanya bisa tersenyum bahagia, ia berharap sifat suami nya yang konyol itu tak akan perna berubah lagi...


Bella masuk keruang ganti untuk memakai pakainnya dan menyiapkan keperluan suami nya...


25 menit berlalu stiven keluar dari kamar mandi dengan wajah yang kusut...


"Kenapa mas, ko begitu amat tu muka..." ucap bella...


"Kamu lupa, kamu telah menggoda ku dan kamu tidak bertanggung jawab..." ucap stiven...


"Tapi kamu yang memintah ku, sudah sekarang pakai pakain mu kita turun sarapan..." ucap bella...


"Kamu tidak berniat membantu suami mu..." ucap stiven...


"Iya sini ku bantu..." ucap bella...


Setelah di rasa semua siap mereka turun kebawah untuk sarapan, ternyata keluarga rempong plus asisten iqbaal sudah menunggu di ruang makan. ..


"Morning semua..." ucap bella...


"Pagi sayang..." ucap indah...


"Pagi nona..." ucap iqbaal...


"Kenapa kau menjawab ucappan istri ku..." ucap stiven...


"Emang tidak boleh tuan..." ucap iqbaal...


"Tidak boleh..." ucap stiven...


"Sayang, kenapa kau membela nya..." ucap stiven....


"Aku tidak membela nya..." ucap bella...


"Kamu membela nya..." ucap stiven...


"Tidak, aku tidak membela nya..." ucap bella...


"Bisa kah kalian hentikan drama rumah tangga kalian itu..." ucap wijaya...


"Iya pah..." ucap bella dan duduk dan langsung mengambil makanannya...


"Kamu tidak mengambilkan ku terlebih dahulu..." ucap stiven...


"Tidak, kamu bisa mengambinya sendiri..." ucap bella...


"Sayang, tolong ambilkan..." ucap stiven...


Bella pun mengambil kan makanan untuk stiven karena ia tidak ingin berdebat dengan suami nya yang sangat aneh itu, indah dan wijaya yang melihat drama pasangan fenomenal di hadapan mereka hanya bisa menggelengkan kepalah...


"Sepertinya aku tidak akan menikah..." ucap viona...


"Loh kenapa sayang..." ucap indah...


"Melihat mereka berdua saja sudah membuat ku pusing..." ucap viona...


Tak lama mereka telah selesai kegiatan sarapan mereka, stiven dan iqbaal berniat langsung berangkat kekantor, begitu juga dengan bella ia berniat untuk pergi ke toko...

__ADS_1


"Aku berangkat..." ucap stiven...


"Aku juga..." ucap bella...


"Kamu mau kemana..." ucap stiven...


"Ke toko..." ucap bella...


"Bareng aku..." ucap stiven...


"Enggak, aku naik ojek online aja..." ucap bella...


"Tidak ada penolakan sayang..." ucap stiven sambil menarik tangan bella untuk berjalan bersama nya menuju mobil...


Diperjalanan menuju toko, bella tidak berbicara satu kata pun, ia memilih memandang kearah cendela...


"Sayang, kamu ko diam aja si..." ucap stiven...


"Lagi males ngomong..." ucap bella...


"Kamu mara sama aku..." ucap stiven...


"Enggak..." ucap bella...


"Kalau tidak, sini dong dekat aku..." ucap stiven...


"Males..." ucap bella...


"Sini sayang, aku janji nuruti semau kainginan kamu..." ucap stiven...


"Kamu serius..." ucap bella...


"Tentu, aku serius..." ucap stiven...


"Aku mau nanti siang kamu temani aku pergi..." ucap bella...


"Kemana..." ucap stiven...


"Rahasia..." ucap bella...


"Oke nanti siang aku temani kamu, sekarang kami sini dekat aku..." ucap stiven...


Bella pun dengan senang hati, mendekati stiven dan memeluknya, sedangkan iqbaal yang menyetir di depan hanya bisa menyaksikan drama bos mereka....


"Kalian menyiksa ku tuan nona..." batin iqbaal...


Sementara itu di kediaman rumah mehendra lia dan nia sedang berkumpul di ruang keluarga..


"Mah, apakah mamah sudah memliki rencana..." ucap nia...


"Sudah nia, sekarang kita hanya perlu menjalankan nya..." ucap lia dengan senyum yang sinis...


Terimakasih sudah mapir, jangan lupa like comen dan vote ya...


Author minta saran ni, bagus nya konflik nya bagimana ya, apa harus ada pelakor, atau tiba-tiba stiven bangkrut, atau yang nia dan lia bertindak...


Comen ya...


Jangan lupa mampir ke canel youtube ini ya...


subcrabe like dan comen kalau kalian sudah mampir...

__ADS_1


https://youtu.be/1WLiQ6Q\_Ix4


__ADS_2