Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 209


__ADS_3

"Terima kasih Piter," ucap Calvin sambil memeluk Piter.


"Untuk apa kau berterima kasih pada ku, aku lah yang seharusnya berterima kasih pada mu."


"Kau akan menjadi adik kesayangan ku, jangan pernah membuat ku kecewa Piter," ucap Calvin.


"Ini yang aku takutkan membuat mu kecewa Calvin, kau tau aku bagaimana kan. Aku baru saja membuat mu kecewa," kata Piter.


"Aku bisa memaafkan mu jika apa yang kau lakukan masih batas wajar kenakalan anak muda, jangan khawatir hal itu."


"Piter aku bingung saat ini, apa yang harus aku lakukan, tindakan apa yang harus aku lakukan pada ayah. Dia ayah kandung ku, jika aku mengusir nya dan tidak membiayai nya lagi aku benar-benar durhaka. Mommy pasti sangat kecewa pada ku," ucap Calvin.


"Aku juga tidak mungkin tega melihat mereka menderita, tapi aku juga tidak tega melihat mu selalu di manfaatkan mereka, ayo Calvin aku tau kau bijaksana. Lakukan yang terbaik untuk ku dan untuk semua nya."

__ADS_1


"Aku tidak sebijak sana yang kau pikirkan, aku masih bingung, biasa nya ayah Vino selalu membantu ku tapi untuk kali ini aku tidak mungkin cerita pada nya tentang masalah ini. Ayah Vino pasti sangat marah dan bisa berbuat kasar pada mereka semua."


"Jika kau ingin tetap mereka di sini, aku beri saran pada mu, peringati ayah dan yang lainnya agar tidak melakukan hal yang macam-macam. Aku yakin dengan kau mengatakan hal itu mereka semua berpikir dua kali untuk berbuat sesuatu pada mu," kata Piter.


"Aku akan memikirkan saran dari mu, ya sudah aku sangat mengantuk dan ingin tidur," ucap Calvin sambil membaringkan tubuh nya di atas kasur milik Piter.


"Kenapa kau malah tidur di sini," tanya Piter.


"Aku malas berjalan ke kamar, aku tidur di sini saja," jawab Calvin.


"Aku malas menjawab nya, nanti kau marah pada ku. Akun masih berusaha meninggal kan kebiasaan buruk itu, tapi ada masa nya aku benar-benar sangat ingin dan aku tidak bisa menghindarinya lagi."


Calvin berpikir masalah yang di hadapi Piter seperti Marvin, dan jalan satu-satu nya agar sembuh hanyalah menikah.

__ADS_1


"Kenapa kau tidak menikah saja," tanya Calvin.


"Aku menikah dengan siapa, aku tidak ada pacar. Dan aku masih Malas-malasan bekerja, jika bukan karena kau yang memasukan ku dalam perusahaan itu, aku bisa langsung di pecat."


"Hahaha bekerja dengan benar, mereka memang sering melaporkan hal itu pada ku, tapi aku tetap tidak ingin memecat mu. Tidak papa semua butuh proses, aku yakin aku pasti akan menemukan tujuan hidup mu dan akan hidup lebih baik lagi."


"Kau sangat baik pada ku." Piter langsung memeluk Calvin.


Keesokan harinya, Calvin mengumpulkan semua orang di ruang keluarga, ia akan melakukan apa yang Piter katakan kemarin pada nya. Ia pikir memang keluarga nya perlu di peringati.


"Ada kau mengumpulkan kami," tanya Erwin.


"Aku tau yah, aku tau semua nya. Aku tau maksud mu, jangan bersembunyi dari kata ayah, ya aku tau kau ayah kandung ku. Tapi kau juga tidak berhak melakukan hal ini pada ku," jawab Calvin.

__ADS_1


"Apa maksud mu," tanya Erwin.


"Jangan sentuh istri ku, jangan sampai di terluka karena keserakahan mu. Aku tau kau sampai marah pada ku karena apa, karena kau ingin kau menikah dengan wanita pilihan mu."


__ADS_2