Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 163


__ADS_3

"Kamu sudah siap sayang," tanya Calvin.


"Apa aku sudah cantik, perut ku sangat besar. Aku malu sayang," ucap Nila.


"Kamu sangat cantik di mata ku sayang, sangat cantik benar-benar cantik, cantik sekali bagaimana pun kamu aku tetap cinta, aku cinta mati pada mu, aku...


"Cup," Nila mengecup bibir Calvin agar Calvin berhenti memberikan pujian yang berlebihan pada nya.


"Sayang, kamu tau saja aku membutuhkan ini, sebagai semangat hari ku," kata Calvin.


"Sudah ayo pergi, nanti kita terlambat, tapi apa aku sudah benar-benar cantik," tanya Nila.


"Iya sayang kamu sangat cantik, apa perlu aku memberikan pujian pada mu lagi sayang," jawab Calvin.


"Hehehe tidak perlu," kata Nila.


Calvin tadi pagi sudah izin pada Vino untuk membawa Nila, jadi ia bisa langsung pergi tanpa izin terlebih dahulu pada Vino.


"Sayang apa ayah kamu sudah menikah lagi" tanya Nila.


Calvin bingung harus menjawab apa, ayah dan mommy nya saja tidak pernah menikah, dan bisa di katakan diri nya adalah anak di luar pernikahan.


"Sayang," ucap Nila yang menyadarkan Calvin.


"Eh iya sayang, ayah sudah mempunyai dua anak yang aku bawa kemarin kamu lupa," kata Calvin.


"Iya aku ingat dia sangat tampan bule," ucap Nila.


"Ehem jadi kamu tidak suka dengan ku yang keturunan Chinese," tanya Calvin.

__ADS_1


"Kamu tetap nomor satu sayang," jawab Nila.


Nathan dan Marvin sudah siap-siap untuk pulang ke rumah, lagi dan lagi baru saja Marvin keluar dari lift sambil mendorong Nathan ia sudah mendengar ucapan tidak enak dari banyak orang.


"Marvin," ucap Nathan.


"Tidak papa, biarkan saja dia menganggap ku sebagai pelayan mu, aku memang pelayan mu bukan," kata Marvin.


"Marvin kau benar-benar memancing emosi ku, aku sangat tidak suka banyak orang memandang rendah diri mu," ucap Nathan.


"Aku memang rendahan, hahaha aku bercanda sudah jangan kau pikirkan," kata Marvin.


Nathan membuang nafasnya secara kasar ia hanya bisa mengikuti apa yang di rencanakan Marvin. Bagi Marvin di pandang rendah oleh seseorang adalah hal yang biasa bagi nya, apalagi kehidupan nya sebelum ini benar-benar kacau yang membuat nya tidak pernah ambil pusing.


"Ayah," ucap Nathan.


"Aku ayah mu," tanya Vino.


"Hahaha ada apa, ayah sedang sibuk Nat kau pulang dulu dengan Marvin," kata Vino.


"Hey kalian semua, kenapa berkumpul apa sudah bosan bekerja di sini," ucap Nathan dengan tegas.


"Wah seperti nya jiwa kakek mu ada pada mu, bagus bertingkah la seperti raja, kau memang raja," kata Vino yang sebenarnya menyindir Marvin.


"Ehem aku merasa tersindir," ujar Marvin.


"Kau tersindir, bagus karena banyak yang ingin berada di posisi mu dan kau malah menyianyiakan nya," Vino pergi meninggalkan Nathan dan Marvin.


"Hahaha ayah kenapa pada mu, gara-gara permintaan aneh mu," tanya Nathan.

__ADS_1


"Mungkin saja, gampang membujuk ayah," jawab Marvin.


Calvin dan Nila sudah sampai, mereka berdua langsung masuk ke dalam yang sudah ada Erwin menunggu ke datangan mereka berdua.


"Ayah aku datang," ucap Calvin.


"Anak ayah, wah ini istri mu, cantik sekali," kata Erwin.


"Memang cantik yah, hahaha aku mana mungkin menikah dengan wanita yang jelek," ujar Calvin.


"Selamat sore pah," ucap Nila.


"Sore menantu papah, kalian sudah makan," tanya Erwin.


"Sudah yah, dimana Piter," tanya Calvin.


"Dia sedang di kamar nya," jawab Erwin.


Rebecca datang melihat wanita yang membuat Calvin tergila-gila dengan istri nya sampai Calvin tidak mau menyentuh wanita lain.


"Dia istri nya, pantas saja meskipun sedang hamil dia benar-benar sangat cantik," batin Rebecca.


Calvin menyadari ke hadiran Rebecca, ia langsung memeluk Nila dan meletakan dagu nya di pundak Nila. Calvin ingin memberitahu Rebecca jika tidak ada yang dapat merebut hati nya, Nila adalah segala nya.


"Sayang malu," ucap Nila.


"Bawa istri mu ke kamar, kalian menginapkan," tanya Erwin.


"Tidak aku akan pulang malam ini," jawab Calvin.

__ADS_1


"Tidak kalian harus menginap satu mala saja," kata Erwin.


"Sudah sayang tidak papa, kita menginap saja," ucap Nila.


__ADS_2