
Beberapa bulan telah berlalu, keluarga Vins semakin tentram dan aman tanpa ada orang lain yang mengusik mereka lagi, terakhir Abraham dan Elisa yang sudah mati akibat berani mengusik keluarga mereka.
Amanda juga sudah sedang menunggu kelahiran anak nya, di akhir kehamilan ini diri nya dan Alka malah sering bertengkar karena masalah kecil, dari Alka yang meminta Amanda melahirkan secara cesar sampai Amanda yang meminta Alka melakukan nya setiap malam agar jalan keluar anak mereka semakin muda.
"Malam ini tidak mau." Tolak Alka.
"Harus mau demi anak kita sayang." Ucap Amanda.
"Tidak mau, aku suka melakukan nya tapi aku takut perut mu meledak karena tusukan ku."
"Kamu kira perut ku balon yang akan meledak karena tusukan mu." Ucap Amanda yang tidak menerima alasan tidak logis Alka.
"Sayang lebih baik kamu operasi saja." Kata Alka.
"Tidak mau, operasi itu lama sembuh nya aku tidak mau terlalu lama merasakan sakit."
"Kamu kata siapa sayang." Tanya Alka.
__ADS_1
"Kata mamah mu sayang, kamu lupa mamah mu selalu melahirkan normal, kamu saja yang sok-sokan meminta ku untuk operasi.
"Sayang ayolah jangan seperti ini, aku sudah berdiskusi dengan Calvin dan kami kompak istri kami harus operasi."
"Tidak bisa sayang aku dan Nila juga sudah kompak kamu akan lahiran secara normal." Ucap Amanda.
"Ah kamu tidak bisa mengalah." Alka sangat kesal dengan Amanda.
"Ayo sayang lancarkan jalan lahir anak kita." Ucap Amanda.
"Hadeh ayolah, jangan salahkan aku perut ku meledak." Kata Alka.
"Sayang kamu sakit lagi." Tanya Marvin.
"Tidak sayang, hanya saja perut ku sedikit mual, dan seperti nya malam ini aku tidak bisa melakukan nya dengan mu." Jawab Wulan.
"Sudah tidak papa, malam ini kamu libur dulu sayang, Lusa atau besok kita lanjut lagi membuat cucu untuk ayah ku." Ucap Marvin.
__ADS_1
"Iya sayang, apa ayah sudah meminta cucu dari mu." Tanya Wulan.
"Tidak juga si, aku saja yang ingin selalu melakukan nya, hehehe maaf sayang ku." Jawab Marvin.
Begitulah hubungan Marvin dan Wulan mereka berdua sama-sama sangat nyaman bersama, dan mulai merasakan benih-benih cinta yang sudah timbul di hati mereka masing-masing, tetapi mereka berdua masih enggan menyadari jika memang perasaan itu adalah perasaan cinta.
"Nathan aku sangat merindukanmu." Ucap Marvin saat mendapatkan sambungan Video call dari Nathan.
"Hahaha aku juga Marvin, aku sudah mau lulus bersama Evans, mungkin aku akan pulang lebih cepat di bandingkan mereka."
"Aku menunggu mu, segera pulang dan cari istri yang sangat cantik, setelah itu kita bertukar Video." Kata Marvin.
"Hahaha asiap, aku pasti akan menikah setelah aku pulang."
"Apa itu benar." Tanya Marvin yang sangat senang jika Nathan benar-benar akan menikah.
"Tentu tidak, aku akan menikah setelah aku berusia 21 tahun paling mudah dan 30 tahun paling tua., Jawab Nathan.
__ADS_1
"Aku mendoakan agar ayah langsung menyiapkan jodoh untuk mu, agar kau langsung bisa menikah" Ucap Marvin dan langsung mematikan sambungan telepon.
Maaf ya up sedikit lagi di perjalanan...