
Bangkit dari keterpurukan...
Iqbaal mengambil nafas panjang dan mulai menceritakan semua nya...
"Jadi begitu cerita nya..." ucap wijaya...
"Tetapi kenapa kalian pulang selarut itu..." ucap indah...
"Vins grub, da... dalam masalah besar..." ucap iqbaal rag..
"Apa... Bagiamana bisa..." teriak wijaya...
"Pah, tenang dulu biarkan ka iqbaal menjelaskan nya..." ucap viona...
"Kami juga belum mengetahui penyebab nya pah, seperti ada beberapa perusahaan besar yang menekan vins grub..." ucap iqbaal...
"Terus bagaimana ini, stiven masi keadaan koma, siapa yang akan menggantikan kekuasaan nya..." ucap indah...
"Kita serahkan ke iqbaal mah..." ucap wijaya...
"Maaf pah, tetapi dalam kondisi seperti ini, ka iqbaal tidak akan sanggup memegang kekuasaan di vins grub..." ucap viona...
"Kamu benar vi, seperti nya kita tidak mempunyai harapan lagi untuk vins grub..." ucap wijaya...
"Untuk sekarang adiwijaya grub masi menopang vins grub, tetapi itu tidak akan lama mengingat saham kita terus menerus menurun..." ucap iqbaal...
Tiba-tiba pintu ruangan tersebut terbuka, mereka semua langsung reflek melihat kearah pintu tersebut...
"Devan..." ucap bella...
"Maaf mengganggu kalian..." ucap devan...
"Tidak papa, masuk lah..." ucap iqbaal...
"Bagaimana kondisi mu dan stiven bal..." ucap devan...
"Kau bisa melihatnya sendiri van, aku tidak papa tetapi stiven mengalami koma..." ucap iqbaal...
"Stiven koma, terus bagiamana dengan masalah vins grub..." ucap devan...
"Ntahlah van, kami sudah tidak mempunyai harapan..." ucap iqbaal...
"Kalian tidak boleh begitu, aku akan selalu membantu kalian semampu ku..." ucap devan...
"Terimakasih nak devan, stiven dalam keadaan koma dan iqbaal tidak mungkin memegang kekuasaan di vins grub..." ucap wijaya...
"Jadikan bella pemegang kekuasaan tersebut..." ucap wijaya...
"Devan apa maksud mu..." ucap bella...
"Iya ka devan, mana mungkin ka bella bisa memegang tanggung jawab sebesar itu..." ucap viona...
Devan perahan mendekati bella yang tepat berada di samping stiven yang tenga terbaring lemas...
"Bell, aku peecaya dengan mu, kamu pasti bisa..." ucap devan...
"Tapi ini bukan masalah kecil..." ucap bella...
__ADS_1
"Bell... Kau ingat saat kau pertama kali mendirikan toko kue bellcake milik mu hingga sampai sesukses ini..." ucap devan...
"Tapi itu beda van, itu hanya toko kue biasa dan pada saat itu kau yang membantu ku..." ucap devan...
"Apa beda nya dengan sekarang, aku akan tetap membantu mu..." ucap devan...
"Tapi aku tidak bisa van..." ucap bella...
"Stiven yang mendengar ini pasti sangat sedih bell, perusahaan yang ia jaga dengan nyawa nya akan hancur begitu saja..." ucap devan...
Bella mulai mencerna ucappan dari devan sambil memandang wajah stiven, tak terasa air mata nya mengalir membasai wajah cantik nya...
Bella menggenggam tangan milik stiven sambil berkata...
"Terimakasih telah bertahan untuk kami, aku tidak akan membiarkan vins grub hancur begitu saja, aku ingin meminta izin mu untuk menggantikan posisi mu saat kamu sedang berada disini..." ucap bella dan mencium dahi milik stiven...
"Jadi kau mau bell..." ucap devan...
"Iya van aku bersedia..." ucap bella dengan tegas...
"Kamu yakin bell..." ucap indah dan wijaya secara bersama...
"Aku sangat yakin pah mah..." ucap bella...
"Kami percaya dengan mu bell, tapi ingat kau jangan terlalu letih..." ucap indah...
"Viona, aku dengar kau kulia di bidang bisnis kan..." ucap bella...
"Iya ka..." ucap viona...
"Bagus, sekarang kau ku jadikan asisten pribadi ku..." ucap bella...
"Viona dengar kan kakak, suami kita sudah berjuang sampai mereka seperti ini, dan sekarang giliran kita untuk melanjutkan perjuangan mereka..." ucap bella dengan tegas...
"Baiklah ka, aku akan menjadi asisten pribadi mu..." ucap viona...
"Dan kau bal, cepatlah sembuh dan segera bantu kami..." ucap bella...
Iqbaal masi terdiam dan hanyut dalam fikirannya...
"Kau lihat stive, istri kita begitu luar biasa..." batin iqbaal...
"Baiklah aku akan kembali ke vins grub untuk mengurus semua nya dan kuharap kau segera kesana..." ucap devan....
"Pergi la van, nanti aku dan viona akan menyusul mu..." ucap bella...
Devan pun pergi meninggalkan rumah sakit tersebut dan langsung menuju kantor vins grub...
"Viona sebaik nya kita lekas bersiap, kita akan segera menuju ke vins grub..." ucap bella...
"Baik ka..." ucap viona....
Viona dan bella pun bersiap-siap, mereka mengenakan pakian formal yang telah di siapkan oleh indah dan wijaya, sebelum pergi meninggalkan ruangan tersebut bella kembali mengahampiri stiven....
"Sayang aku pergi dulu, maaf tidak bisa selalu berada di samping mu..." ucap bella dan mengecup dahi stiven...
"Hati-hati sayang..." ucap indah...
__ADS_1
"Iya mah, aku titip mas stiven ya mah..." ucap bella...
"Tenang sayang, stiven aman bersama kami..." ucap indah...
"Ayo viona kita berangkat..." ucap bella...
"Ka aku pamit dulu, cepat sembu ya..." ucap viona dan mencium tangan iqbaal...
"Iya dek, kakak pasti segerah memantu kalian..." ucap iqbaal...
Bella dan viona pun keluar dari ruangan tersebut dan langsung menuju mobil mereka...
"Ka biarkan aku yang menyetir..." ucap viona...
"Silahkan..." ucap bella...
Viona pun melanjukan mobil mereka menuju vins grub, butuh waktu 45 menit untuk menuju tempat tersebut...
Sesampainya di vins grub, mereka menuju lantai paling atas, sesampinya di lantai tersebut mereka langsung masuk kedalam ruangan milik stiven...
Tampak ruangan tersebut dalam kondisi berantakan, berkas-berkas berserahkan di atas meja dan sofa...
Bella mendekati kursi kebesaran milik stiven dan mulai duduk di kursi tersebut...
"Kita mulai bell, demi vins grub dan suami mu..." batin bella...
Bella dan viona pum mulai menyusun berkas-berkas yang berserakan dan meletakan nya di posisi yang benar, tak lama devan bersama april masuk kedalam ruangan tersebut karena mendengar bella sudah berada di ruangan tersebut...
"Bella, akhirnya kau datang juga..." ucap devan...
"Iya van, aku mohon bantu aku ya seperti dulu kau membantu ku..." ucap bella...
"Tenang bell, aku akan membantu mu dan perkenalkan ini april dia akan membimbing dan menentukan jadwal mu..." ucap devan...
"Selamat datang nona bella, senang bertemu dengan mu..." ucap april...
"Baiklah, sekarang tolong perintahkan semua defisi dan perwakilan setiap kantor cabang untuk datang keruangan rapat, kita akan mulai membahas masalah ini..." ucap bella...
"Baik nona..." ucap april...
"Devan sekarang kau cerita kan awal dari semua permasalahan ini..." ucap bella...
"Aku akan menceritakan semua yang ku tau bell..." ucap devan...
Devan pun mulai menceritakan semua hal yang berkaitan dengan masalah ini, bella dan viona tampak mendengar nya dengan wajah yang serius...
"Sepertinya kita memerlukan iqbaal disini van..." ucap bella...
"Kau benar bell, iqbaal termasuk kunci dari semua ini..." ucap devan...
Terimakasih udah mampir...
vote...
like...
comen....
__ADS_1
love you...