
"Sudah kita tidur lagi saja, biarkan jalang itu berkeliaran untuk sesaat." Ucap Calvin.
"Aku juga masih mengantuk, tapi aku lapar." Kata Alka.
"Pergi lah sana makan, aku ingin tidur." Ucap Calvin.
"Calvin ini kamar siapa, kenapa kau membawa ku ke sini." Tanya Alka.
"Aku tidak tau, karena kau berat aku membawa mu ke sini saja, lagi pula kunci kamar ini menggantung berarti kamar ini kosong." Jawab Calvin.
"Aku baru tau ada kamar sebesar ini di lantai dasar, biasa nya lantai dasar untuk para pembantu."
Alka berjalan mengelilingi kamar itu, ada beberapa foto Vino yang membuat nya heran. Alka memberanikan diri membuka lemari yang berada di dalam kamar itu.
"Kursi roda." Ucap Alka.
"Apa ini kamar papah dulu, bukannya dia pernah lumpuh karena kecelakaan helikopter bersama kak Andy." Ucap Alka.
"Ayah pernah kecelakaan helikopter." Tanya Calvin.
"Dulu pernah, dia lumpuh untuk beberapa bulan, kau memanggilnya ayah."
"Eh iya, aku lupa." Ucap Calvin.
Alka mendekati Calvin, ia sangat tau jika Calvin masih ingin memanggil Vino ayah.
"Kau masih sayang dengan papah Vino." Tanya Alka.
__ADS_1
"Tidak aku membenci nya." Jawab Calvin.
"Jangan bohongi perasaan mu, aku tau kau masih menyayangi nya, aku yakin dia juga seperti itu pada mu, mungkin saat ini hubungan kalian masih berantakan tapi percayalah nanti semua nya akan baik-baik saja." Ucap Alka.
"Aku harap begitu Alka, aku masih ingin memanggilnya ayah, dia orang pertama yang aku panggil ayah." Batin Calvin.
Vino dan yang lainnya masih belum menemukan Calvin dan Alka, mereka semua semakin khawatir jika mereka berdua benar-benar pergi dari rumah ini.
"Dimana mereka berdua." Batin Vino.
"Di luar tidak ada jejak mereka berdua." Kata Andy.
"Dimana mereka berdua, mobil juga tidak ada yang pergi." Ucap Aska.
Tiara sudah kembali ke rumah Vino, ia sedikit heran melihat semua orang berkumpul di lantai dasar. Ia takut jika penyamaran nya terbongkar.
"Sayang, kamar kamu dulu bagaimana." Tanya Citra.
"Kamar yang mana." Tanya Vino.
"Kamar tempat kamu sakit dulu." Jawab Citra.
"Citra benar, apa kalian sudah melihat nya." Tanya Andy.
"Belum, mana tau mereka di sana." Kata Vino.
Mereka semua langsung menuju kamar yang Citra maksud, dengan cepat Amanda membuka pintu kamar itu. Betapa lega nya mereka semua saat melihat Alka dan Calvin yang berada di dalam kamar itu.
__ADS_1
"Mereka baik-baik saja." Ucap Vino dan langsung pergi meninggalkan kamar itu.
"Sayang." Amanda dan Nila langsung memeluk Alka dan Calvin.
"Ada apa, kenapa ramai sekali." Tanya Calvin.
"Kalian ngapain di sini, apa kalian tidak tau jika. istri kalian khawatir pada kalian." Ujar Aska.
"Alka, kenapa kau berada di sini." Tanya Andy.
"Tidak ada kak, kami malam tadi pergi ke luar, saat pulang sudah sangat malam tidak enak jika harus masuk ke dalam kamar atas nanti menganggu istri kami yang sedang tidur. Jadi kami memilih tidur di kamar ini." Jelas Alka.
"Ayah mana." Ucap Nila.
"Ayah siapa." Tanya Calvin.
"Ayah Vino, tadi dia sangat khawatir pada mu." Jawab Nila.
"Ah mana mungkin, dia sangat membenci ku." Kata Calvin.
"Tidak Calvin, dia sangat khawatir pada mu dan Alka." Ujar Amanda.
Calvin berlari ke luar dari kamar itu untuk mencari Vino. "Ayah." Panggil Calvin saat melihat Vino ingin masuk ke dalam kamar.
"Calvin." Ucap Vino.
Calvin langsung berlari memeluk Vino, ia memeluk Vino dengan sangat erat.
__ADS_1
"Maafkan aku, aku memukul mu saat itu, jangan marah pada ku lagi, aku tidak pernah berperilaku buruk pada Tiara, kenapa kau tidak percaya dengan ku, aku sangat percaya pada mu tapi kenapa kau tidak percaya dengan ku, Hiks.. hiks.. hiks." Calvin menangis di dalam pelukan Vino.