Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 188


__ADS_3

"Halo anak daddy," ucap Calvin dalam sambungan video call.


"Itu daddy mu, kau tidak lupa dengan daddy mu kan."


"Tidak mungkin yah, kami memiliki ikatan yang kuat, Iya kan sayang," ucap Calvin.


"Calvin apa ayah mu sudah membicarakan tentang mencari Ibu untuk Marcel," tanya Vino.


"Iya yah sudah, kau juga setuju akan hal ini jadi aku tidak bisa menolak lagi. Walaupun sangat sulit bagi ku untuk mencari pengganti Nila, tapi demi Marcel aku akan mencoba nya."


"Bagus aku suka dengan gaya mu, jadi kapan kau pulang ke sini, anak mu pasti sangat merindukan mu," tanya Vino.


"Mungkin aku akan menetap di sini selama beberapa bulan yah, aku ingin ayah membawa anak ku ke sini," jawab Calvin.


"Kau betah di sana, kalau begitu tinggal saja di sana, aku akan merawat anak mu di sini."


"Tidak yah, aku tidak bisa lama-lama berpisah dengan nya, bawa anak ku ke sini yah," ucap Calvin.

__ADS_1


"Iya iya, mungkin beberapa hari lagi baru bisa aku menyusul mu," kata Vino.


"Aku tunggu yah, ya sudah di sana pasti sudah malam, selamat tidur sayang," ucap Calvin.


Setelah menghubungi putra kesayangan nya, Calvin berjalan keluar dari kamar nya untuk pergi ke hotel. Piter sudah meminta nya untuk menjemput di hotel tempat ia bermain dengan wanita nya.


"Aku sudah melarang nya, tapi diri nya sangat sulit di kendalikan," ucap Calvin.


Sesampainya di hotel Calvin langsung berjalan menuju kamar tempat Piter berada, ia pikir Piter sudah selesai melakukan nya itu sebabnya ia langsung masuk ke dalam kamar itu. Karena pintu kamar itu juga tidak di kunci.


Ternyata hal yang tidak terduga terjadi, Piter masih melakukan hal itu dengan wanita nya. Calvin melangkah mundur dan mengintip Piter dari kejauhan.


Saat di jalan keluar dari hotel Calvin melihat seseorang yang ia temui tadi pagi, Calvin langsung berlari mengejar orang itu karena ia tidak kau kehilangan jejak wanita itu lagi.


"Tunggu," teriak Calvin sambil menarik wanita itu yang sedang bermesraan dengan seorang pria.


"Nila," ucap Calvin.

__ADS_1


"Hey kau gila, dia milik ku," kata pria itu.


"Nila," Calvin langsung memeluk wanita yang ia pikir Nila itu.


"Hey kau gila, aku sisil bukan Nila," Sisil mendorong Calvin.


"Kau pergi." Calvin memberikan banyak uang pada pria itu. Karena menerima banyak uang pria itu pergi meninggalkan Calvin dan Sisil.


"Hey kau gila, dia pelanggan pertama ku, kau membuat nya pergi."


"Nila ini aku Calvin, suami mu, Nila kau tidak mengingat ku," tanya Calvin.


"Kau gila, aku tidak mempunyai suami dan aku bukan Nila," Sisil pergi meninggalkan Calvin.


"Kau bilang dia pelanggan pertama mu, aku yang akan menjadi pelanggan pertama mu, tapi aku harus tau kau sudah pernah tidur dengan siapa saja," tanya Calvin.


"Kau tuli, dia pelanggan pertama ku, aku belum pernah tidur dengan siapapun setelah aku bangkit dari koma ku," jawab Sisil.

__ADS_1


Calvin bernafas lega saat tau wanita yang bernama Sisil itu belum pernah melakukan apapun. Ia sangat yakin Sisil adalah Nila, kalau pun bukan Calvin sangat ingin memiliki Sisil karena Sisil sangat mirip dengan istri nya.


"Aku akan menjadi yang pertama," Calvin menarik Sisil dan membawa Sisil ke dalam mobil nya.


__ADS_2