
"Sayang maafkan aku." Ucap Calvin.
"Tidak papa, sudah menjadi kewajiban ku."
"Tapi kamu sedang hamil, nanti anak kita kenapa-napa bagaimana, milik ku kan besar."
"Percaya diri sekali kamu sayang, sebesar apa si milik ku sampai menyakiti anak kita." Ucap Nila.
"Besar sekali, sampai kamu saja puas." Kata Calvin.
"Kamu tidak salah, yang salah ayah. Aku akan berbicara dengan ayah."
"Benar, ayah mu yang memaksa ku minum, aku tidak mau. Tapi di paksa." Ucap Calvin.
"Halah, tapi lama-lama kamu mau juga kan." Tanya Nila.
"Hehehe, rasa nya lumayan enak, jadi aku kebablasan dan terus minum." Jawab Calvin.
"Tapi sayang, apa tadi aku bermain kasar? "
"Sedikit." Jawab Nila.
"Maaf, aku tidak akan melakukan nya lagi." Calvin mencium wajah Nila.
Sayang, kamu hangat sekali. milik mu juga semakin membesar."
"Karena aku sedang hamil, jadi semua tubuh ikut membesar."
"Oh, seperti itu. Aku tidak suka besar-besar, tapi kalau milik kamu bisa kita bicarakan baik-baik." Ucap Calvin.
Karena keasikan berbincang mereka sampai lupa untuk sarapan bersama. Alka dan yang lain nya sudah berkumpul di ruang makan untuk sarapan bersama. Karena hari ini hari wekend semua orang berada di rumah dan dapat sarapan bersama.
"Dimana menantu vin." Tanya Aska.
__ADS_1
"Mana ku tau, malam tadi dia minum sangat banyak." Jawab Vino.
"Seperti nya dia sangat mabuk, dan untung saja dia sudah memiliki istri kalau tidak pasti akan menyiksa nya." Kata Andy.
"Istri nya yang tersiksa, kau tau jika orang sedang mabuk pasti bermain dengan kasar." Ucap Vino.
"Orang seperti menantu mu tidak akan bisa. Dia tipe orang yang lembut pada seorang wanita. Apalagi istri nya." Kata Andy.
"Alka kau panggil Calvin." Perintah Vino.
"Jika dia sedang mencetak anak bagaimana, aku akan menganggu nya."
"Tidak mungkin, ketuk dulu sebelum masuk."
Alka bangkit dari tempat duduk nya dan langsung berjalan menuju kamar Calvin dan Nila yang berada di lantai atas.
"Tok..tok..tok..Calvin." Ucap Alka sambil mengetuk pintu.
"Kak Alka sayang, kamu keluar aku sedang tidak memakai apapun." Kata Nila.
"Ada apa." Tanya Calvin.
"Kenapa tidak sarapan bersama. Para orang sedang berkumpul karena wekend." Jawab Alka.
"Harus ada aku."
"Kau kan salah satu keluarga kami jika tidak ada diri ku kurang lengkap." Kata Alka.
"Aku mandi sebentar, biasa habis berolahraga."
"Jangan Olahraga ranjang terus, lihat tubuh mu semakin kendor, ngegym bersama ku." Ucap Alka.
"Nah iya, aku ingin ngegym, kapan kita bisa berangkat bersama." Tanya Calvin.
__ADS_1
"Bersiap dulu, kita bicara kan nanti." Jawab Alka.
Setelah memanggil Calvin Alka kembali ke ruang makan untuk melanjutkan sarapan pagi nya. Tak lama Calvin dan Nila ikut bergabung bersama mereka semua.
"Ayah, kenapa membiarkan Calvin minum minum. Dia sedang masa pemilihan. Jika terjadi apa-apa bagaimana." Ucap Nila.
"Iya Nila, ayah mu yang memaksa suami mu minum, paman sudah mengingat nya tapi dia tidak mendengar kan paman." Ujar Andy.
"Paman juga sudah mengingat nya, ayah mu memang seperti itu, tidak mau mendengar perkataan orang lain." Saut Aska.
"Ayah aku tidak mau seperti tadi malam, lain kali jika mengajak Calvin keluar. Jangan seperti malam tadi, dia sangat mabuk." Ucap Nila.
"Sayang, jangan kuat-kuat memarahi ayah mu. Sedikit kuat saja." Ujar Calvin.
"Sudah sayang, makan dulu. Nanti bunda yang akan memberikan pelajaran ayah mu." Kata Citra.
"Semangat Bunda." Ucap Calvin.
"Kenapa kalian semua menghakimi ku, aku tidak sepenuhnya salah." Vino menaikan satu alis nya.
"Diam lah sayang." Citra mencubit paha Vino yang membuat nya meringis.
"Akhirnya kau mendapatkan hukuman yah." Batin Calvin.
"Calvin nanti ayah akan berbicara dengan mu." Ucap Vino.
"Habis lah kau, pasti papah sangat marah pada mu." Bisik Alka.
Setelah sarapan pagi selesai. Vino sedang duduk di atas sofa dengan Citra berdiri di hadapan nya.
"Kamu yah, kenapa tidak berpikir dulu sebelum berbuat sesuatu." Satu cubitan mendarat di wajah Vino.
"Maaf sayang, tidak sepenuhnya aku salah." Vino berusaha membela diri nya.
__ADS_1
Gagah dan di takuti semua orang di luar sana tapi sangat tidak berdaya di depan istri nya, itu lah Vino yang hanya bisa diam saat mendapatkan amukan dari istri nya.