Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 76


__ADS_3

"Ayah apa maksud ayah, aku tidak mau. Lagi pula aku sedang mengandung anak nya." Tolak Nila.


"Kau pikir aku tidak bisa menjadi ayah nya." Ucap Vino.


"Kau tidak mau, tapi tetap akan kau lakukan."


"Tidak ayah aku tidak mau." Nila berlari keluar dari kamar Vino.


"Hiks hiks hiks sayang." Nila langsung memeluk Calvin.


"Hey ada apa dengan mu sayang, kamu kenapa siapa yang membuat mu seperti ini." Tanya Calvin.


"Ayah ingin memisahkan kita, aku tidak mau sayang, aku tidak mau." Jawab Nila.


"Bagaimana bisa, kamu sedang hamil bagaimana mungkin kita bisa berpisah." Kata Calvin.


"Kamu tidak tau keluarga Vins sayang dia bisa melakukan apapun." Ucap Nila.


"Siapkan barang-barang mu, kita pergi dari sini, kita ke rumah ku saja." Kata Calvin.


"Kita tidak mungkin bisa pergi dari sini, ayah l


pasti menghalangi kita."


"Dia benar-benar keterlaluan." Ucap Calvin.


Calvin langsung berjalan keluar dari kamar nya untuk menemui Vino. Kebetulan Vino sedang berjalan di ruang keluarga.


"Kau." Calvin langsung memukul wajah Vino.


"Apa maksud mu, ingin memisahkan kami, kau pikir kau bisa melakukan nya." Ucap Calvin.


"Kenapa tidak bisa, dengan kau memukul ku, aku semakin yakin untuk memisahkan kalian berdua."

__ADS_1


"Bajingan, kau." Calvin kembali memukul Vino.


"Calvin hentikan." Alka menarik Calvin.


"Lepas Alka, dia ingin memisahkan ku dengan Nila."


"Papah apa maksud mu." Tanya Alka.


"Kau diam Alka, atau kau ingin aku pisahkan juga." Bentak Vino.


"Vino dengar aku, kau lupa aku dari mana aku dari keluarga Marvel, keluarga ku lebih berkuasa dari mu."


"Bodoh, mommy mu sudah tidak ada jadi jangan harapkan hal itu lagi."


"Sudah ayo ikut dengan ku." Citra membawa Vino masuk ke dalam kamar nya.


"Sayang aku belum selesai." Rengek Vino.


"Sudah selesai aku pening melihat kalian bertengkar terus."


"Kamu mau apa." Tanya Citra.


"Mau membuat adik untuk Nila dan Nathan."


"Stop umur ku tidak mudah lagi." Ucap Citra.


"Tapi milik mu masih enak sayang."


"Apa itu benar." Tanya Citra.


"Benar sayang, terus lah melakukan perawatan agar semakin enak." Jawab Vino.


Sementara itu Alka sedang menenangkan Calvin, ia tidak menyangka semua nya akan serumit ini.

__ADS_1


"Sudah kalian berdua tidak akan pernah berpisah." Ucap Alka.


"Bagaimana mungkin orang tua bodoh itu seperti nya benar-benar ingin memisahkan kami berdua."


"Tidak Calvin sudah kau istirahat lah, jangan banyak berpikir." Ucap Alka.


Alka berjalan menuju dapur untuk mengambil minum, ntah sengaja atau tidak saat ingin membawa gelas yang berisi air itu menuju lantai atas tiba-tiba Tiara menabrak nya.


"Maaf, aku ambil kan lagi." Ucap Tiara dan langsung berlari menuju dapur.


Alka kembali berjalan menuju dapur percuma juga ia naik jika tidak membawa air minum.


"Untuk suami ku Alka." Ucap Alka saat membaca surat di bawa gelas yang berisi coklat panas.


"Dari Amanda tapi kenapa tidak langsung memberikan minuman itu." Batin Alka.


Alka mengendus minum itu dan tidak ada yang aneh dari aroma minuman itu, tanpa pikir panjang Alka langsung menghabiskan nya tanpa tersisa sedikit pun.


Beberapa saat kemudian kepala Alka terasa sangat pusing kepala nya berputar sangat cepat.


"Aku bantu." Ucap Tiara.


"Lepas." Bentak Alka.


"Aku mau membantu mu, kau kenapa." Tanya Tiara.


Alka tidak ada pilihan lain selain menerima bantuan dari Tiara, kepala nya semakin pusing tak terkendali.


Tiara membawa Alka menuju kamar nya, di kamar itu Tiara langsung meletakkan Alka yang sudah pingsan ke atas kasur.


"Seharusnya aku meletakkan obat perangsang bukan obat tidur, bagaimana bisa aku menikmati nya." Batin Tiara.


Tiara melucuti pakai Alka dan diri nya sampai mereka berdua tidak memakai apapun. Tiara berjalan menuju pintu kamar dan sengaja membuka sedikit pintu kamar itu.

__ADS_1


Setelah itu Tiara naik ke atas kasur dan memeluk Alka dengan erat. Tangan nya bergerak nakal menyetuh setiap inci tubuh Alka dan tak lama ia ikut tertidur bersama Alka.


__ADS_2