
"Calvin hentikan ini geli." Teriak Amanda.
"Tidak akan man." Calvin masih terus menggelitik pinggang Amanda, mereka berdua sedang berada di istana balon, dan parah nya hanya mereka berdua orang dewasa di istana itu.
Calvin menghentikan aksi nya dan berbaring di lantai, nafas nya sangat tidak beraturan karena sedari tadi diri nya banyak sekali tertawa. Amanda ikut berbaring di samping Calvin, perasaan nya saat ini benar-benar sangat bahagia.
"Ini pertama kali aku bisa tertawa selepas ini, terimakasih telah membuat ku bahagia." Ucap Calvin.
"Aku juga berterimakasih pada mu, kau membuat ku melupakan semua masalah berat yang sedang menghantui ku, kau laki-laki yang sangat baik, andai saja dia laki-laki seperti mu, aku pasti akan jauh lebih bahagia." Kata Amanda.
"Kamu memiliki seorang pacar." Tanya Calvin.
"Tidak, cinta ku bertepuk sebelah tangan." Jawab Amanda.
"Tenang lah, masih banyak laki-laki yang lebih baik dari nya, pasti banyak laki-laki yang mengantri di belakang mu, tapi kamu saja yang tutupi muka dan hanya memperhatikan satu laki-laki yang belum tentu memperhatikan mu juga." Ucap Calvin.
"Aku sangat membenci laki-laki itu, aku sangat membenci nya." Amanda mulai menangis saat mengingat kejadian malam itu.
"Hey cantik, ada pundak di samping mu, gunakan lah jika kamu memerlukan nya." Ujar Calvin.
Calvin mengambil tisu du kantong celana nya, ia mengusap air mata Amanda dengan penuh perhatian.
"Berhenti menangis, katakan siapa laki-laki itu, aku ingin bertemu dengan nya dan akan ku habisi laki-laki itu." Ucap Calvin.
"Terimakasih telah memperhatikan ku." Amanda memeluk Calvin dengan erat.
Tubuh Calvin terasa kaku seketika, jantung nya berdetak sangat cepat. "Apa ini yang di namakan cinta." Calvin bertanya di dalam hati nya. "Jangan seperti ini Amanda, aku takut aku benar-benar memiliki rasa pada mu." Calvin membalas pelukan dari Amanda.
"Kamu tidak takut baper pada ku." Tanya Calvin.
"Tidak, jika aku baper pada mu, aku akan mengejar mu." Jawab Amanda sambil melepaskan pelukan nya.
"Mengejar ku, itu sulit. Biar kan aku yang mengejar mu." Kata Calvin.
__ADS_1
"Tidak, aku bukan wanita yang sempurna." Amanda menundukkan kepala nya.
"Oh iya tadi kamu mau membeli apa." Calvin mengalihkan arah pembicaraan.
"Aku ingin membeli HP, HP ku rusak." Jawab Amanda.
"Ayo kita ke toko HP, aku yang akan membelikan mu." Ucap Calvin.
Mereka berdua keluar dari istana balon itu dan langsung menuju toko HP, Amanda melihat-lihat HP mana yang cocok untuk nya, dan ia menjatuhkan pilihan di HP merek sumsang.
"Berapa total nya mbak." Tanya Amanda.
"20 juta." Jawab kasir.
"Aku yang akan membayarnya." Ujar Calvin.
"Tidak cal, aku saja." Amanda mengeluarkan black cart milik nya.
"Black cart, Amanda memiliki nya, berarti dia bukan dari keluarga yang sembarangan." Batin Calvin.
"Eh iya ada apa." Tanya Calvin.
"Kau termenung, oh iya kita mau membeli apa lagi." Tanya Amanda.
"Keperluan ku sudah di beli para pengawal ku tadi, hmm bagaimana kalau kita nonton." Jawab Calvin.
"Ayo, aku sudah lama tidak nonton." Ucap Amanda.
Amanda memilih film horor karena ia sangat menyukainya, Calvin masih belum tau film apa yang akan ia tonton dengan Amanda, ia masih berada di depan mesin popcorn.
Ketika sudah mendapat kan popcorn dan minuman, Calvin langsung berjalan mendekati pintu masuk karena Amanda sudah menunggu nya di sana.
"Aku bantu." Amanda mengambil minuman dari tangan Calvin.
__ADS_1
Mereka berdua masuk ke dalam bioskop, Calvin merasa aneh karena pencahayaan di bioskop ini cukup redup. Calvin takut Amanda memilih genre film yang ia tidak suka.
"Kita nonton apa man." Tanya Calvin.
"Horor." Jawab Amanda.
"Horor, kenapa horor, aku takut." Ucap Calvin.
"Tidak perlu takut ada aku." Amanda menenangkan Calvin.
Tak lama film pun di putar, Calvin sudah bersembunyi di balik tangan Amanda, Amanda hanya bisa menahan tawa nya ketika melihat Calvin yang ketakutan.
"Hmm kita keluar aja ya, aku kasihan dengan mu." Ucap Amanda.
"Tapi kamu ingin nonton kan, aku tidak papa, aku bisa menutup wajah ku." Kata Calvin.
"Tidak, ayo kita keluar, jika kau kencing di sini aku tidak mau tanggung jawab."
"Baiklah, ayo kita keluar." Ucap Calvin yang merasa apa yang di katakan Amanda ada benar nya juga.
"Calvin, berapa umur mu." Tanya Amanda.
"Umur ku, ayo tebak." Jawab Calvin.
"26." Tanya Amanda.
"Aku tidak setua itu, apa wajah ku tampak tua." Ucap Calvin.
"Wajah mu tidak terlihat tua sama sekali. Aku hanya asal menebak saja." kata Amanda.
"Umur ku, 20 tahun dan akan genap 21 tahun lusa." Ucap Calvin.
"Kau serius, masih 20 tahun." Tanya Amanda.
__ADS_1
"Serius, umur kamu berapa." Tanya Calvin.
"Umur ku 23 tahun." Jawab Amanda.