Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 153


__ADS_3

"Untuk apa Calvin, ayah masih bisa hidup di sini," ucap Erwin.


"Aku tidak menerima penolakan nya, aku tau proses pindah tidak cepat, aku akan menunggu mu di Indonesia minggu ini," kata Calvin.


Calvin mengambil dompet nya dan memberikan salah satu kartu yang ia punya, walaupun isi nya tidak terlalu banyak Calvin yakin cukup untuk proses pindahan ayah dan keluarga nya.


"Sekali lagi aku tidak menerima penolakan yah, dan Piter kau mau ikut dengan ku sekarang atau nanti bersama ayah," tanya Calvin.


"Sudah bersama ku saja, ayo ikut aku Piter," ucap Calvin.


"Boleh, tidak merepotkan mu," tanya Piter.


"Kenapa tidak boleh, aku akan mengenalkan mu dengan para saudara ku," jawab Calvin.


Hari ini Calvin pergi meninggalkan Eropa bersama Vino, Stiven dan juga Piter. Calvin benar-benar membawa Piter bersama nya, ia akan pamer pada yang lainnya jika diri nya mempunyai seorang adik juga.


"Kau sangat baik pada ku Calvin," ucap Piter.


"Sudahlah, kau termasuk adik ku kan, aku ingin menjadi kakak yang baik," kata Calvin.


"Berapa umur mu Calvin," tayang Piter.


"22 tahun," jawab Calvin.


"Kita hanya berbeda 1 tahun, aku baru kau 21 tahun, ayah kita benar-benar produktif," ucap Piter.

__ADS_1


"Piter bagaimana dengan pacar mu itu," tanya Calvin.


"Dia, sudah jangan kau pikirkan, aku sudah meminta izin pada nya, lagi pula kamu tidak ada ikatan apapun," jawab Piter.


"Piter saat kau sudah hidup dengan ku, kau tidak boleh seperti itu lagi, kau bisa terkena penyakit kelamin, kau mau," kata Calvin.


"Kalau begitu carikan aku istri, seperti mu menikah muda," ucap Piter.


"Tenang aku akan membantu mu," kata Calvin.


Di Indonesia Marvin cukup terkejut ketika tau ayah nya pernah lumpuh karena kecelakaan helikopter, ia sangat yakin masih banyak hal yang belum ia ketahui tentang kehidupan orang tua nya.


"Marvin kau tidur dengan ku," ucap Nathan.


"Kenapa otak mu selalu mesum Marvin, apa kau tidak lelah harus enjot-enjotan terus," tanya Nathan.


"Itu kebutuhan biologis Nathan, sudah aku ingin menebar benih ku, lihat duan sudah bangun saat aku memikirkan nya," ucap Marvin dan langsung pergi meninggalkan Nathan.


"Sayang," ucap Marvin dan langsung memeluk Wulan dengan erat.


"Hmmmm sayang kamu sudah pulang, bagaimana keadaan Nathan," tanya Wulan.


"Seharusnya kamu bertanya keadaan ku sayang," ucap Marvin.


"Kamu baik-baik saja, apa yang salah dari mu," tanya Wulan.

__ADS_1


"Adik ku sayang, dia sudah tidak tahan, aku ingin memakan mu sekarang juga," Marvin menggendong Wulan ke atas kasur dan terjadi lah the next Marvin.


Sesampainya di Indonesia hari sudah sangat larut. Untuk sementara waktu Piter ikut dengan Calvin terlebih dahulu sebelum Erwin dan keluarga nya ikut pindah ke Indonesia.


"Aku tidur dengan mu kan," tanya Piter.


"Tidak bodoh, aku sudah menikah kau akan tidur sendiri, lagi pula aku mau enak-enak," jawab Calvin.


"Hahaha otak mu mesum juga ya, aku kira kau tidak seperti itu," ucap Piter.


"Aku pria normal yang sudah beristri berbeda dengan mu, kau tidak boleh melakukan nya lagi," kata Calvin.


Mereka semua sudah sampai di rumah, Piter tercengang melihat kemegahan rumah yang Calvin tinggali, menurut nya ini bukan rumah lagi tetapi istana.


"Ayo masuk, aku akan mengatakan mu ke kamar, ini sudah sangat larut," ucap Calvin.


Mereka semua kembali ke masuk ke dalam kamar mereka, para pria beristri tentu saja ingin meminta jatah pada istri mereka.


"Ini kamar mu, tidur lah," ucap Calvin.


"Terima kasih Calvin, selamat bersenang-senang," kata Piter.


Calvin buru-buru masuk ke dalam kamar nya, tetapi ia harus menelan kekecewaan karena Nila sudah tertidur dengan pulas, ia tidak tega harus membangunkan Nila tenga malam begini. Calvin memilih melepaskan semua pakaian nya lalu ia memeluk Nila dan langsung tertidur bersama.


"Sial, aku baru ingin menjebak nya dia sudah pergi, kak Piter ikut dengan nya lagi," batin Rebecca.

__ADS_1


__ADS_2