
Barang Couple...
"Sayang ada apa dengan mu..." ucap stiven...
"Aku sedang kesal..." ucap bella...
"Dengan ku..." ucap stiven...
"Dengan semua orang yang berada di sini..." ucap bella...
"Kamu kalau lagi marah tambah cantik loh..." ucap stiven...
"Ya sudah aku marah saja sepanjang hari..." ucap bella...
"Jangan, bukan gitu maksud ku..." ucap stiven...
"Kamu kalau ingin membujuk orang yang sedang marah pakai cara yang romantis kek..." ucap bella...
"Apa aku selama ini kurang romantis..." ucap stiven...
"Malahan sama sekali tidak romantis..." ucap bella...
"Apa itu benar, sepertinya aku harus belajar pada iqbaal..." ucap stiven...
"Tidak perlu, aku suka dirimu apa adanya..." ucap bella berjalan mendekati stiven dan mencubit hidung nya...
"Seperti nya hidung ini bagian favorit mu..." ucap stiven...
"Aku ingin memiliki anak yang hidung nya mirip dengan mu..." ucap bella...
"Berarti anak itu harus mewarisi sifat ku..." ucap stiven...
"Tidak hanya hidung saja..." ucap bella...
"Bagaimana bisa begitu. Aku dedy nya..." ucap stiven...
"Tapi aku ibu nya dia ada di dalam perut ku pasti akan mewarisi sifat ku...
"Sayang apa kau lupa aku yang memasukan benih itu di dalam perut mu..." ucap stiven...
"Sudah lah, aku ingin mandi..." ucap bella dan berjalan menuju kamar mandi...
"Ikut..." ucap stiven...
"Ayo cepat..." ucap bella...
Stiven yang mendapatkan lampu hijau dari bella langsung berlari mengejar nya, menurut nya mandi bersama istri nya adalah sesuatu yang sangat menyenangkan karena bisa bebas melakukan apa saja yang ia ingin kan...
Sementara itu ariska baru saja keluar dari kamar mandi, betapa terkejutnya ia melihat aldy yang sudah berada di depan pintu kamar mandi dengan tatapan yang tidak bisa di tebak...
"Kenapa kamu di sini..." ucap ariska...
"Kenapa kamu mandi tidak menunggu ku..." ucap aldy...
"Ya karena aku sudah gerah..." ucap ariska...
__ADS_1
"Mandi bersama ku lagi..." ucap aldy...
"Tidak aku sedang kesal dengan mu..." ucap ariska dan pergi meninggalkan aldy...
Aldy menarik handuk yang menyelimuti tubuh mulus ariska hingga handuk itu terjatuh...
"Sayang..." ucap ariska kesal...
"Mandi bersama ku atau berakhir di kasur..." ucap aldy...
"Jika aku mandi bersama mu kamu janji tidak melakukan apa pun..." ucap ariska...
"Itu tergantung keinginan ku nanti..." ucap aldy...
"Kalau begitu aku tidak mau..." ucap ariska...
"Berarti kamu ingin berolaraga dengan ku lagi..." ucap aldy...
"Sayang..." ucap ariska...
"Kenapa bukan nya kamu tadi berdebat dengan bella kalau kita bisa melakukan nya selama 6 jam bahkan satu hari..." ucap aldy...
"I..itu hanya aku tidak ingin kalah dengannya dan aku hanya bercanda ..." ucap ariska...
"Tapi menurut ku itu serius..." ucap aldy...
"Oke aku akan mandi bersama mu tapi kamu janji tidak akan berbuat macam-macam karena aku sudah lapar..." ucap ariska...
"Sudah ku bilang itu tergantung keinginan ku nanti..." ucap aldy dan menarik tubuh ariska kembali masuk kedalam kamar mandi...
"Kita ingin makan dimana..." ucap iqbaal...
"Di restoran ku..." ucap aldy dan stiven kompak...
"Sekarang giliran restoran ku..." ucap stiven...
"Tapi aku ingin makan di restoran ku..." ucap aldy...
Ariska dan bella yang melihat perdebatan itu pun kesal, untuk urusan makan saja mereka harus berdebat...
"Stop... Kita makan di restoran milik ku..." ucap iqbaal...
"Kamu punya restoran di sini ka..." ucap viona...
"Sejak kapan bal..." ucap stiven...
"Sudah lama, sejak kau masi menjadi tuan ku..." ucap iqbaal...
"Ide bagus bal, kita makan di restoran mu saja..." ucap bella...
"Tapi..." ucap aldy...
"Aku setuju, itu lebih baik..." ucap ariska...
"Mari kita berangkat letak nya sangat strategis pasti kalian suka..." ucap iqbaal...
__ADS_1
Mereka pun berangkat menuju restoran milik iqbaal, hanya perlu waktu 15 menit untuk sampai kesana...
Mereka semua tercengang dengan bentuk dan mewah nya restoran milik iqbaal, ia menggabungkan unsur tradisional bali dan unsur modern alah timur tengah. Ada dua tempat pilihan mereka untuk duduk di dalam restoran yang memiliki suasana alah-alah tumur tenga atau di luar yang lebih menonjolkan unsur tradisional bali...
Mereka memilih untuk makan di luar restoran, di selah-selah mereka makan tiba-tiba lampu menjadi lebih redup dan muncul belasan orang panari...
"Ini tarian khas bali..." ucap iqbaal...
Mereka makan dengan di suguhkan tarian yang begitu indah dan kental akan budaya...
Setelah selesai makan mereka semua memutuskan untuk pergi ke pusat perbelanjaan di bali, pagi parah wanita ini adalah surga nya mereka tapi tidak dengan para pria menurut mereka berbelanja adalah sesuatu hal yang sangat membosankan...
para suami hanya mengikuti kemana pun istri mereka bergerak, dari toko satu ke toko lainnya dari baju satu ke baju lainnya dan ujung-ujung nya tidak di beli karena alasan tidak cocok, kebesaran, terlalu sempit dan lain sebagai nya...
"Sayang, bagaimana kalau kita membeli baju couple..." ucap bella...
"Boleh ka ide bagus..." ucap bella...
"Oh iya gelang couple yang kita beli di jepang masi ada kan..." ucap bella...
"Masih dong, aku tidak perna melepaskannya..." ucap stiven sambil menunjukkan gelang itu...
"Warna nya sudah kusam, kita akan mengganti nya dengan yang baru..." ucap bella...
"Terus gelang yang lama..." ucap stiven...
"Kita akan menyimpan nya, simpan di dalam dompet kita masing-masing jangan sampai hilang..." ucap bella...
"Baiklah, aku akan menjaga nya, sekarang kita cari toko yang menjual baju dan barang couple..." ucap stiven...
"Di sebelah sana tadi aku melihat toko yang bagus..." ucap bella...
Mereka berdua pun menujuh toko itu untuk mencari barang yang mereka inginkan, Sebelum sampai di toko itu bella melihat satu toko yang menjual barang-barang antik yang membuatnya tertarik mengunjungi toko itu...
"Sayang kita masuk kedalam toko itu dulu..." ucap bella...
"Tapi toko itu tampak menyeramkan..." ucap stiven...
"Tidak, pasti bayak barang bagus di dalam toko itu, ayo..." ucap bella menarik tangan stiven untuk masuk kedalam toko barang antik itu...
Di dalam toko itu tampak begitu sepi hanya ada beberapa orang yang berada di situ, mereka melihat-lihat barang-barang yang berada di dalam toko itu, mata bella tertuju pada kalung cuople yang terbuat dari tembaga, tertulis tahun 1903 pertanda barang itu sudah ada pada tahun itu...
"Sayang kita beli itu ya..." ucap bella...
"Untuk apa sayang, barang kuno begitu..." ucap stiven...
"Jaga bicara anda anak muda..." ucap pemilik toko yang sudah berumur...
Segitu dulu ya...
Author mau nanya apa kalian siap dengan konflik baru atau puas dengan cerita yang begini saja tanpa ada nya konflik...
jangan lupa mampir ke...
Cint Ceo kejam...
__ADS_1