Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 11


__ADS_3

Amanda dan Calvin duduk berdua di pinggir kolam renang sambil memakan anggur yang mereka petik tadi. Ntah kebetulan atau tidak Alka dan Nathan datang mendekati Amanda dan Calvin.


Alka memasang wajah datar padahal mata nya mencuri pandang ke arah Calvin dan Amanda.


"Kami ingin berenang." Ucap Nathan.


"Tapi masih ada kakak di sini, nanti saja." Kata Amanda.


Alka langsung membuka baju nya dan melompat masuk ke dalam kolam renang.


"Alka apa maksud mu, lihat pakaian kami basah." Ucap Amanda.


"Jika tidak ingin basah jangan dekat dengan air, kolam renang tempat untuk berenang bukan untuk bermesraan." Ujar Alka.


"I'm coming." Nathan membuka baju dan ikut masuk ke dalam kolam renang.


"Hey bodoh itu tubuh atau triplek kurus sekali." Ucap Alka.


"Kau menghina ku, tapi tubuh mu kenapa bisa sebagus itu."


"Karena aku tidak seperti mu pemalas, aku berolahraga." Ucap Alka.


"Kak, jadi kan aku murid mu, bantu aku membentuk tubuh ku."


"Tidak bisa, kau terlalu pemalas." Tolak Alka.


"Nathan, aku punya tempat gym yang bagus, nanti aku akan memberi tau tempat nya, di sana juga sudah ada pelatih ku, kau bisa belajar dengan nya." Ujar Calvin.


"Kau serius." Tanya Nathan.


"Kau kira aku bercanda." Jawab Calvin.

__ADS_1


"Hahaha lihat lah, dia lebih baik dari mu." Ucap Nathan.


Alka tidak memperdulikan itu, ia asik dengan kegiatan nya sendiri, Calvin yang merasa gerah ikut masuk kedalam air, dan bermain air bersama Nathan.


"Kak, aku baru pertama melihat mu, tapi aku merasa kita berdua bisa menjadi teman yang cocok." Ucap Nathan.


"Kau mau berteman dengan ku." Tanya Calvin.


"Kenapa tidak, kau orang yang baik." Jawab Nathan.


"Baik lah mulai sekarang kita berteman."


Setelah cukup lama bermain air mereka bertiga naik secara bersamaan, Alka dan Calvin ikut ke kamar Nathan karena ingin meminjamkan pakaian Nathan.


"Berapa umur mu nat." Tanya Calvin


"18 tahun." Jawab Nathan.


"Masih SMA? "


"Kau sudah lulus SMA, sejak kapan. Setau ku kau bocah SMA." Ujar Alka.


"Kita saja jarang bertemu, bagaimana kau tau tentang ku." Saut Nathan.


"Usia kita tidak beda jauh, aku baru berumur 20 tahun." Kata Calvin.


"Tidak heran, sifat kalian masih bocah." Ujar Alka.


"Kau saja yang terlalu tua, berapa mu 30 tahun." Tanya Nathan.


"Apa kau gila, umur ku 24 tahun. Wajah setampan ini kau bilang 30 tahun."

__ADS_1


"Hahaha, kalian berdua pilih lah baju yang ingin kalian pakai, aku mau mandi dulu." Nathan pergi meninggalkan Alka dan Calvin berdua.


Mereka berdua diam membisu, mereka sibuk dengan urusan masing-masing, mencari pakaian yang pas untuk mereka kenakan. Tak lama Nathan keluar dari kamar mandi, Calvin yang sudah menemukan pakaian bergantian masuk ke dalam.


"Aku takjub dengan mu, usia mu masih mudah tubuh mu sebagus itu, aku jadi tidak sabar berlatih dengan pelatih mu." Ucap Nathan.


"Kau pasti bisa, jika ada usaha pasti ada hasil." Kata Calvin.


Setelah mereka bertiga membersikan diri, tanpa sadar mereka tertidur secara bersamaan di satu ranjang yang sama.Tak lama Amanda masuk ke dalam kamar Nathan, ia berniat mengajak mereka bertiga keluar bersama tetapi ketika melihat mereka tidur Amanda membatalkan niat nya.


"Kau merusak ku, membenci ku, tapi kenapa rasa ku pada mu belum menghilang, mulut ku bisa berkata membenci mu tapi hati ku tidak bisa." Amanda melirik ke arah Alka.


Ia keluar dari kamar dengan air mata yang menetes deras, Amanda sangat membenci diri nya, ia merasa diri nya terlalu lemah dan pimplan.


Ternyata Alka mendengar sadar jika Amanda memperhatikan nya, ia beranjak dari kasur untuk mengejar Amanda.


"Amanda." Panggil Alka.


Amanda menghapus air mata nya, dan berusaha untuk tersenyum.


"Ada apa." Tanya Amanda.


"Aku tau kau membenci ku, tapi aku mohon pada mu, jangan pernah cerita kan apa yang terjadi pada siapapun, aku memiliki seorang pacar, jika pacar ku tau pasti dia akan memutuskan ku." Ucap Alka.


"Laki-laki brengsek, cepat atau lambat keluarga kita akan mengetahui nya, aku tidak peduli apa yang terjadi dengan hubungan mu itu." Amanda berlari meninggal kan Alka.


"Aku tau kau masih mencintai ku, ekspresi wajah mu berubah seketika saat aku mengatakan aku memiliki seorang pacar." Batin Alka.


"Bodoh, kau sangat bodoh Amanda, benci dia, dia bukan laki-laki yang baik." Teriak Amanda yang berada di dalam kamar mandi.


"Apa yang kau katakan pada Amanda." Calvin menarik kerah baju Alka.

__ADS_1


"Aku mengatakan pada nya jika aku mencintai nya dan kami akan segera menikah." Ucap Alka.


"Oh iya, cepat atau lambat dia akan mengandung anak ku, aku lupa memakai pengamanan malam itu." Bisik Alka.


__ADS_2