
"Seperti nya apa." Tanya Vino.
"Seperti nya, ada yang berbeda dengan mu, sebelum aku sakit. Kau lebih memperhatikan ku." Jawab Jawab Calvin.
"Itu hanya perasaan mu saja, jangan kau pikirkan. Sekarang yang terpenting adalah bagaimana mengisi kekosongan marvel grup di Eropa." Ucap Vino.
"Yah, aku tidak mau ke sana, walaupun itu hak ku aku sama sekali belum tertarik untuk ke sana. Apa tidak bisa memindahkan nya ke sini saja." Tanya Calvin.
"Sebelum aku jawab, kenapa kau tidak mau ke sana, itu semua adalah warisan dari keluarga mu, tidak ada yang bisa memimpin marvel grup selain diri mu."
"Aku belum siap yah, usia ku masih begitu mudah, aku perlu belajar untuk memimpin perusahaan sebesar itu, jika aku ke sana bagaimana dengan istri ku, dia sedang hamil mau tidak mau jika aku ke Eropa pasti dia harus ikut dengan ku, apa ayah mau anak gadis ayah terpisah jauh dengan mu? "
"Dia bukan seorang gadis Calvin, kau sudah membobol nya, aku jelas tidak ingin berpisah dengan Nila. Kau saja yang ke sana Nila tetap berada disini."
"Oh jelas tidak bisa. Kita laki-laki normal ayah, minimal dua hari sekali kita harus menyalurkan nafsu kita. Dengan siapa aku melampiaskan nya."
"Dasar laki-laki mesum, jadi kau mau Marvel grup pindah ke sini." Tanya Vino.
"Iya yah, tapi aku harus banyak belajar dengan mu, semenjak mommy ku tidak ada siapa yang memimpin Marvel grup? "
"Kakek mu, siapa lagi jika bukan daddy Stiven." Ucap Vino.
"Wah, dia laki-laki tua, tapi sangat luar biasa. Jika begitu biar saja dia yang memimpin Marvel grup."
"Tangan ku sudah gatal ingin menyentil wajah mu, tidak bisa begitu. Kau tau pemindahan perusahaan itu tidak cepat, butuh waktu bertahun-tahun. Dulu Moonly grup membutuhkan waktu 4-5 tahun." Kata Vino.
__ADS_1
"Itukan dulu yah, jika sekarang mungkin 2-3 tahun, aku akan terjun langsung memimpin Marvel grup setelah aku benar-benar sudah Matang, mungkin saat usia ku 25-27 tahun." Ucap Calvin.
"Mungkin saja bisa secepat itu, kalau itu keputusan mu. Aku akan membicarakan semua nya pada daddy dan yang lainnya."
"Hmm aku ingin mengucapkan terimakasih pada mu." Ucap Calvin.
"Untuk apa." Tanya Vino.
"Kau benar-benar menjadi ayah impian ku,aku tidak tau bentuk wajah ayah kandung ku. Sejak kecil aku selalu membayangkan ayah ku seperti mu." Jawab Calvin.
"Sudah jangan sedih lagi, sekarang kau sudah memiliki ayah yang sempurna seperti ku."
"Boleh aku memeluk mu." Tanya Calvin.
"Kenapa tidak." Jawab Vino dan langsung memeluk Calvin.
"Sama seperti bunda nya." Kata Vino.
Ini yang Calvin suka dari Vino, dia sama sekali tidak canggung atau tertutup jika di ajak bercanda. Vino benar-benar tau cara memperlakukan seseorang dengan sangat baik.
"Apa yang mau kau katakan lagi." Tanya Vino.
"Tidak ada, oh iya kita jadi ke makam mommy ku."
"Jadi, bersiap lah. Jangan ada air mata di sana. Tunjukkan Calvin laki-laki yang kuat." Ucap Vino.
__ADS_1
"Aku tidak janji." Calvin pergi meninggalkan ruangan itu.
"Apa yang ayah katakan." Tanya Alka.
"Sudah ku bilang, jangan panggil ayah ku dengan sebutan ayah. Panggil yang lain." Jawab Calvin.
"Kau benar-benar ribet, apa yang papah katakan." Tanya Alka.
"Kau terlalu kepo, kau mau ikut dengan ku tidak."
"Kemana." Tanya Alka.
"Ke hati ku, tidak aku bercanda. Ke makam mommy ku." Jawab Calvin.
"Aku ikut, baiklah aku akan bersiap dulu." Ucap Alka.
Calvin kembali masuk ke dalam kamar nya, ia melihat Nila sedang kesulitan menarik resleting dari yang terletak di punggung nya.
"Wow luar biasa." Ucap Calvin saat melihat betapa mulus nya punggung Nila.
Calvin mendekati Nila, dan menyelipkan tangan nya masuk ke dalam pakaian itu.
"Sayang, kamu mengejutkan ku." Ucap Nila.
"Hehehe kamu sedang apa." Tanya Calvin.
__ADS_1
"Bantu aku sayang, jangan asal memasukkan tangan mu." Jawab Nila.
"Hehehe maaf sayang, aku kan sudah sembuh, menjadi Calvin yang mesum." Kata Calvin.