
"Hmmmm," Nila langsung membuka mata nya saat merasakan ada yang sedang memeluk nya.
"Sayang," Ucap Nila.
Calvin memicing kan mata nya dan langsung tersenyum pada Nila, setelah itu ia kembali menutup matanya karena memang masih sangat mengantuk.
"Kamu sudah pulang? Sejak kapan? Kenapa tidak membangunkan ku?"
Calvin kembali membuka mata nya ia langsung mendekap bibir Nila dengan bibir nya.
"Ssssttt sayang aku sangat mengantuk, nanti saja kamu bertanya," ucap Calvin.
"Aku sangat merindukan mu sayang, sangat merindukan mu." Nila memeluk Calvin dengan sangat erat.
Sementara itu Vino sedang berjalan menuju kamar Nathan, ia tersenyum saat melihat kursi roda yang ia pakai dulu berada di dekat Nathan.
"Kenapa malah kesialan ku menurun pada nya," ucap Vino.
Vino mendekati Nathan dan langsung menarik selimut yang menutupi tubuh Nathan.
"Marvin diam lah, aku masih mengantuk," ucap Nathan.
__ADS_1
"Siapa yang Marvin," ucap Vino.
Nathan yang mendengar suara Vino sontak membuka mata nya lebar-lebar.
"Ayah," kata Nathan.
"Kenapa kau tidak suka ayah pulang," tanya Vino sambil ikut berbaring di samping tubuh Nathan.
"Tidak begitu, kau tidak ada memberi kabar pada kami dan tiba-tiba kau sudah ada di sini," jawab Nathan.
"Aku terlalu bersenang-senang di Eropa, kau tau lah aku jarang ke luar negeri," ucap Vino.
Vino tau anaknya saat ini sedang cemburu pada Calvin, maklum saja memang ia sakit dekat dengan Calvin.
"Kau cemburu pada anak mesum itu, Hey aku tidak bersenang-senang di sana, aku mengurus pemindahan perusahaan nya Calvin," ucap Vino.
"Hmmmm," gumam Nathan.
"Kau tidak percaya dengan ayah mu, di sana aku juga tidak bersama dengan Calvin dia bertemu dengan ayah kandung nya," kata Vino.
"Apa itu benar, dia sudah bertemu dengan ayah nya," tanya Nathan sambil memalingkan wajah nya ke arah Vino.
__ADS_1
"Benar dia sudah bertemu, untuk apa cemburu pada orang lain Nathan, kau tetap anak kebanggaan ayah, tidak mungkin ayah melupakan mu," ucap Vino.
"Bagaimana kabar mu," tanya Vino.
"Itu sangat telat ayah, seharusnya kau bertanya kabar ku beberapa hari yang lalu," kata Nathan.
"Kenapa aku jadi serba salah begini, bertanya salah tidak juga salah," ucap Vino.
"Aku sudah baik-baik saja yah, hanya saja aku masih tidak bisa berjalan, dah ada hal yang membuat ku takut," kata Nathan.
"Apa yang kau takutkan, katakan pada ku," tanya Vino.
"Aku takut tidak bisa jalan lagi yah, aku sangat takut," jawab Nathan.
"Jangan kau pikirkan, semuanya sudah baik-baik saja, kau 100 persen masih bisa berjalan dengan normal. Dulu ayah sama sekali tidak ada harapan untuk berjalan kembali, ayah lumpuh total Nat. Saat itu ayah tidak bisa menerima semua nya, ayah marah ayah menyerah dengan hidup ini. Tapi bunda mu datang memberikan dorongan yang membuat ayah bangkit dan berusaha untuk bisa berjalan kembali, dan kau lihat sekarang setelah perjuangan yang berat akhirnya ayah bisa berjalan dengan normal," ucap Vino.
"Banyak yang sudah ayah lalui, aku sangat beruntung memiliki ayah yang kuat seperti ku, memiliki keluarga yang selalu mendukung ku." kata Nathan sambil memeluk Vino.
"Bagaimana apa Marvin merawat mu dengan sangat baik," tanya Vino.
"Tentu, dia tidak pernah pulang ke rumah, dia selalu berada di samping ku, aku sangat bangga memiliki kembaran seperti nya," jawab Nathan
__ADS_1