
Malam itu Calvin keluar dari kamar nya untuk menyebarkan tenggorokan nya yang kering. Pertempuran nya dengan Sisil benar-benar membuat tenggorakan nya terasa sangat kering.
Saat berada di dalam dapur Calvin mendengar suara benturan yang cukup keras di depan rumah, dengan cepat Calvin langsung berlari melihat apa yang terjadi di depan sana. Yang ia takut kan hanya satu yaitu mobil kesayangan nya di ambil oleh orang.
"Pinter," ucap Calvin.
Ternyata suara benturan itu berasal dari mobil Piter yang menabrak beberapa pot bunga besar. Calvin berjalan mendekati mobil itu dan mengintip apa yang terjadi di dalam sana.
"Dia mabuk, Piter buka pintu mobil nya. Buka Piter," ucap Calvin sambil mengetuk-ngetuk jendela mobil itu.
Piter yang setengah sadar mulai membuka pintu mobil nya. Secara perlahan ia juga mulai turun dari mobil dengan keadaan yang sempoyongan.
"Bruk," satu pukulan mendarat di wajah Piter.
__ADS_1
"Aku sudah mengatakan hal ini pada mu, jangan mabuk-mabukan. Berhenti merusak diri mu sendiri," bentak Calvin, karena ia sangat marah pada Piter.
"Diam Calvin diam," ucap Piter dengan nada yang tidak kalah tunggi nya dengan Calvin.
"Kau tidak tau apa yang terjadi pada ku, kau hanya melihat semua nya dari satu sudut pandang yaitu sudut pandang mu. Berhenti mengatur ku karena memang hidup ku sudah hancur." Piter pergi meninggalkan Calvin, beberapa kali ia terjatuh ke lantai karena memang ia masih terpengaruh minuman Alkohol.
Dengan kasar Calvin menarik Piter masuk ke dalam rumah, walaupun ia sangat marah pada Piter tetap saja Piter adalah adik nya dan ia tidak mungkin tega membiarkan Piter seperti itu.
Setelah cukup lama akhirnya alkohol yang mempengaruhi nya perlahan menghilang. Dengan di bantu oleh Calvin Piter keluar dari kamar mandi dengan keadaan basah kuyup.
"Kau kenapa cerita pada ku, jangan pernah menyimpan masalah sendiri. Itu akan membuat mu stres," tanya Calvin.
"Ini semua karena ayah mu, aku tidak tau kenapa dengan nya. Aku tidak tau kenapa aku bisa lahir di keluarga yang sudah hancur seperti ini."
__ADS_1
"Apa maksud mu, ada apa dengan keluarga kita. Semua nya tampak baik-baik saja," tanya Calvin.
"Baik-baik saja karena mereka sok baik di depan mu. Kau tau Rebecca masih Berambisi dengan mu. Bunda ku baik pada ku karena kau pemasukan utama di keluarga ini, kau juga sangat royal pada kami dan ayah benar-benar bermuka dua jangan pernah dekat-dekat dengan nya," jawab Piter.
"Apa maksud mu Piter, apa maksud dari perkataan mu tentang ayah," tanya Calvin.
"Ayah berniat memisahkan mu dengan istri mu sekarang. Dia ingin menjodohkan mu dengan wanita pilihan nya, dan tentu setelah kau kembali masuk ke dalam keluarga ini dia akan mengambil semua harta mu."
Calvin hanya diam mendengar kan cerita dari Piter, ia tidak menyangka kebaikan nya di balas dengan keburukan. Air susu yang ia tebar di balas dengan air tuba. Saat ini yang ia rasa tulus dengan nya di keluarga ini hanya Piter seorang.
"Kenapa kau tidak seperti mereka, kau bisa aku beri semua yang kau minta. Kenapa kau tidak memanfaatkan hal itu."
"Kau sudah sangat baik pada ku, kau juga perhatian pada ku, memperhatikan apa yang tidak boleh aku lakukan, tidak seperti mereka yang benar-benar tidak peduli dengan ku. Bagaimana bisa aku berbuat memanfaatkan orang baik seperti mu."
__ADS_1