Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 161


__ADS_3

"Kau sudah mandi," tanya Marvin.


"Bagaimana aku mau mandi, berjalan saja tidak bisa," jawab Nathan.


"Ayo aku bantu kau mandi," kata Marvin.


"Kau sudah rapi, nanti kau basah lagi, aku tidak perlu mandi cukup ganti pakaian saja," ucap Nathan.


Marvin membuka lemari baju Nathan untuk mengambil pakaian Nathan, dari pakaian dalam sampai pakaian kerja yang sama dengan nya.


Nathan membantu Nathan pindah dari kursi roda ke kasur, agar lebih mudah mengganti pakaian nya.


"Nat, kau tidak malu pada ku," tanya Marvin.


"Untuk apa aku malu, kita kembar milik mu juga sama dengan ku, lagi pula jika aku membesar kan rasa malu ku aku tidak akan bisa ganti pakaian," jawab Nathan.


"Hahaha kau bisa saja, milik mu lebih kecil dari ku," kata Marvin.


"Enak saja ini belum berdiri, kau telat tadi pagi baru berdiri, sudah mana celana d*lam ku," ucap Nathan.


Setelah mengganti pakaian Nathan, mereka berdua langsung keluar dari kamar untuk sarapan pagi.


"Wah anak ayah sudah sangat tampan dan rapi," ucap Vino.


"Aku lebih tampan dari nya," kata Nathan.

__ADS_1


"Jangan terlalu menyombongkan diri mu atau aku tidak akan mendorong kursi roda mu lagi," ujar Nathan.


"Sudah aku lebih tampan dari mereka semua," ucap Calvin yang berjalan di depan mereka.


"Kau dari mana Calvin," tanya Vino.


"Menjemput ayah kandung ku yah, nanti aku minta izin untuk membawa Nila ke sana," jawab Calvin.


"Pergi lah asalkan jaga istri mu dengan baik," ucap Vino.


Nathan dan Marvin sudah siap berangkat ke kantor, mereka berdua di antar jemput oleh supir yang telah Vino siapkan. Sesampainya di Vins grup mereka berdua di sambut oleh karyawan kantor, Nathan sudah cukup terkenal di Vins grup karena ia pernah magang beberapa bulan di sini.


"Selamat datang tuan muda Nathan dan Marvin," ucap Naku.


"Pak Naku, banyak yang belum mengenal saudara kembar saya, saya tidak ingin ada omongan yang tidak-tidak tentang nya," kata Nathan.


Naku membawa Nathan dan Marvin ke ruangan mereka berdua, ruangan khusus yang telah Vino sediakan untuk mereka berdua. Seperti biasa nya Marvin tidak membiarkan siapapun mendorong kursi roda Nathan selain diri nya, ia sangat bertanggung jawab pada adik nya.


Di rumah Calvin sedang membaca referensi yang di berikan dokter pada nya, ia benar-benar sudah tidak bisa menahan nya lagi dan harus segera menyalurkan nya. Setelah ia memahami semua nya Calvin berjalan mendekati Nila yang sedang ngemil di atas kasur.


"Mau sebesar apa lagi tubuh mu sayang," ucap Calvin sambil memeluk Nila.


Tangan nya mulai nakal masuk ke dalam baju Nila, "Sayang ayah ku meminta kamu datang ke rumah, kamu mau kan," tanya Calvin.


"Iya aku mau, tapi ini tangan mu kenapa sayang." Nila mengeluarkan tangan Calvin dari dalam sana.

__ADS_1


"Sayang aku ingin, boleh yah. Aku sudah 1 minggu lagi tidak melakukan nya," kata Calvin.


"Kamu sudah membaca referensi yang dokter berikan," tanya Nila.


"Sudah sayang aku sudah membaca nya, aku sudah tau apa yang boleh dan tidak boleh di lakukan," jawab Calvin.


Calvin tersenyum pada Nila, ia sudah tau jika Nila mengizinkan nya. Dengan penuh kelembutan mereka berdua kembali melakukan nya.


Marvin dan Nathan sudah mulai mengerjakan tugas pertama mereka, bagi Nathan hal itu sangat mudah, berbeda dengan Marvin yang sangat buta dalam masalah kantor.


"Kau bingung Marvin," tanya Nathan.


"Iya aku tidak tau, ajari aku," jawab Marvin.


Marvin mulai mendekati Nathan, Nathan langsung mengajari semua nya yang ia tau. Marvin terpukau dengan kepintaran Nathan, mereka berdua memang kembar tapi otak mereka memang tidak sama. Nathan terlahir lebih pintar di bandingkan Marvin.


"Kak aku sangat ingin dekat dengan Calvin," ucap Rebecca.


"Tidak mungkin kau tidak ada apa-apa nya, di bandingkan dengan istri nya," kata Piter.


"Istri nya sedang hamil kak, sebentar lagi melahirkan dan dia pasti akan memerlukan seseorang untuk memuaskan nya," ucap Rebecca.


"Berapa usia mu," tanya Piter.


"19 tahun, kita hanya berbeda 2 tahun," jawab Rei.

__ADS_1


"Kau sudah tidak Virgin," tanya Piter.


"Jangan bertanya akan hal itu, kau saja hilang perjaka mu saat 17 tahun dengan pacar mu," jawab Rebecca.


__ADS_2