Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 72


__ADS_3

Firasat buruk...


Stiven dan juga iqbaal masi di dalam kantor vins grub, mereka masi fokus dengan masalah yang harus cepat mereka selesai kan...


"Stive, sebaik nya kita segera pulang, ini sudah sangat larut dan kau belum makan apapun dari pagi tadi..." ucap iqbaal...


"Tapi bal, kita juga belum menyelesaikan ini..." ucap stiven...


"Kau tidak kasihan dengan bella, pasti dia sedang menunggu mu..." ucap iqbaal...


"Ya ampun bal, kenapa aku melupakan nya. Pasti dia menunggu ku, ayo kita segara pulang..." ucap stiven...


"Kenapa tidak dari tadi aku mengatas nama kan ka bella..." batin iqbaal...


Mereka pun keluar dari kantor vins grub tepat jam 1 dini hari...


"Biarkan aku yang membawa mobil nya bal..." ucap stiven...


"Tapi stive..." ucap iqbaal....


"Sudahlah, aku tau kau lebih letih dari ku..." ucap stiven...


Sementara itu viona dan juga bella masi berada di ruang keluarga untuk menunggu suami mereka pulang...


"Viona ini udah larut, kenapa mereka belum pulang, hp mereka juga tidak aktif..." ucap viona...


"Tenang ka, jangan panik, aku ambilkan minum ya..." ucap viona...


Viona pun pergi ke arah dapur untuk mengambil kan minum untuk bella yang sedang panik, tak lama viona kembali sambil membawa segelas air mineral...


"Ini ka di minum dulu..." ucap viona...


Bella pun mengambil gelas tersebut dengan tangan yang gemetar dan meminum nya, setelah selesai meminumnya, bella ingin meletakan gelas tersebut di meja tetapi tiba-tiba gelas tersebut terjatuh dari tangannya...


"Tarrrrr...." suara pecehan gelas tersebut...


"Ka bella, kakak enggak papa..." ucao viona yang melihat bella gemetar hebat saat gelas tersebut terjatuh...


"Aaa... aku ta... takut..." ucap bella dengan tubuh yang gemetar...


"Tunggu Sebentar ka..." ucap viona...


Viona pun berlari menuju kamar indah dan wijaya karena keadaan bella sudah di luar mulai memburuk...


"Mah... pah... mah... pah..." teriak viona...


Wijaya dan indah yang mendengar teriakan dari viona langsung terbangun dari tidurnya dan keluar dari kamar...


"Ada apa viona, ko belum tidur..." ucap wijaya...


"Pah... ka bella pah..." ucap viona panik...

__ADS_1


"Kenapa dengan bella..." ucap indah...


"Badan ka bella gemetarran, viona takut..." ucap viona...


"Kenapa bisa begitu, ayo kita lihat..." ucap wijaya...


Mereka bertiga pun berlari menuju bella yang sedang berada di ruang keluarga, tubuh bella tampak masi gemetaran...


"Hati-hati mah pah, banyak beling..." ucap viona...


"indah pun perlahan mendekat bella dan memeluk nya...


"Kamu kenapa sayang..." ucap indah...


"Bella takut mah, hati bella gak tenang..." ucap bella sambil menangis...


Indah yang memeluk tubuh bella merasakan getaran yang cukup kuat, tiba-tiba hati nya juga merasa tidak tenang...


"Dimana suami kalian..." ucap wijaya...


"Kami sedang menunggu mereka pulang pah..." ucap viona...


"Jadi mereka belum pulang..." ucap wijaya...


"Belum pah, nomor nya juga tidak aktif..." ucap viona...


"Ko bisa begiti, stiven iqbaal kalian dimana..." ucap wijaya...


Bella yang mendengar nama stiven, langsung menangis histeris, iya menangis sambil menyembut nama stiven, mereka yang melihat bella sudah di luar kendali langsung menghubungi dokter rendy untuk datang kerumah...


"Aaauuuu..." ucap viona...


"Hati-hati viona..." ucap wijaya...


"Ka, kenapa aku mencemas kan mu, dimana kamu..." batin viona...


"Kamu enggak papa kan..." ucap wijaya...


"Enggak pah, cuma luka sedikit..." ucap viona...


"Bella, kamu pinda kekamar yuk, kamu istirahat..." bujuk indah...


"Enggak mah, bella masi ingin menunggu mas stiven..." ucap bella...


"Nanti pasti stive pulang, sekarang kamu masuk dulu..." ucap indah...


"Pokok nya bella enggak mau masuk sebelum mas stiven pulang..." ucap bella sambil menangis...


Tak lama dokter rendy datang sambil berlari...


"Ada apa tuan, kenapa anda menghubungi saya semalam ini..." ucap rendy...

__ADS_1


"Ren, cepat periksa bella, tubuh nya bergemetar hebat dan terus menyebut nama stiven..." ucap wijaya...


Bella pun di pindakan dari sofa tempat ia duduk ke sofa lainnya karena banyak pecahan beling...


Rendy pun memeriksa bella, setelah ia selesai memeriksa bella, ia ingin memberikan obat rendy teringat bella sedang hamil...


"Maaf tuan, saya tidak bisa sembarangan memberikan nona bella obat, sekarang di tengan hamil takut terjadi sesuatu hal yang tidak dinginkan..." ucap Rendy...


"Terus bagaimana ren..." ucap wijaya...


"Kita hanya bisa menenangkan nya dengan semapu kita, oh iya dimana stiven..." ucap rendy...


"Dia belum kembali ren, nomor nya juga tidak aktif..." ucap wijaya...


"Ku menangis membayangkan betapa kejam nya dirimuh atas diriku..." suara nada dering milik rendy...


"Maaf tuan saya mengangkat telfon terlebih dahulu..." ucap rendy...


"Silahkan ren..." ucap wijaya...


Rendy pun sedikit menjauh untuk mengangkat sambungan telfon, tak lama ia kembali dengan wajah yang panik...


"Maaf tuan, saya harus segera kerumah sakit, kerena ada korban kecelakaan..." ucap rendy...


"Iya ren, terimakasih sudah datang..." ucap wijaya...


"Tak masalah tuan..." ucap rendy...


Rendy pun pergi dari kediaman keluarga vins dengan terburu-buru dan langsung menuju rumah sakit...


Sesampainya dirumah sakit rendy langsung berlari menuju ugd untuk memeriksa korban kecelakaan tersebut...


"Pak, cepat pak... korban sangat memperlihatkan, dan terus memanggil satu nama..." ucap salah satu suster...


Rendy pun masuk kedalam ugd dan betapa terkejut nya dia saat melihat siapa korban kecelakaan tersebut...


"Cepat, ambil tindakan darurat..." teriak rendy...


Mereka pun langsung mengambil tindakan untuk menyelamatkan nyawa korban tersebut...


Sedangkan bella tampak mulai menenang di pelukan indah, tiba-tiba ia mendengar nama nya di panggil oleh stiven, sontak bella langsung melihat keratah sumber suara...


"Mas stiven..." ucap bella yang menatap kearah pintu...


Bagaimana kelanjutan cerita bella dan stiven, kita tunggu episode selanjutnya ya...


Terimakasih sudah mampir, jangan lupa...


like...


comen...

__ADS_1


Vote...


Love you....


__ADS_2