Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 63


__ADS_3

"Alka aku sangat takut." Ucap Calvin yang semakin tidak bisa menahan air mata nya.


"Kau sangat cengeng Calvin, bagaimana bisa laki-laki bisa cengeng seperti mu." Kata Alka sambil menguap rambut Calvin.


"Katakan pada paman, aku ingin keluar dari sini, aku tidak akan membuat mu marah lagi, dan kita tidak akan pernah bertengkar lagi." Rengek Calvin.


"Calvin diam lah, aku tidak membawa HP, tenang saja tidak akan terjadi sesuatu. Sekarang tutup mata mu dan jangan dengarkan apapun."


"Alka tidak bisa, aku sangat takut."


"Calvin diam, aku bilang diam ya diam, jika kau terus seperti ini, hantu itu akan benar-benar muncul." Alka merasa seperti memberikan pemahaman pada anak nya.


"Iya iya aku diam." Ucap Calvin.


"Sekarang kau tidur saja, anggap saja tidur siang." Alka membuka jas nya dan menutupi tubuh Calvin dengan jas milik nya.


"Apa ini benar-benar bisa terjadi, mana mungkin aku bisa tidur."


"Bisa, bayangkan hal-hal yang menyenangkan." Ucap Alka.


Satu jam telah berlalu, Calvin sudah tertidur dengan pulas nya, ntah apa yang Calvin bayangkan sampai dia bisa tidur sepulas itu.


"Ah sial semakin lama semakin seram saja, Calvin sudah tidur dan aku semakin tidak tenang." Alka memutuskan untuk ikut berbaring di samping tubuh Calvin dan mulai untuk tidur.


Pukul 5 sore Andy berjalan menuju ruangan tempat Alka dan Calvin di hukum. Ia langsung membuka pintu ruangan itu dan menghidupkan semua lampu dari luar ruangan.


"Lihat lah mereka berdua sudah baikan sampai tidur sambil berpelukan." Ucap Andy.


"Ahhh." Teriak Andy saat melihat layar yang menunjukkan hantu yang sangat seram.

__ADS_1


"Jika aku jadi mereka berdua aku sudah mati ketakutan." Andy langsung mematikan layar itu menggunakan remot yang ia bawa.


"Hey bangun lah." Ucap Andy sambil menggoyangkan tubuh Alka dan Calvin secara bersama.


"Alka." Calvin memeluk tangan Alka.


"Calvin, sudah tidak ada yang perlu kau takut kan." Ucap Alka.


"Paman sudah datang." Calvin langsung melepaskan pelukan nya dan berdiri dengan sigap.


"Kau takut." Tanya Andy.


"Dia sangat takut kak." Ujar Alka.


"Kau mau mendapatkan hukuman seperti ini lagi." Tanya Andy.


"Jika tidak jangan bertengkar lagi dan sampai menimbulkan perhatian seperti tadi, kalian berdua mengerti." Ucap Andy.


"Siap paman." Kata Calvin dengan tegas, ia lebih memilih berbaikan dengan Alka dari pada hukuman yang sangat menyeramkan seperti ini.


Mereka berdua kembali ke ruangan mereka tadi, tempat semua pertikaian terjadi. "Alka kita sudah balikan, jangan membuat masalah lagi." Ucap Calvin.


"Iya cengeng." Kata Alka.


"Iya aku memang mudah menangis apa kau puas, aku tidak mau bekerja di sini lagi."


"Eh jangan, jika ada kau pekerjaan ku ada yang membantu, kau tetap harus di sini Calvin. Kita kan sudah baikan." Ucap Alka.


"Kau terus mengejek ku, itu membuat ku kesal."

__ADS_1


"Maaf Calvin, sekarang kita bersiap untuk pulang, jangan ambil perasaan dengan perkataan ku tadi. Kita kan sudah balikan." Ucap Alka.


"Akan ku pikirkan." Kata Calvin.


Sesampainya di rumah mereka berdua langsung masuk ke dalam kamar masing-masing. Calvin naik ke atas kasur lalu menutup tubuh nya karena merasa sangat malu, ia tidak tau kenapa diri nya bisa sangat cengeng.


"Selamanya Alka akan mengejek ku cengeng." Ucap Calvin.


"Sayang, kamu sudah pulang. Kenapa tidak menghubungi ku." Tanya Nila sambil membuka penutup dari wajah Calvin.


"Kamu habis menangis." Tanya Nila yang langsung tau karena kata Calvin sedikit bengkak.


Calvin hanya menganggukkan kepala nya sambil memajukan bibir nya. Nila terkekeh saat melihat suaminya yang seperti anak-anak.


"Kamu sudah dewasa sayang, kenapa masih mudah menangis."


"Itu salah paman, dia menghukum ku dengan Alka bersama." Ucap Calvin.


"Di ranjang saja kamu ganas, tapi hati dan tingkah laku mu seperti anak di bawa 5 tahun." Nila mengusap wajah Calvin yang masih tersisa di wajah Calvin.


"Sayang." Rengek Calvin.


"Cup cup cup." Nila memeluk wajah Calvin sambil mengusap rambut Calvin.


"Aku tidak tau kenapa aku bisa jatuh cinta pada laki-laki seperti ini." Batin Nila.


"Sayang jatah." Rengek Calvin.


"Jatah apa sayang." Nila langsung melepaskan pelukan nya.

__ADS_1


__ADS_2