Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Part bonus 2


__ADS_3

"Ampun mas." Wulan hanya bisa menggelengkan kepala nya di tengah tengah pertempuran yang sangat dasyat itu.


"Tahan sayang, aku tidak biasa tidak mengeluarkan nya," kata Marvin.


Begitu kehidupan rumah tangga mereka berdua, penuh dengan kehidupan ranjang tetapi juga sangat harmonis. Wulan tidak tau kenapa bisa mencintai Marvin, pria gila dengan ranjang. Tidak ada hari tanpa ranjang bagi Marvin. Tetapi selain ranjang Marvin juga pria yang sangat bertanggung jawab Selama pernikahan mereka Marvin selalu memberikan nafkah lebih, padahal jika mau Marvin tidak perlu bekerja jika hanya untuk memberikan nafkah istri nya. Karena memang di keluarga ini, uang keperluan istri sudah di sediakan khusus.


"Arghhhh." Akhirnya Marvin sampai ke puncak nya.


Wulan tidak merasakan benih dari Marvin karena memang Marvin selalu memakai pengaman.


"Sayang kamu istirahat ya, aku harus bekerja." Marvin mengecup dahi Wulan dan langsung turun dari ranjang, jika pagi mendapatkan jatah sepanjang hari kehidupan nya akan bahagia.


Di perusahaan Nathan bertemu banyak orang baru yang berasal dari keluarga terpandang. Sebagai pewaris yang baru Nathan sengaja di perkenalkan banyak orang.


"Akhirnya," ucap Nathan.


"Kenapa lelah," tanya Stiven.


"Iya kek, sangat lelah," jawab Nathan.


"Beberapa orang lagi, ada wanita kau bisa berkenalan dengan nya," kata Stiven.


"Hanya berkenalan, tidak berpacaran." Stiven menekankan kata itu pada Nathan.


"Iya aku tau," ucap Nathan

__ADS_1


Wanita cantik dengan seorang pria yang cukup tua masuk ke dalam ruangan itu, wanita itu terlihat sangat Anggun dengan senyuman yang sangat manis.


"Dia tipe ku," batin Nathan.


"Hay, kamu Nathan," tanya Fiyya.


"Kamu tau nama ku? iya aku Nathan."


"Siapa yang tidak tau kami, ayah dia benar benar sangat tampan dan manis," kata Fiyya.


"Nathan bawa Fiyya berkeliling, jangan membuat nya menangis usia nya tak jauh dari mu," ucap Stiven.


"Siap kek," kata Nathan.


Nathan dan Fiyya pergi meninggalkan tempat itu, mereka berdua sama sama saling kagum satu sana lain.


"Fiyya, nama ku Fiyya," jawab nya sambil mengulurkan tangan nya.


"Fiyya nama yang lucu, seperti orang nya," kata Nathan.


"Hahaha kamu ada ada saja," ucap Fiyya.


Dari kejauhan Vino yang baru pulang dari Australia melihat Nathan dan Fiyya, ia cukup terkejut melihat Nathan dengan seorang wanita, banyak yang tidak boleh Nathan lakukan termasuk dekat dengan wanita. Apalagi saat ini Nathan berada di perusahaan.


"Nathan," ucap Vino.

__ADS_1


"Daddy." Nathan membalik tubuh nya.


Vino mendekati Nathan dan Fiyya. Dengan cepat memeluk Vino, sebelum masalah yang menyerang mereka berdua memang sangat dekat. Apalagi Vino baru pulang dari Australia setelah 1 bulan bertugas.


"Daddy kenapa tidak memberikan ku kabar," kata Nathan.


"Hahaha aku ingin memberikan mu kejutan, bagaimana kabar mu, selama daddy di saja tidak sedikit pun kau menghubungi daddy."


"Aku sangat baik, oh iya ini Fiyya anak rekan bisnis kakek," kata Nathan.


"Oh bukan pacar mu kan?"


"Tidak daddy, bukan pacar ku," ucap Nathan.


"Hallo paman nama ku Fiyya."


"Hallo cantik, jangan heran dengan Nathan ha," kata Vino.


"Mommy juga sudah tau," tanya Nathan.


"Belum, ini daddy langsung mau pulang, sudah tidak tahan," jawab Vino.


"Tidak tahan apa dad?"


"Membuat adik untuk mu hahaha, dada daddy ingin bersenang-senang dulu." Vino pergi meninggalkan Nathan.

__ADS_1


Note jika tembus sampai 400 like mungkin cerita ini akan lanjut..


__ADS_2