Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 95


__ADS_3

Marvin langsung menyambar bibir manis wanita itu, ia tidak memperdulikan jika wanita yang ingin ia rusak sedang menangisi nasib buruk nya.


"Kau kenapa." Bentak Marvin yang sangat kesal karena ia merasakan air mata wanita itu.


"Aku takut, jangan lakukan hal ini pada ku."


"Apa kau gila, aku sudah memilih mu jadi kau harus melayani ku." Bentak Marvin.


Wanita itu hanya diam sambil berusaha menahan tangis nya. Biasa nya Marvin tidak peduli dengan tangisan wanita yang ingin ia bobol tapi kali ini ia sangat tidak tega, otak nya langsung menuju pada wajah Citra.


"Bunda." Ucap Marvin.


Marvin mematung sejenak untuk mengambil keputusan yang sangat besar bagi nya. Ia melihat tubuh wanita yang sangat menggoda di depan nya tentu saja nafsu nya naik seketika tetapi saat melihat tangisan wanita itu Marvin langsung teringat pada Citra.


"Sudah banyak wanita yang aku rusak tapi baru kali ini aku goyang." Marvin berjalan keluar dari kamar itu.


Sudah hampir dua jam Citra menunggu Marvin di butik itu tetapi belum ada tanda-tanda kedatangan Marvin kembali. Citra sangat yakin jika Marvin pasti menepati janji nya dan akan kembali menemuinya.


Kurang lebih tiga jam menunggu Citra menunggu Marvin sampai diri nya hampir terjatuh karena terlalu lama berdiri, untung saja ada seseorang yang menahan nya dan seseorang itu adalah orang yang selama ini Citra tunggu.


"Maaf bun." Marvin memeluk Citra dengan sangat erat.


"Kamu dari mana saja." Tanya Citra sambil membalas pelukan hangat dari Marvin.


"Maaf bunda, Marvin salah, Marvin tidak akan pernah pergi lagi." Ucap Marvin.


"Kamu janji tidak akan pernah meninggalkan bunda." Tanya Citra.


"Janji tidak akan pernah, bunda kau mempunyai anak seperti Marvin."

__ADS_1


"Apa yang kamu katakan, kamu sama seperti anak bunda yang lainnya." Kata Citra.


Marvin membawa Citra duduk di kursi yang tersedia, ia yakin Citra pasti sangat lelah karena terlalu lama menunggu diri nya yang tidak tau diri itu.


"Kamu menangis." Citra mengusap wajah Marvin.


"Marvin sangat menyesal meninggalkan bunda, pasti bunda lelah menunggu Marvin." Marvin menaikan kaki Citra dan memijat nya dengan lembut.


"Aku harap kamu benar-benar anak ku." Batin Citra.


"Sudah tidak perlu kamu ungkit lagi, sekarang kita kembali masuk sebelum butik ini tutup." Ucap Citra.


Setelah selesai berbelanja berbagai macam pakaian dan perlengkapan Marvin, mereka pun langsung pulang ke rumah. Citra mengantarkan Marvin masuk ke dalam kamar Nathan yang sekarang kamar Marvin juga.


"Bunda Marvin ingin kamar sendiri."


"Tidak ada, kamu satu kamar dengan Nathan agar kamu dan Nathan lebih saling mengenal." Ucap Citra.


"Hehehe maaf sayang, ada apa." Tanya Citra sambil mengusap rambut Nathan.


"Nathan kenapa kamar nya berantakan lagi." Ucap Marvin.


"Hehehe maaf, tadi kak Alka dan Calvin datang jadi mereka yang membuat semua nya berantakan." Kata Nathan.


"Kamu bantu Marvin merapihkan nya lagi, bunda mau mandi dulu." Ucap Citra.


"Ikut." Rengek Nathan.


"Nathan kalau kamu masih 8 tahun tidak papa, kamu sudah 18 tahun dan sudah mau menikah mana mungkin mandi bersama bunda." Ucap Citra.

__ADS_1


"Hehehe maaf bun." Kata Nathan.


Marvin meletakan semua belanjaan nya ke atas ranjang, sebelum membereskan nya Marvin memilih mengistirahatkan terlebih dahulu tubuh nya.


"Apa yang kau beli." Nathan membuka satu persatu paper back yang Marvin bawa.


"Kau berbicara pada ku." Tanya Marvin.


"Dengan setan." Jawab Nathan.


"Aku membeli pakaian dan perlengkapan hidup ku." Ucap Marvin.


"Bagus kau membeli sabun, siapa yang menghabiskan sabun ku di kamar mandi." Tanya Nathan.


"Eh anu, hmmm." Marvin gelagapan menjawab pertanyaan Nathan.


"Ngaku saja, kau habis olahraga lima jari kan saat aku tidur."


"Iya iya aku yang melakukan nya." Ucap Marvin.


"Jika ada yang kau mau, ambil lah."


"Boleh." Tanya Nathan.


"Ini uang bunda mu, mana mungkin aku melarang mu, Nathan seberapa kaya keluarga mu."


"Kau tidak boleh tau, kau bukan siapa-siapa." Ucap Nathan yang sangat menusuk hati Marvin.


"Iya aku sadar, aku bukan siapa-siapa, aku hanya menumpang di sini." Kata Marvin dan langsung mengambil semua paper back dari tangan Nathan.

__ADS_1


Marvin berjalan mendekati lemari dan langsung mengisinya dengan pakaian nya.


"Apa dia marah." Batin Nathan.


__ADS_2