Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 163 S2


__ADS_3

Salah paham.


Citra sudah di pindah kan kedalam ruang rawat inap, vino dengan setia menunggu di samping citra, ia sama sekali tidak bergerak dari tempat duduk nya.


Keluarga yang lain nya memutuskan untuk pulang, di ruangan itu hanya ada andy, jamal dan vino. Mereka berdua memilih untuk menemani vino yang sedang kacau, mereka tidak ingin vino merasa sendiri di tempat ini.


"Vin, makanlah bukannya kau belum mengisi perut mu." ucap andy.


Vino tidak menjawab ucapan dari andy, ia masi meletakan kepalah nya di samping citra sambil mengusap tangan citra dengan lembut, wajah nya terlihat sangat menyedihkan, vino yang terkenal dingin mendadak lemah di hadapan dua orang sahabat nya itu.


"Vin, jika kau tak makan kau akan sakit, jika kau sakit siapa yang akan berada di samping citra." ujar andy.


Vino memikirkan ucapan andy, ia merasa yang di ucapan andy ada benar nya tubuh nya memang sangat terasa lemas, ia bangkit dari kursi itu dan berjalan menuju sofa untuk mengisi perut nya.


Hanya beberapa suap ia makan, vino kembali meletakan makanannya ia benar-benar sedang tidak berselerah makan. Mulut nya terasa hambar dan pahit.


"Kenapa tidak di lanjut kan." tanya jamal.


"Hambar." jawab vino singkat.


"An, vin kalian tau aku telah berbuat kesalahan besar." ucap jamal.


"Kesalahan apa." tanya andy.


"Aku merusak gadis perawan." jawab jamal.


"Apa, jika orang tua mu tau bisa habis kau mal." ucap andy.


"Mereka sudah tau, dan aku akan menikah dengan nya." jawab jamal.


Andy langsung teringat akan diri nya dan caitlin pada waktu itu, jika saja ia tidak mengingat pesan orang tua nya mungkin caitlin juga akan rusak dengan nya.


"Ternyala kau benar vin, rasa nya sunggu luar biasa, jika dia sudah menjadi istri ku akan kehabisan dia setia malam." ucap jamal.


"Bisa-bisa nya kau berkata seperti itu, aku belum merasakan nya." ujar andy.

__ADS_1


"Salah siapa kau tidak melakukan nya, bukannya tadi caitlin bersama mu." ucap jamal.


Vino sedikit tersenyum melihat kekonyolan dua sahabat nya itu, mungkin benar orang yang bisa membuat kita lebih baik adalah orang yang selalu berada di sisi kita, suka maupun duka.


"Kau tersenyum vin." ucap jamal.


"Apa benar dia tersenyum." tanya jamal.


"Tidak, aku tidak tersenyum." jawab vino.


Andy dan jamal langsung memeluk vino sambil tertawa.


"Ternyata vino yang dulu sudah kembali." ucap andy sambil mengacak-ngacak rambut vino.


"Ada apa dengan kalian, ayolah lepas." ucap vino.


"Aku punya ide bagus, bagaimana kalau kita mengadakan pesta pernikahan bersama." ujar jamal.


"Maksud mu." tanya vino.


"Tapi apa si jomblo satu ini sudah memiliki pasangan." ujar jamal.


"Enak saja jomblo, aku juga akan menikah dalam waktu dekat."


"Dengan." tanya jamal.


"Menurut mu." jawab andy.


"Dengan caitlin." ucap jamal.


"Sudah lah, lebih baik kalian berdua pulang, biar aku saja yang berada di sini." ucap vino.


"Tidak vin, kamu akan berada di sini, sampai citra sadar." ucap andy.


"Terserah aku tidak memaksa." ucap vino dan kembali berjalan menuju citra.

__ADS_1


Vino kembali duduk di samping citra, kepalah nya kembali ia letakan dan terus saja memandang wajah citra. Andy dan jamal memutuskan untuk tidur di ruangan itu juga, mereka akan pulang jika citra sudah sadar.


Citra mulai membuka mata, tubuh nya terasa sangat sakit, ia mengedip-ngedip kan mata nya untuk menyesuaikan cahaya di ruangan itu, citra melihat kearah samping nya nya ia melihat vino sedang tertidur sambil mengenggam tangan nya dengan erat.


Ia tersenyum bahagia, rasa sakit di hati nya perlahan mulai menghilang. Citra menarik tangan nya dari genggaman vino dan mengusap rambut vino sambil tersenyum. Vino yang merasakan rambut nya ada yang mengusap nya perahan ia menikan kepalah nya dan melihat citra sedang tersenyum pada nya.


Ingin rasa nya vino berteriak untuk meluapkan kebahagiaan nya tetapi citra langsung mengisyaratkan untuk vino diam, agar tidak mengganggu andy dan jamal yang sedang tertidur.


"Kamu sudah sadar." ucap vino dengan suara yang pelan.


Citra memegang wajah vino yang pucat dan sembab ia tidak tau kenapa wajah tampan vino bisa berubah menjadi seperti itu.


"Apa wajah ku terlihat sangat jelek." ucap vino.


"Tidak, kamu tetap tampan." jawab citra.


'Maaf, pasti kamu mendengar percakapan ku di kamar." ucap vino.


Citra melepaskan tangan nya di wajah vino dan langsung memalingkan wajah nya, ia seperti itu karena ingin mendapatkan penjelasan dari vino.


"Aku akan menjelaskan nya secara detail." ucap vino.


Vino pun menjelaskan nya secara detali dan menyeluruh apa yang citra dengar ternyata tidak seperti yang ada di dalam fikirannya, orang yang tidak vino cintai bukanlah dia tetapi calista mantan vino. Mungkin rasa cinta yang begitu dalam di hati nya membuat nya terlalu mudah untuk menyimpulkan sesuatu yang berkaitan dengan vino.


Vino mengecup dahi citra, ia sangat bahagia bisa melihat citra sudah tersadar, beban di pundak nya runtuh seketika saat melihat citra tersenyum pada nya.


"Aku mencintai mu, sangat mencintai mu." ucap vino sambil mencium tangan citra.


Citra menitihkan air mata nya, kata yang selama ini ingin ia dengar akhirnya terucap juga dari bibir suami nya. Vino yang melihat citra menitihkan air mata panik seketika.


"Kamu menangis, apa ada yang sakit." tanya vino dengan wajah yang sangat khawatir.


"Tidak, aku sangat bahagia." jawab citra.


Citra meminta vino untuk ikut naik keatas tempat tidur nya, ia ingin sekali memeluk tubuh suami nya itu. Vino pun dengan senang hati melakukan nya, ia langsung naik dan merebahkan diri nya di samping tubuh citra.

__ADS_1


"Kita dalam bahaya, keluarga vins dan moonly sedang melacak keberadaan kita." ucap seseorang.


__ADS_2