Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 145 S2


__ADS_3

Cemburu.


Andy berlari mendekati vino dan citra yang baru turun dari mobil, vino yang melihat andy menghampiri diri nya dan citra langsung memasang ekspresi dingin nya.


"Hay citra." ucap andy.


"Iya ka." jawab citra sambil tersenyum.


"Ada yang kau ingin bicarakan." tanya vino dengan eksepsi dingin nya.


"Tidak ada, aku hanya ingin menghampiri kalian berdua." ucap andy.


"Kalau begitu kami masuk, ada hal yang lebih penting yang harus kami lakukan." ucap vino.


"Hal apa ka." ujar citra.


Vino tidak menjawab pertanyaan dari citra ia langsung menarik tangan citra agar ikut masuk dengannya.


"Bunda mengundang kalian berdua makan malam datang lah." ucap andy dengan suara yang agak keras.


"Jika ada waktu kami pasti datang." ucap vino.


Andy tersenyum mendengar itu, ia membalik tubuh nya dan berjalan kembali kerumah nya.


Di dalam kamar seperti biasa citra terlebih dahulu masuk kedalam kamar mandi untuk membersikan diri nya, kali ini ia tidak lupa membawa handuk dan pakaian ganti agar tidak terulang momen seperti tadi pagi.


"Citra cepat aku kebelet kencing" teriak vino di depan pintu kamar mandi.


"Aku masih lama, pergi lah kekamar sebelah." jawab citra.


"Apa kau lupa, kamar di lantai ini sudah di kunci semua, cepatlah aku sudah tidak tahan." teriak vino.


"Ia bentar." ucap citra.

__ADS_1


Dengan buru-buru citra mengambil handuk dan melilitkannya di tubuh nya, setelah itu citra membuka kunci pintu kamar mandi. Vino yang menyadari kunci nya sudah terbuka dengan buru-buru vino langsung masuk kedalam kamar mandi.


"Lega." ucap vino yang tidak sadar sedari tadi citra memperhatikan nya.


Setelah membuang air kecil vino membalik badannya betapa terkejut nya ia saat melihat citra yang tepat berada di belakang nya.


"Apa kamu melihat semua nya." tanya vino.


Citra hanya menganggukan kepalah nya, ia bingung harus menjawab apa karena memang sedari tadi ia memperhatikan vino yang lagi buang air kecil.


Vino memperhatikan citra dari ujung kaki sampai ujung rambut nya, tiba-tiba ia menarik tangan citra dan mencium bibir citra dengan ganas nya. Tampak citra tidak membalas ciuman itu, ia hanya diam memberikan vino melum*t bibir nya, perahan citra mejamkan mata nya tangan nya naik keatas leher vino dan citra mulai membahas ciuman dari vino.


Vino mulai memperlembut lum*tannya agar citra dapat membalas nya, mereka berdua tampak menikmati ciuman itu. Tangan vino mulai merabah-rabah tubuh citra ia melepaskan handuk yang melilit tubuh citra. Ciuman itu perahan turun keleher jenjang citra, vino memberi bekas tanda kepemilikan nya di tempat itu.


"Aahhh." desah citra saat vino mencium leher nya.


Tangan vino mulai mempermainkan buah dada citra yang menurut nya sangat menggoda, citra menikmati setiap permainan yang di berikan vino. Vino sudah tidak bisa menahan nafsu nya lagi, ia menggendong citra menuju ranjang.


Vino meletakkan tubuh citra secara perlahan, dan ia mulai membuka pakaian nya satu persatu, citra memejamkan mata nya saat melihat vino yang hampir telanjang bulat di hadapan nya.


"Tok..tok..tok.. vino citra." ucap bella yang berada di depan pintu kamar nya.


Nafsu mereka berdua buyar seketika, citra mendorong tubuh vino dan langsung berlari masuk kedalam kamar mandi, sedangkan vino langsung memakai pakaian nya kambali.


"Iya mom, sebentar." jawab vino.


"Mommy cuma mau bilang, kalian berdua di tunggu andy dirumah nya." ucap bella.


"Iya mom, kami segera kesana." jawab vino.


Vino membanting tubuh nya dengan kasar di atas kasur, wajah nya merah seketika karena tidak menyalurkan nafsu nya yang sudah mengebuh-gebuh. Citra keluar dari kamar mandi sudah dengan pakaian yang lengkap, mereka berdua hanya saling tatap tanpa berbicara sedikit pun.


Vino bangkit dari atas kasur nya, ia mengambil handuk nya dan langsung masuk kedalam kamar mandi. Setelah mereka berdua selesai membersihkan diri, mereka langsung menuju ke rumah andy yang tepat berada di depan rumah vino.

__ADS_1


Kejadian tadi membuat kedua nya canggung kembali, citra berjalan di depan vino dan vino hanya mepehatiakan citra tahap berbicara sedikit pun.


"Wah pengantin baru sadar datang." ucap ariska menyambut kehadiran vino dan citra.


Citra hanya membalas sapaan itu dengan senyuman nya karena ia belum terlalu akrab dengan orang tua andy.


"Hay kakak cantik." ucap alka.


"Iya manis." ucap citra sambil mengusap wajah alka yang mengemaskan.


"Vino." panggil aldy.


"Iya paman." jawab vino mendekat kearah aldy.


"Apa kau sudah siap manjadi ceo baru vins grup." tanya aldy.


"Ayah tidak perlu bertanya seperti itu pada vino, dia selalu siap untuk menggantikan daddy nya." ujar andy.


"Kau bisa saja an." ucap vino.


"Hay citra, semakin lama semakin cantik saja." ujar andy mendekat kearah citra.


"An ingat dia milik sepupu mu." ujar aldy.


"Iya yah, aku mengerti." ucap andy sambil menatap vino.


"Mari kita makan." ajak ariska.


Mereka semua makan dengan lahap nya, andy dan citra tampak sangat akrab sekali, tak jarang mereka berdua tertawa bersama. Vino yang melihat itu tubuh nya terasa gerah seketika, ia benar-benar tidak suka menyaksikan keakrapan andy dan citra


Vino meneguk air meneral di depan nya secara kasar, untuk meredakan hawa tubuh nya yang semakin memanas.


"Haus vin." tanya andy.

__ADS_1


"Tidak, hanya terasa gerah." jawab vino.


Yang tanya tentang visual author masi bingung, wkwkwk..


__ADS_2