
"Aku sudah dewasa kakek," kata Calvin yang tidak Terima dari ucapan Stiven.
"Oh iya kau sudah dewasa, apa bukti nya," tanya Stiven.
"Bukti nya aku sudah punya anak," jawab Calvin.
"Hadeh, Vino dari mana kau mendapatkan menantu seperti ini, kau urus menantu mu ini dengan baik, jangan sampai sifat nya ini hilang," kata Stiven.
"Kek Terima kasih untuk semua nya, aku benar-benar bersyukur bergabung dalam keluarga ini," ucap Calvin.
"Kau tidak mau memeluk ku," tanya Vino.
"Mau, Terima kasih kek." Calvin langsung memeluk Vino dengan erat.
"Kau tau, aku sangat senang membantu mu, sifat ku benar-benar menghibur ku. Buat anak banyak-banyak agar rumah ini semakin ramai," ucap Stiven.
Sementara itu Sisil sangat kebingungan karena sudah lama tuan nya tidak ada kabar. Ia juga tidak tau rencana apa lagi yang akan ia lanjutkan.
"Bagaimana mungkin aku bisa mencintai nya, hey Marcel kenapa aku bisa mencintai daddy mu, daddy mu memiliki pelet yang sangat kuat," ucap Sisil.
"Bagaimana jika aku punya anak dari nya, dia saja selalu menggoyang ku setiap malam. Kau tau sayang goyangan daddy mu benar-benar dahsyat. Mommy sangat suka itu, mommy rela jika setiap malam daddy mu meminta nya," kata Sisil.
__ADS_1
"Sayang jangan berbicara seperti itu pada anak ku," ucap Calvin yang sedari tadi sudah berada di belakang Sisil.
"Sayang sejak kapan kamu di sana," tanya Sisil.
"Baru saja sayang, aku mendengar kamu suka aku goyang, apa goyangan ku mantap," tanya Calvin sambil mendekati istri nya, lalu memeluk Sisil dengan erat.
"Hehehe kamu mendengar nya, aku suka sayang. Tubuh kamu tidak terlalu besar tapi milik mu kenapa bisa besar begitu," tanya Sisil.
"Hahaha kamu tau sayang, aku sudah beberapa kali minum obat agar semakin besar, sudah jangan di bahas ada Marcel di sini."
"Aku mau bertanya, kamu hamil sayang," tanya Calvin.
"Aku hamil, mana mungkin," jawab Sisil.
Sisil langsung mencoba berpikir tanggal datang bulan nya. "Oh iya aku sudah telat sayang," jawab Sisil.
"Sayang aku merasakan keram di perut ku, dan aku juga sedari kemarin tidak selera makan," kata Sisil.
"Kan kamu hamil sayang, aku berhasil membuat mu hamil," ucap Calvin sambil mempererat pelukan nya.
"Aku hamil sayang, aku tidak mau sayang."
__ADS_1
"Kenapa kamu tidak mau sayang, kamu tidak suka punya anak dari ku?"
"Aku belum siap saja, aku masih ingin lebih banyak goyangan dari mu," kata Sisil.
"Hahaha tenang sayang, aku sudah membawa alat pemeriksaan kehamilan coba kamu periksa sekarang," ucap Calvin.
"Temani aku, aku tidak tau cara nya."
"Istri ku sangat manja sekali yah," Calvin menggendong istri nya ke kamar mandi.
Malam hari nya semua orang sedang berkumpul di ruang makan untuk makam malam. Saat ini hanya tinggal Calvin dan Sisil yang menampakkan batang hidung nya.
"Selamat malam semua," ucap Calvin yang sedang menggendong Marcel.
"Malam," saut mereka semua.
"Ayah Marcel akan mempunyai adik," kata Calvin dengan santai nya.
Semua orang terkejut akan hal itu, mereka tidak menyangka istri Calvin secepat itu.
"Sayang itu terlalu cepat," ucap Citra.
__ADS_1
"Iya Calvin, Marcel baru 4 bulan lebih, dan mommy nya sudah hamil lagi."