Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 104


__ADS_3

Rumah baru...


Pernikahan aldy dan ariska semakin dekat, semua persiapan di lakukan dengan serba mendadak, mereka mempercayakan semua nya pada pihak yang telah di percaya, aldy dan ariska hanya perlu menyiapkan hal-hal kecil seperti cicin pernikahan dan lain sebagai nya...


Hari ini mereka memutuskan untuk pergi ketoko perhiasan langganan keluarga vins....


"Ka aku sangat bahagia..." ucap ariska...


"Aku juga bahagia sayang, setelah pulang dari sini kita pergi kemakam kakek..." ucap aldy...


"Untuk apa ka..." ucap ariska...


"Kita harus meminta restu pada kakek sayang..." ucap aldy...


"Baiklah aku ikut aja..." ucap ariska...


Sesampainya di toko tersebut mereka langsung memilih cincin yang cocok untuk mereka kenakan...


"Tolong ambilkan beberapa cincin terbaik di sini..." ucap aldy...


"Apa tidak yang biasa saja ka..." ucap ariska...


"Sayang, kita tidak mungkin menggunakan barang yang biasa saja, ini pernikahan sekali seumur hidup ku, apa kamu ingin menikah lagi setelah menikahi ku..."


"Tidak sayang, aku juga berharap begitu, pernikahan ini pertama dan terakhir untuk ku dan untuk mu..." ucap ariska...


"Silahkan di pilih tuan, ini ada beberapa cicin terbaik di toko ini..." ucap pelayan...


"Kamu mau yang mana sayang..." ucap aldy...


"Semua tampak bagus ka, aku bingung harus pilih yang mana..." ucap ariska...


Aldy pun mengambil salah satu cicin dan memakaikanya di jari ariska...


"Ini bagaimana..." ucap aldy...


"Bagus ka, aku suka..." ucap ariska...


"Mbak bungkus yang ini..." ucap aldy...


"Baik tuan..." ucap pelayan toko...


"Kamu mau apa lagi..." ucap aldy...


"Aku mau kamu..." ucap ariska...


"Tahan sayang tinggal beberapa hari lagi..." ucap aldy...


"Pd amat kamu..." ucap ariska...


"Harus dong, orang tampan begini mah harus pd..." ucap aldy...


"Iya kamu sangat tampan..." ucap ariska sambil mencubit wajah aldy.. .


"Sepertinya kamu sudah tidak sabar menikmati wajah ini..." ucap aldy...


"Maaf tuan ini pesanan anda..." ucap pelayan toko...


"Ini kartu nya mbak..." ucap aldy sambil memberikan kartu kredit...


Setelah membayar cincin tersebut mereka memutuskan untuk kerestoran untuk makan siang...


"Kamu pesan apa ka..." ucap ariska...


"Aku pengen makan kepiting..." ucap aldy...


"Mbak kepiting saus tiram satu, yang saus padang satu, dan kerang hujau nya juga satu porsi, minum nya jus alpukat satu, teh es juga satu..." ucap ariska...


"Aku minum nya jus mangga dengan lemon tea..." ucap aldy...


"Silahkan di tunggu ya mbak mas..." ucap pelayan...


"Abis ini kita langsung ke makam kakek nya ka..." ucap ariska...


"Iya sayang..." ucap aldy...


"Ka apa kita akan tinggal bersama keluarga nya bella dan ka stiven..." ucap ariska...


"Tidak sayang, aku akan mencari rumah untuk kita berdua, aku dengar stiven dan juga bella sedang mencari rumah, kami sedang mengusahakan agar rumah kita dan bella berdekatan agar saat kami tinggal ke kantor kalian berdua tidak kesepian..." ucap aldy...


"Aku setuju ka, akan seru jika kita bisa tetanggaan dengan mereka..." ariska...

__ADS_1


Tak lama pesana mereka telah tiba mereka berdua langsung menikmati makanan itu dengan lahap nya...


Ariska makan dengan lahap sampai bibir nya penuh dengan saus makanan yang ia makan, aldy yang melihat itu langsung membersikan nya menggunakan tisu sebetul nya ia ingin menggunakan mulut nya apa boleh buat mereka masih belum halal...


"Terimakasih ka..." ucap ariska...


"Nafus makan mu besar tapi badan mu tidak sesuai dengan nafsu makan mu..." ucap aldy...


"Kenapa dengan badan ku..." ucap ariska...


"Seksi..." ucap aldy...


"Sayang, jangan mulai deh..." ucap ariska...


"Apa aku salah, aku mengatakannya dengan jujur..." ucap aldy...


"Kamu salah tempat, ini tempat umum..." ucap ariska...


"Tidak papa, agar mereka semua tau betapa seksi nya calon istri ku..." ucap aldy...


"Kamu sudah siapkan, ayo sekarang kita cepat ke makam kakek..." ucap ariska yang tidak ingin menambah kegilaan calon suami nya itu...


"Sebentar aku bayar dulu..." ucap aldy...


Aldy pun pergi menuju kasir untuk membayar makanan tersebut, setelah itu mereka langsung menuju makam kakek...


"Ka aku yakin kakek pasti sangat bahagia melihat kedatangan kita..." ucap ariska...


"Sudah pasti, apalagi kita datang untuk meminta restu dari nya..." ucap aldy...


"Terimakasih ka, karena sudah mau menepati janji kakak pada kakek..." ucap ariska...


"Aku menikah dengan mu bukan hanya semata menepati janji ku pada kakek, tapi karena aku sangat mencintai mu..." ucap aldy...


"Terimakasih sayang..." ucap ariska lalu mengecup pipih aldy yang sedang menyetir mobil...


"Kamu memancing ku sayang..." ucap aldy...


"Itu bonus untuk kamu..." ucap ariska...


"Aku akan meminta lebih dari ini..." ucap aldy...


"Tunggu halal..." bisik ariska di telinga aldy...


"Untuk apa ka..." ucap ariska bingung...


"Menghalal kan mu..." ucap aldy...


"Sayang jangan mulai deh..." ucap ariska...


"Bukannya kamu ingin memberiku lebih jika aku menghalal kan mu, ayo ke KUA sekarang..." ucap aldy...


"Maksud ku bukan begitu..." ucap ariska...


"Kamu memberi ku harapa palsu..." ucap aldy...


"Bersabar la sedikit, pasti waktu itu akan segera tiba..." ucap ariska...


"Iya sayang, bersabar demi wanita seperti mu itu hal yang tidak sulit bagi ku..." ucap aldy...


Tak butuh waktu lama akhirnya mereka telah sampai di tpu tempat kakek ariska di makam kan, sebelum mereka masuk mereka membeli bunga terlebih dahulu...


"Ke ariska datang, dan kakek tau ariska tidak datang sendirian. Ariska datang membawah calon suami ariska..." ucap ariska...


"Hey kek, aldy datang ingin meminta restu pada kakek kalau aldy akan menikai ariska, aldy akan menepati janji aldy pada kakek..." ucap aldy...


"Calon suami ariska tampan kan kek, pantas saja kakek langsung suka pada nya ketika kalian pertama kali bertemu..." ucap ariska...


"Aku memang tampan sayang..." ucap aldy...


Setelah meminta restu dan memberikan doa mereka langsung kembali ke dalam mobil...


"Kita diminta menemui bella dan juga stiven..." ucap aldy...


"Ada apa ya ka..." ucap aldy...


"Mereka menemukan rumah yang kita inginkan, kita diminta untuk melihat rumah itu..." ucap aldy...


"Baiklah ka, kita kesana sekarang..." ucap ariska...


Sementara itu bella dan juga stiven sedang berada di perumahan elit yang berada di pusat kota...

__ADS_1


"Bagaimana apa kamu suka dengan lokasi rumah kita..." ucap stiven...


"Aku suka mas, aku sudah tidak sabar ingin melihat rumah kita..." ucap bella...


"Tunggu sebentar lagi..." ucap stiven...


Tak lama mereka sampai di satu rumah yang sangat mencolok di perumahan itu, rumah termegah dan terbesar di perumahan elit tersebut...


"Sayang ini rumah yang ingin kita beli..." ucap bella...


"Iya apa kamu suka..." ucap stiven...


"Dari depannya saja luar biasa, aku tidak bisa membayangkan dalam ya..." ucap bella...


"Sekarang kita turun dan kita lihat dalam nya..." ucap stiven...


Mereka berdua pun turun dari mobil dan langsung mendekat kearah rumah tersebut, mereka berdua di sambut oleh penjaga rumah tersebut...


"Selamat datang tuan..." ucap penjaga rumah tersebut...


"Bisa antarkan kami mengelilingi rumah ini..." ucap stiven...


"Baik tuan mari ikut saya..." ucap penjaga tersebut...


Mereka pun langsung berjalan mengelilingi rumah megah tersebut, bella tak henti-henti nya mengagumi rumah tersebut...


"Pak apa bisa bunga di taman ini di ganti menjadi bunga mawar..." ucap bella...


"Bisa nona, saya akan menggantinya dengan bunga keinginan nona..." ucap penjaga tersebut...


Setelah selesai berkeliling rumah tersebut mereka kembali ke halaman depan rumah, tak lama ariska dan juga aldy datang...


"Bell..." ucap ariska...


"Eh calon kakak ipar..." ucap bella...


"Apa ini rumah ku..." ucap aldy...


"Enak aja ini rumah ku, rumah mu di seberang sana..." ucap stiven...


"Kenapa rumah ku tak semewah rumah ini..." ucap aldy...


"Jelas dong, ini rumah terbesar dan termewah di perumahan elit ini...'' ucap stiven...


"Tidak bisa, aku ingin rumah ini..." ucap aldy...


"Enak saja, aku sudah melunasi rumah ini..." ucap stiven...


"Aku akan membayar nya 2 kali lipat..." ucap aldy...


"Aku tidak akan memberikan nya, walaupun kau bayar 10 kali lipat pun..." ucap stiven...


"Kenapa kau tidak bisa mengalah dengan ku..." ucap aldy...


"Tidak akan..." ucap stiven...


"Hentikan perdebatan kalian..." ucap bella...


"Tidak, kakak mu menjengkelkan..." ucap stiven...


"Kalau hanya gara-gara rumah ini, kenapa kita tidak tinggal bersama saja..." ucap bella...


"Aku setuju..." ucap ariska...


"Tidak..." ucap aldy dan stiven kompak...


"Ayolah rumah sebesar ini jika di tinggalkan bedua saja akan terasa sepi..." ucap bella...


"Benar kata bella ka, jika kalian pergi kekantor kami akan kesepian..." ucap ariska...


"Tapi bagaimana dengan rumah di depan itu, aku sudah membayar nya juga..." ucap stiven...


"Suruh siapa kau membayar nya dulu, aku belum mensetujui nya..." ucap aldy...


"Tidak papa sayang, bisa untuk anak-anak kita nanti..." ucap bella...


"Yasudah la apa boleh buat..." ucap stiven...


"Bagaimana dengan mu ka..." ucap bella...


"Aku ikut saja..." ucap aldy...

__ADS_1


Mereka pun memutuskan untuk pulang kerumah stiven, untuk mempersiapkan pindahan mereka...


__ADS_2