
Amanda sangat lama berada di dalam kamar mandi, perasaan nya benar-benar sedang kacau, ia merasa sudah tidak sanggup menjalani hidup nya lagi. Amanda hanya bisa menangis sambil menutup wajah nya dengan tangan sudah tak terhitung berapa air mata yang jatuh dari mata nya.
Alka masih berada di kamar Amanda, ia berbaring di atas kasur dengan hanya menggunakan celana pendek saja. Ia melihat Amanda keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sedikit bengkak karena terlalu banyak menangis.
"Kau tau, menangisi semua yang telah terjadi itu hal yang percuma." Ucap Alka.
"Alka keluar dari kamar ku, apa kau belum puas merusak diri ku, kau laki-laki brengsek Alka." Teriak Amanda.
"Aku tidak peduli Amanda, kau mau mengatakan ku apa saja, aku tidak peduli. Kenapa kau mengusir ku kau mau bertemu dengan laki-laki itu, dia sudah pergi meninggal kan mu." Ucap Alka.
"ALKA KELUAR DARI KAMAR KU!!!...."
"Amanda jangan memancing amarah ku juga kau tidak mau kita berakhir di atas ranjang." Ancam Alka.
"LAKUKAN ALKA, LAKUKAN SEKARANG, HANCUR KAN AKU. BUNUH AKU, HABISI TUBUH KU....!!! Amanda menangis histeris.
Alka berjalan mendekati Amanda, ia memeluk Amanda dengan erat. Amanda memberontak saat mendapat kan pelukan itu, tapi itu semua percuma karena tenaga Alka jauh lebih besar dari nya.
"Tenang lah, aku berjanji akan bertanggung jawab jika kau hamil." Ucap Alka.
"Aku benci diri mu Alka, apa salah ku pada mu."
"Sudah aku ingatkan jangan membuat ku marah, oke aku akan keluar dari kamar mu." Alka melepaskan pelukan itu dan pergi meninggalkan Amanda.
__ADS_1
Amanda menghidupkan HP nya untuk menghubungi Calvin, karena ia penasaran dengan yang di katakan Alka tadi. "Amanda aku harus pergi, terimakasih telah bersama ku, besok ulang tahun ku dan aku harus meninggalkan negara ini, tolong jaga diri mu baik-baik, semoga kita dapat bertemu secepat mungkin, aku mencintaimu Amanda." Pesan dari Calvin.
Amanda kembali menangis saat membaca pesan dari Calvin, ia berusaha menghubungi Calvin tetapi nomor Calvin sama sekali tidak bisa di hubungi.
"Aku membutuhkan mu Calvin." Batin Amanda.
Beberapa bulan telah berlalu, Amanda semakin merasa tidak ada tujuan hidup nya, hari-hari nya di habiskan hanya di dalam kamar saja. Niat nya untuk memperluas ilmu nya tentang pariwisata dunia telah pupus, ia juga sudah tidak pernah bertemu dengan Alka lagi dalam beberapa hari ini karena Alka sedang dalam perjalanan bisnis.
"Amanda aku akan menikah dengan mu." Satu kata yang Alka ucapkan sebelum ia pergi meninggalkan Amanda untuk sementara waktu.
Hari ini Amanda di ajak oleh Vino ke moonly grup, Amanda mau ikut dengan Vino karena Alka tidak ada di sana, lagi pula ia merasa bosan selalu berada di dalam kamar.
"Alka." Ucap Amanda yang terkejut karena Alka sudah kembali.
Alka berjalan mendekati Amanda dan langsung memeluk Amanda dengan erat. "Aku merindukan mu."
"Alka lepas, banyak orang." Ucap Amanda.
Tiba-tiba perut Amanda terasa sangat mual, ia langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi, Amanda menatap wajah nya di cermin sambil menutup mulut nya.
"Jangan sampai aku hamil, aku hanya melakukan dua kali dengan nya." Batin Amanda.
"Kau sakit." Tanya Alka yang datang dari belakang Amanda.
__ADS_1
"Jika aku hamil bagaimana."
"Hamil, kau hamil tapi kita hanya melakukan nya sja kali, apa secepat itu." Ucap Alka.
"Aku tidak tau, ada perasaan aneh di dalam diri ku." Kata Amanda.
"Jika kau hamil kita akan menikah, tapi tidak bisa secepat mungkin, aku harus menyelesaikan proyek ku dulu." Ucap Alka.
"Tidak, aku tidak mungkin hamil." Amanda pergi dari kamar mandi.
Calvin sudah berada di bandara, ia sangat senang bisa kembali ke negara ini, bukan nya langsung pulang ke rumah Calvin malah ke rumah keluarga vins untuk bertemu orang yang sangat ia rindukan, siapa lagi jika bukan Amanda.
Calvin merasa kesal karena Amanda tidak ada di rumah, ia memilih menunggu Amanda bersama dengan Nathan yang kebetulan berada di rumah. Nathan menceritakan semua yang terjadi pada Amanda saat Calvin tidak ada.
Calvin merasa sangat bersalah karena ia yakin Amanda sedang berada di titik terendah di dalam hidup nya. "Satu kalimat yang menghantui Calvin sejak tadi, apa Amanda hamil." Kalimat itu yang membuat nya sangat takut.
Karena tubuh nya terasa tidak enak, Amanda pulang terlebih dahulu, betapa terkejut nya Amanda saat melihat Calvin yang sedang duduk menunggu nya.
"Calvin." Teriak Amanda.
Calvin yang melihat Amanda langsung berjalan untuk memeluk Amanda.
"Aku sangat merindukan mu." Ucap Calvin.
__ADS_1
Menurut kalian Amanda dengan siapa Calvin atau Alka?
Apakah pria sebaik Calvin pantas mendapatkan Amanda atau Apakah pria seperti Alka layak mendapatkan Amanda??