Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 162 S2


__ADS_3

Penyesalan.


"Citra." ucap andy saat melihat citra yang sudah tergeletak dengan banyak dara.


Tanpa fikir panjang andy langsung menggendong citra menuju mobil nya. Caitlin yang melihat andy membawa citra teriak histeris saat melihat kondisi citra.


"Hubungi vino." ucap andy.


Dengan tangan yang gemetar caitlin menghubungi vino.


"Hallo." ucap vino.


"Ka, citra." ucap caitlin dengan suara yang gemetar.


"Dimana dia, ada apa dengan nya." ucap vino.


"Citra citra." ucap caitlin sambil menahan tangis nya.


"Cepat katakan ada apa dengan nya." teriak vino yang membuat bella dan stiven menghampiri nya.


"Citra kecelakaan ka." ucap caitlin sambil menangis, ia mematikan sambungan telfon itu dan mengirimkan alamat rumah sakit yang mereka tuju.


"Deg." hp vino jatuh ke lantai, lutut nya lemas seketika. Vino jatuh tersungkur di lantai.


"Ada apa vin, ada apa dengan mu." ucap bella sambil memeluk vino yang sendang menangis.


"Citra mom." uvap vino.


"Ada apa dengan nya vin, jangan buat mommy takut." tanya bella.


"Citra kecelakaan mom." jawab vino sambil menangis memeluk bella.


Bella memeluk vino dengan erat, momen yang pernah ia alami dulu terulang lagi. Ia sangat mengerti bagaimana perasaan vino sekarang karena ia pernah berada di posisi itu.

__ADS_1


Stiven memeluk mereka berdua, ia berusaha tegar untuk menguatkan anak dan istri nya, sakit tentu saja melihat orang terdekat nya hanyut dalam tangisan.


Sesampai nya dirumah sakit, citra langsung di larikan ke ugd, sedangkan andy dan caitlin menunggu di depan ugd. Pakaian andy sudah penuh dengan bercak dara milik citra, ia hanya mondar-mandir menunggu kedatangan vino.


Caitlin memeluk andy dengan erat, ia tidak peduli dengan dara yang ikut menempel pada pakaian nya. Ia hanya berusaha menenangkan andy dengan pelukan hangat nya.


Setelah beberapa menit berlalu, vino dan yang lainnya sampai dirumah sakit. Dengan wajah yang sembab vino berlari menuju ugd.


"Dimana citra, dimana dia." tanya vino.


"Vin tenang lah, citra sedang di tangani dokter." ucap andy.


Vino melihat ke kaca ruang ugd, ia melihat citra sedang di tangani oleh dokter dengan berbagai macam alat medis di tubuh nya. Vino kembali terjatuh di depan ruangan itu, hatinya begitu sakit saat melihat citra dengan kondisi seperti itu.


Bella membawa vino duduk di kursi tunggu, ia memeluk vino dengan sangat erat, air mata nya tidak bisa ia bendung lagi. Bella kembali merasakan kejadian beberapa tahun lalu, ia tidak menyangka putra nya akan merasakan rasa sakit itu.


Air mata vino tidak berhenti mengalir, pandang nya kosong, wajah nya tampak sembab dan pucat akibat terlalu lama menangis.


Tak lama keluarga yang lainnya juga datang, mereka langsung menuju kerumah sakit saat mendapatkan kabar dari kalau citra kecelakaan.


Mereka semua langsung teringat akan momen beberapa tahun lalu saat stiven dan iqbaal menyalami kecelakaan, rasa dan suasana nya begitu mirip, hanya ada tangisan di depan ruangan itu.


Viona memeluk bella dengan erat, ia sangat mengeti perasaan bella saat ini, karena ini kedua kali nya bella mengalami hal seperti ini. Stiven devan dan iqbaal menjauh dari tempat ruangan itu, stiven yakin ada yang tidak beres dengan kecelakaan menantu nya itu, mereka bertiga beniat menyelidiki kecelakaan itu.


Dokter keluar dari ruang ugd dengan wajah yang tidak mengenakan.


"Siapa yang bernama vino." tanya dokter.


Vino langsung bangkit dari kursi dan menghampiri dokter itu.


"Saya dok." jawab vino.


"Anda bisa masuk, sedari tadi pasien memanggil-manggil nama anda." ucap dokter.

__ADS_1


Vino langsung bergegas masuk kedalam ruang ugd itu, ia sangat takut jika terjadi apa-apa dengan istrinya.


"Ada kah yang memiliki golongan dara AB, kami kekurangan stok pasien memerlukan satu kantong dara lagi." tanya dokter.


"Saya dok." ucap putri.


Bella langsung menatap kearah putri, perahan ia berjalan kearah putri.


"Bisakah kamu membatu citra nak." ucap bella dengan suara yang lirih.


"Bisa tan." jawab putri.


Dengan pakaian yang sudah di ganti sesuai ketentuan rumah sakit, vino mendekat kearah citra yang sedang terbaring sambil menyebutkan nama nya.


Vino menggenggam tangan citra dan terus mencium nya, air mata nya sudah jatuh membasai wajah nya.


"Iya sayang, aku disini." ucap vino dengan suara yang berat, rasa sakit di hati nya membuat nya sulit mengeluarkan suara nya.


"Maaf." ucap vino dengan masi mencium tangan citra, air mata nya tidak berhenti mengalir dari ujung mata nya.


"Vino." ucap citra dengan masi di alam bawah sadar nya.


"Aku mencintai mu sangat mencintai mu." ucap vino. mata vino terpejam ia tidak sanggup melihat citra seperti itu, rasa nya begitu sakit sekali. Andai ia menyadari perasaan nya sebelum ini, pasti kejadian ini tidak akan terjadi.


Vino meletakan, kepalah nya di samping tubuh citra sambil masi menggenggam tangan citra, ia menangis di ruangan itu menyesali perbuatan nya selama ini.


"Vin." ucap citra yang mulai tersadar.


Ia melihat vino yang sedang menangis, perlahan tangan nya kiri nya bergerak mengusap rambut vino walaupun terasa sangat berat.


Vino menaikan kepalah nya, ia melihat citra sedang tersenyum pada nya. Sedih bahagia perasaan itu bersatu bersama di hati nya, ia tidak bisa berkata apa-apa selain terus mencium tangan citra.


Mata citra mulai terasa berat lagi, ia kembali kedalam alam bawah sadar nya. Vino yang melihat itu, panik seketika ia langsung memanggil suster yang berada di dalam ruangan itu.

__ADS_1


"Tadi dia sadar sus, tapi kenapa ia tidur lagi." tanya vino dengan sangat khawatir.


"Tenang mas, pasien masi dalam pengaruh obat, mungkin tadi tersadar karena merasakan kehadiran orang yang terus menerus ada di dalam fikirannya, sekarang mas boleh keluar. Setelah transfusi dara selesai pasien sudah bisa di pindakan dari ruang inap." jelas suster.


__ADS_2